• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membaca Relasi Islam dan Orde Baru — Era Kontrol Ideologis, Konflik, dan Krisis Oleh: Nazaruddin

fusilat by fusilat
November 15, 2025
in Feature, Sejarah
0
Membaca Relasi Islam dan Orde Baru — Era Kontrol Ideologis, Konflik, dan Krisis  Oleh: Nazaruddin
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Hubungan antara Islam politik dan rezim Orde Baru bukanlah kemitraan, melainkan sebuah peperangan asimetris antara kekuasaan hegemonik dan identitas ideologis. Sejak awal, Soeharto menerapkan strategi pembonsaian politik—terlihat dari intervensi terhadap Parmusi dan fusi paksa seluruh partai Islam ke dalam PPP pada 1973. Kebijakan ini secara efektif melumpuhkan independensi politik Islam di parlemen sekaligus membuka jalan bagi era kontrol ideologis total yang segera menyusul. Politik Islam dipaksa menjadi entitas jinak yang dikendalikan negara, sebuah prelude bagi penetrasi lebih dalam ke ruang sosial dan kultural masyarakat.


Kontrol Ideologis: Senjata Asas Tunggal

Setelah berhasil membungkam partai-partai Islam, Orde Baru mengeluarkan senjata ideologis paling strategisnya: Asas Tunggal Pancasila (1985). Kebijakan ini bukan sekadar unifikasi ideologi nasional, tetapi alat politik untuk meniadakan diferensiasi dan mematikan potensi oposisi dari organisasi massa, khususnya Islam. Negara menentukan batas-batas identitas; semua yang berada di luar Pancasila dianggap ancaman.

Ormas-ormas Islam pun dipaksa mengambil posisi. Nahdlatul Ulama (NU) memilih kembali ke Khittah 1926—menjauh dari politik praktis demi mempertahankan ruang hidup sosialnya. Keputusan ini tampak seperti kepatuhan, tetapi pada kenyataannya adalah strategi bertahan yang cerdas, karena justru memperkuat basis sosial NU di luar arena politik formal. Muhammadiyah juga menerima Asas Tunggal, mempertahankan fokusnya pada dakwah, pendidikan, dan modernisasi umat.

Penerimaan kedua pilar besar Islam ini mengonfirmasi keberhasilan Orde Baru dalam memaksakan kerangka ideologisnya, meski harus dibayar dengan tergerusnya suara politik Islam independen.


Konflik dan Krisis: Ketika Pemaksaan Ideologi Bertemu Perlawanan

Di balik stabilitas semu, ketegangan antara rezim dan kelompok Islam terus menguat hingga akhirnya meletup menjadi konflik terbuka.

a. Tragedi Tanjung Priok (1984): Represi sebagai Bahasa Kekuasaan

Peristiwa Tanjung Priok adalah manifestasi brutal dari ketakutan Orde Baru terhadap resistensi Islam. Walaupun UU Asas Tunggal baru disahkan pada 1985, wacana kewajiban Pancasila sebagai satu-satunya asas telah menjadi isu sensitif yang memicu perlawanan akar rumput. Tanjung Priok menjadi pesan keras: negara siap menggunakan kekerasan untuk menegakkan kontrol ideologis. Trauma politik yang lahir dari tragedi ini membekas dalam ingatan kolektif kelompok-kelompok Islam kritis.

b. Larangan Jilbab: Upaya Mendefinisikan Kesalehan Publik

Pada saat yang sama, kebijakan pelarangan jilbab di sekolah negeri tahun 1980-an menjadi simbol perang negara terhadap ekspresi identitas keagamaan. Isu ini bukan soal busana semata, tetapi upaya negara mengontrol definisi kesalehan di ruang publik. Ironisnya, represi terhadap simbol-simbol identitas justru memicu perlawanan kultural dan memperkuat ekspresi keislaman di luar kendali negara.


Akomodasi Elit: Senandung ICMI dan Politik Kooptasi

Memasuki akhir kekuasaannya, Soeharto mengubah strategi. Represi terbukti tidak mampu memadamkan aspirasi keislaman. Jawabannya adalah kooptasi—yang diwujudkan melalui pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) pada 1990.

ICMI adalah jembatan untuk merangkul kelas menengah Muslim terdidik dan birokrat, sekaligus instrumen untuk menyeimbangkan dominasi ABRI. Dengan menempatkan B.J. Habibie sebagai ketua, Soeharto berhasil meraih loyalitas baru sekaligus membangun jaringan Islam akomodatif yang diberi ruang dalam birokrasi dan ekonomi, selama tetap menunjukkan kesetiaan politik kepada dirinya.


Warisan Kontrol: Politik yang Dilemahkan, Identitas yang Dikuatkan

Warisan Orde Baru menghadirkan ironi besar: politik Islam dilemahkan, tetapi identitas Islam di masyarakat justru menguat. Kooptasi elit melalui ICMI awalnya efektif, namun pada akhirnya menjadi bumerang. Ketika krisis moneter menghantam pada 1996–1998, tokoh-tokoh yang pernah diberi ruang oleh rezim—seperti Amien Rais—muncul sebagai motor gerakan rakyat yang menuntut Soeharto turun.

Fakta ini menunjukkan bahwa pembonsaian politik yang dilakukan Orde Baru hanya berhasil di ranah institusional, tetapi gagal meredam gelombang kesadaran dan identitas Islam yang tumbuh di luar kontrol negara. Kegagalan itulah yang ikut mempercepat runtuhnya rezim pada 1998.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

GBHN DI DALAM SISTEM NEGARA DEMOKRASI LIBERAL: APAKAH MUNGKIN?

Next Post

Bulog Bukan Lagi BUMN: Saatnya Negara Hadir Menguasai Pangan

fusilat

fusilat

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Jokowi Menyerah, Produksi Beras Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Beras, Indonesia Sulit Hentikan Impor Beras

Bulog Bukan Lagi BUMN: Saatnya Negara Hadir Menguasai Pangan

STRATEGI KOMUNIKASI JOKOWI: GLEMBUK SOLO DALAM BALUTAN SMOKE AND MIRRORS

Sejatinya Jokowi yang Harus Menjadi “Tersangka” — Mengapa Justru Roy Suryo Cs?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...