• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membedah Konsep Khilafah Hizbut Tahrir: Utopia atas Tafsir Masa Lalu atau Reinkarnasi Monarki?

fusilat by fusilat
January 19, 2026
in Feature, Komunitas
0
Membedah Konsep Khilafah Hizbut Tahrir: Utopia atas Tafsir Masa Lalu atau Reinkarnasi Monarki?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Wacana Khilafah yang diusung Hizbut Tahrir sering hadir dengan janji kesejahteraan absolut di bawah naungan syariah. HT tidak sekadar menawarkan slogan, tetapi menyodorkan rancangan sistem kenegaraan yang terperinci melalui Muqaddimah ad-Dustur. Di atas kertas, arsitektur itu tampak rapi dan sistematis. Namun, ketika diuji secara konseptual, muncul tumpang tindih otoritas dan paradoks kekuasaan yang memantik pertanyaan mendasar: apakah ini sebuah sistem kenegaraan yang realistis, atau sekadar romantisme politik masa silam yang dikemas dengan istilah modern?

Arsitektur Sentralistik: Khalifah dan Bayang-bayang Otoritarianisme

Dalam konsep HT, Khilafah adalah negara kesatuan yang meniadakan batas negara-bangsa. Kekuasaan tertinggi terpusat pada Khalifah, yang sekaligus menjabat kepala negara, kepala pemerintahan, dan panglima militer. HT menolak menyebutnya monarki karena jabatan ini tidak diwariskan. Namun, secara struktur kekuasaan, model ini memiliki kemiripan genetik dengan praktik dinasti politik sejak Umayyah hingga Ottoman: kekuasaan terkonsentrasi pada satu figur puncak.

Persoalan krusial muncul pada mekanisme bai’at. Bagaimana sumpah setia itu diambil dari miliaran umat Islam yang tersebar lintas benua, budaya, dan bahasa? Tanpa mekanisme representasi yang jelas dan terukur, bai’at berpotensi menjadi legitimasi simbolik bagi penguasa yang lebih dulu menguasai perangkat kekuatan. Lebih jauh, jabatan Khalifah bersifat seumur hidup. Ketiadaan periodisasi kekuasaan membuka ruang konflik suksesi, sebuah problem klasik yang berulang kali memicu pertumpahan darah dalam sejarah kekhilafahan itu sendiri.

Paradoks Lembaga Kontrol: Qadhi al-Mazhalim dan Majelis Umat

HT menghadirkan Qadhi al-Mazhalim sebagai pengadilan tinggi yang secara teoritis dapat melengserkan Khalifah. Di atas kertas, ini tampak sebagai mekanisme anti tirani. Namun pertanyaan mendasarnya sederhana: siapa yang mengangkat para hakim ini? Jika mereka ditunjuk oleh Khalifah, independensi lembaga ini runtuh sejak awal. Sulit membayangkan seorang hakim dapat mengadili penguasa yang mengontrol militer dan aparatus negara tanpa jaminan kekuasaan yang setara.

Jika Khalifah menolak putusan Qadhi al-Mazhalim, tidak tersedia mekanisme penegakan keputusan selain kekuatan fisik. Pada titik ini, sistem kembali bergantung pada loyalitas aparat, bukan pada supremasi hukum. Check and balances berubah menjadi ilusi.

Majelis Umat, yang dipilih oleh rakyat, pun hanya berfungsi sebagai lembaga penasihat. Di sinilah ironi demokrasi prosedural bertemu absolutisme substantif. Rakyat diberi hak memilih, tetapi wakilnya tidak memiliki kewenangan legislasi. HT berdalih bahwa hukum adalah milik Allah. Namun dalam praktiknya, Khalifah memiliki otoritas tabanni, yakni memilih dan menetapkan tafsir syariah yang akan dijadikan hukum negara. Artinya, kedaulatan Tuhan dalam konsep ini sering bermetamorfosis menjadi kedaulatan tafsir sang penguasa.

Masalah lain muncul karena Majelis Umat tidak memiliki instrumen regulasi untuk membatasi gerak eksekutif. Tanpa fungsi legislasi, kontrol yang dilakukan bersifat reaktif, bukan preventif. Eksekutif bergerak di ruang luas tanpa pagar hukum yang mengikat. Inilah lubang hitam konstitusional yang membuat konsep ini rawan melahirkan kekuasaan tanpa koreksi.

Utopia atas Tafsir Masa Lalu

Menelisik anatomi politik ini membawa kita pada kesimpulan yang tidak nyaman: konsep Khilafah versi HT lebih menyerupai tafsir idealistik atas praktik sejarah masa lalu yang dipaksakan ke dalam format negara modern. Ia bertumpu pada asumsi bahwa pemimpin akan selalu adil karena sistemnya bersandar pada syariah. Padahal, sejarah panjang umat manusia menunjukkan bahwa tanpa pembagian kekuasaan yang seimbang, hukum sesuci apa pun dapat berubah menjadi alat represi.

Pada akhirnya, konsep ini lebih mendekati utopia politik ketimbang solusi tata kelola negara yang operasional. Selama HT tidak mampu menjawab bagaimana kekuasaan Khalifah dikontrol tanpa kekerasan, serta bagaimana keberagaman manusia diakomodasi tanpa pemaksaan keseragaman, maka Khilafah versi ini akan tetap menjadi wacana teoretis yang rapuh.

Ia bukan sistem langit yang turun tanpa cela, melainkan tafsir manusia atas sejarah. Ironisnya, tafsir ini justru berpotensi mengulang kegagalan masa lalu yang ingin mereka koreksi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perpres Antiterorisme dan Kembalinya Bayang-Bayang Militerisme

Next Post

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

fusilat

fusilat

Related Posts

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME
Economy

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

May 27, 2026
Feature

Idul Adha dan Kualitas Bangsa: Kritik Teologis untuk Elite Pemimpin

May 27, 2026
Sejarah Melempar Jumrah Saat Haji dan Umroh
Feature

Ka’bah, Tradisi Pagan, dan Cara Agama Mengubah Makna Sejarah

May 27, 2026
Next Post
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Rasim Harokah Bakomubin Banten Sambut Rakerda HBI DKI di Serang

Rasim Harokah Bakomubin Banten Sambut Rakerda HBI DKI di Serang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

May 27, 2026

Idul Adha dan Kualitas Bangsa: Kritik Teologis untuk Elite Pemimpin

May 27, 2026
Sejarah Melempar Jumrah Saat Haji dan Umroh

Ka’bah, Tradisi Pagan, dan Cara Agama Mengubah Makna Sejarah

May 27, 2026

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

May 27, 2026

Idul Adha dan Kualitas Bangsa: Kritik Teologis untuk Elite Pemimpin

May 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...