• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membongkar Framing Negatif: Kasus “Political Decay” dan Anies Baswedan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 28, 2024
in Feature, Pemilu, Politik
0
Membongkar Framing Negatif: Kasus “Political Decay” dan Anies Baswedan
Share on FacebookShare on Twitter

Judul yang saya tulis diatas, sebenarnya ingin menjelaskan istilah “political decay”. Yaitu bagaimana cara membusuki Anies Baswedan, supaya dapat menurunkan populatitasnya. Membusuki nama baiknya. Konsepnya menyerang total dengan isu  “berbanding terbalik dengan keberhasilannya”. Seperti keberhasilan berbagai bidang di Jakarta, ingin digugurkan dengan isu Formula-E, yaitu berkali-kali Anies diperiksa KPK. Diduga Anies Korupsi.

Konsep “political decay” yang mencerminkan serangan pembusukan terhadap nama baik Anies Baswedan. Dalam upaya menurunkan popularitasnya, isu-isu kontroversial dan fitnah menjadi senjata utama. Konsep ini merujuk pada bagaimana berbagai prestasi positif yang telah diraih Anies di Jakarta ingin dihapuskan oleh isu-isu yang merugikan.

Berulang kali saja dipanggil KPK, adalah cara awal bagaimana membangun ketidak percayaan kepada Anies Baswedan. Salah satu upaya untuk membangun ketidakpercayaan terhadap Anies adalah dengan menjadikannya sebagai objek pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkali-kali. Dengan isu Formula-E dan dugaan korupsi yang melekat, upaya ini diarahkan untuk mengikis dukungan dan kepercayaan masyarakat pada Anies.

Kesempatan lain, untuk membusuki Anies adalah, kontroversi mengenai anggaran Alutsista Kemenhan – 700 T itu.

Kontroversi seputar anggaran Alutsista Kemenhan sebesar 700 triliun juga menjadi titik lemah yang dimanfaatkan untuk membongkar citra Anies. Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai bahwa pernyataan Anies Baswedan terkait anggaran tersebut adalah fitnah terhadap Prabowo Subianto. Seolah-olah Anies berusaha menggiring opini publik dengan informasi yang tidak akurat.

Namun, kejadian ini dianggap sebagai framing negatif terhadap Anies. Dahnil menegaskan bahwa klaim Anies tidak sesuai dengan kenyataan anggaran yang diterima Kementerian Pertahanan pada tahun 2023. Dalam konteks ini, upaya untuk membungkam Anies dengan tuduhan fitnah justru menciptakan narasi pembusukan yang sebenarnya.

Juru Bicara Menteri Pertahanan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai Anies Baswedan memfitnah Prabowo Subianto di debat capres ketiga pada 7 Januari 2024 kemarin. Fitnah ini disebut Dahnil berkenaan dengan anggaran alutsista bekas yang disebut Anies Baswedan mencapai Rp 700 Triliun.

Ditegaskan Dahnil, anggaran pertahanan yang diterima Kementerian Pertahanan pada tahun 2023 jauh dari klaim Rp700 T yang disampaikan Anies Baswedan. Dahnil pun menganggap Anies Baswedan telah kehilangan otoritas untuk bicara etik dan moral.

Dalam konteks yang sebenaranya, yang difitnah itu Anies sendiri, oleh mereka-mereka yang memelintir pernyataan tersebut. Memang dimaksudkan sebagai decay itu. Pembusukan.

Kasus JIS, Trotoar, Jalur Sepeda di DKI, semua di rekayasa untuk dijadikan issu politik untuk mendzalimi Anies Baswedan. PSI, partai ini, seperti yang sering saya tulis, ingin membesarkan partainya, dengan terus menerus membusuki Anies Baswedan saat masih menjabat Gubernur DKI.

Yang terkini, Bawaslu menolak laporan Pendekar Hukum Pemilu Bersih (PHPB) terkait dugaan fitnah lahan 340 ribu hektare yang disebut capres nomor urut 1 Anies Baswedan di debat ketiga.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tidak melanjutkan penelusuran terhadap laporan dari Pendekar Hukum Pemilu Bersih (PHPB) terkait dugaan fitnah lahan 340 ribu hektare yang disebut capres nomor urut 1 Anies Baswedan di debat ketiga. Hal itu lantaran tidak terpenuhinya unsur materil. “Nggak ini (tidak dilanjut), tidak memenuhi unsur materiil,” kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja kepada wartawan, Sabtu (27/1/2024).

Laporan itu dibuat oleh PHPB, Senin (8/1) di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat. Perwakilan (PHPB) Subadria Nuka mengatakan luas bidang tanah pribadi milik Prabowo yang disampaikan oleh Anies ialah tidak benar.

“Terkait bidang-bidang tanah yang dimiliki oleh Prabowo Subianto adalah seluas 340 hektare, maka hal tersebut adalah tidak benar,” kata Subadria Nuka dalam keterangannya.

“Karena diketahui tanah-tanah pribadi yang dimiliki oleh Prabowo Subianto adalah sebagaimana yang disampaikan didalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.

Prabowo tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 275.320.450.000,”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jangan Biarkan Jokowi Merusak Sistem Demokrasi demi Dinasti Politik dan Nepotisme

Next Post

Mengapa Anies Tidak Blusukan Seperti Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Mengapa Anies Tidak Blusukan Seperti Jokowi?

Mengapa Anies Tidak Blusukan Seperti Jokowi?

Sayang Anak, Jokowi Dijadwalkan Terjun Langsung Dalam Kampanye Prabowo -Gibran

Sayang Anak, Jokowi Dijadwalkan Terjun Langsung Dalam Kampanye Prabowo -Gibran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist