• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memberantas Islamofobia (2) 

fusilat by fusilat
May 10, 2022
in Feature
0
Memberantas Islamofobia: MU PBB
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Prof Dr Azyumardi Azra MA CBE

Pemberantasan Islamofobia menemukan momentum baru. Hal ini juga berkat proklamasi Majelis Umum PBB (UNGA) 15 Maret sebagai Hari Internasional Memberantas Islamofobia (The International Day to Combat Islamophobia).

Proklamasi ini patut menjadi titik penggalangan baru bagi negara-negara, masyarakat, dan komunitas umat beragama berbeda secara global memberantas Islamofobia yang laten di banyak negara.

Berdasarkan kenyataan historis, teologis, sosiologis, dan politis, Islamofobia biasa dianggap banyak kalangan Muslim laten di Barat—Eropa dan Amerika Utara khususnya.

Namun, dalam kenyataannya, Islamofobia pada waktu lebih lama juga terjadi di negara-negara, tempat kaum Muslim menjadi bagian integral penduduk pribumi—bukan sebagai imigran, seperti terjadi di Eropa, Amerika, juga Australia.

Adanya Islamofobia di luar dunia Barat, tempat kaum Muslim merupakan warga pribumi bisa disaksikan di India, RRC, Thailand, Filipina, atau Myanmar.

Komunitas Muslim lokal sudah terwujud selama berabad-abad, sejak Islam menyebar ke wilayah-wilayah tersebut sepanjang Islamisasi pada abad ke-8 dan seterusnya.

Kaum Muslim menjadi minoritas di negara-negara tersebut karena proses Islamisasi yang terbendung sebab berbagai faktor. Karena aneksasi wilayah Muslim oleh kekuatan lain, seperti dinasti-dinasti Cina di Asia Tengah, Siam di Thailand Selatan, atau Spanyol di Filipina.

Meski minoritas, jumlah mereka cukup signifikan di India, RRC, Filipina, atau Thailand sehingga tak bisa diabaikan begitu saja. Menurut Pew Research Center, New York, menjelang 2050 jumlah kaum Muslim India (2022 sekitar 205 juta jiwa) bakal lebih banyak dari Muslim Indonesia.

Ini karena tingkat pertumbuhan penduduk (fertility rate) Muslim India jauh lebih besar karena tidak berkeluarga berencana (KB atau family planning) dibandingkan banyak kaum Muslim Indonesia yang ber-KB.

Tidak terdengar adanya Islamofobia di negara-negara Asia lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, Vietnam, atau Kamboja—boleh jadi karena jumlah mereka yang sangat sedikit atau tidak signifikan.

Selain itu, Islam dan Muslim tidak punya sejarah panjang di Jepang, Korea Selatan, atau Vietnam. Muslim datang dalam jumlah terbatas untuk bekerja di Jepang, terutama sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Praktik Islamofobia juga tidak meluas di kebanyakan negara Afrika. Islamofobia pernah ada dan dalam batas tertentu bertahan di Afrika Selatan. Keadaan ini terkait kekuasaan Eropa (Jerman dan Belanda khususnya) di Afrika Selatan.

Sementara itu, di banyak negara Afrika lain, meminjam teori sosiolog Belanda, BJO Schrieke, berlangsung ‘balapan (race) antara Islam dan Kristianitas’ untuk mendapat penganut.

Kini, kekuatan masing-masing agama hampir seimbang; menurut berbagai survei utama yang kredibel, Islam dan Kristianitas sama-sama memiliki sekitar 40 persen penganut dari estimasi 1,3 miliar penduduk Afrika.

Dengan pemetaan historis dan demografis Muslim di Eropa, Amerika Utara, Australia, Asia, dan Afrika, faktor penyebab muncul, berkembang dan menyintasnya Islamofobia di masing-masing wilayah berbeda.

Karena itu, upaya mengatasi atau menggunakan terminologi proklamasi MU PBB, ‘pemberantasan’ juga tidak bisa seragam. Apalagi, corak pengalaman, pertemuan damai atau keras di antara kaum Muslim dengan masyarakat setempat juga tidak sama.

Selain itu, Islamofobia bisa muncul terkait dinamika politik, agama, dan sosial budaya antarnegara di tingkat internasional. Konflik dan kekerasan berkepanjangan antara Palestina dan Israel, di Filipina Selatan, atau Thailand Selatan.

Juga karena perkembangan gerakan dan sel garis keras di kalangan kaum Muslim, yang menggunakan senjata non-konvensional mematikan dalam skala besar, dengan menargetkan kalangan Muslim sendiri atau non-Muslim atau negara non-Muslim.

Islamofobia di kalangan masyarakat internasional juga bisa muncul karena kontestasi politik, yang melibatkan kekerasan di antara kelompok komunitas atau gerakan Muslim tertentu dengan penguasa negara Muslim. Juga bisa disebabkan konflik internal di antara kaum Muslim atau kekerasan dan perang di antara negara-negara Muslim.

Bukan tidak sering, konflik internal di antara masyarakat dan penguasa negeri Muslim melibatkan kekuatan asing, seperti Amerika Serikat, Uni Soviet (kini Rusia), negara-negara Uni Eropa tertentu, dan kini juga RRC.

Karena itu, memerangi Islamofobia juga memerlukan pembenahan rumah tangga kaum Muslim sendiri. Masyarakat dan pemerintah negara Muslim, mesti menyelesaikan pertikaian dan konflik secara damai; semakin banyak kekerasan digunakan, kian memburuk pula citra Islam yang mendorong kelatenan Islamofobia.

Pada saat yang sama, kaum Muslimin dalam diaspora juga harus lebih akomodatif. Prinsip ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’ perlu diterapkan. Pasti bisa tanpa mengorbankan akidah dan ibadah Islamiyah.

(Dikutip dari Republika.co.id, Kamis ,14 Apr 2022)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Pastikan PPKM Tetap Lanjut sampai Covid-19 Bisa Dikendalikan 100 Persen

Next Post

GILIRAN MAHFUD MD DIKULITI BUZZERS DITUDING TIDAK BERETIKA

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
GILIRAN MAHFUD MD DIKULITI BUZZERS DITUDING TIDAK BERETIKA

GILIRAN MAHFUD MD DIKULITI BUZZERS DITUDING TIDAK BERETIKA

PRESIDEN JOKOWI MERENCANAKAN BERTEMU ELON MUSK

PRESIDEN JOKOWI MERENCANAKAN BERTEMU ELON MUSK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist