• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MENANGKAP AURA BULOG

by
February 1, 2025
in Economy, Feature
0
Jokowi Menyerah, Produksi Beras Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Beras, Indonesia Sulit Hentikan Impor Beras
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Diterjemahkan secara bebas, “Aura Bulog” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan citra atau reputasi yang positif dan kuat dari Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam mengelola logistik dan penyediaan bahan pangan di Indonesia untuk terciptanya stabilitas pasokan dan harga pangan.

Dalam perkembangannyq, Aura Bulog dapat dipahami sebagai suatu kombinasi dari faktor-faktor seperti pertama sisi kredibilitas. Artinya, Bulog dianggap sebagai lembaga yang kredibel dan dapat dipercaya dalam mengelola logistik dan penyediaan bahan pangan. Kedua, sisi profesionalisme. Artinya, Bulog dianggap sebagai lembaga yang profesional dalam mengelola logistik dan penyediaan bahan pangan.

Ketiga, sisi efisiensi. Artinya, Bulog dianggap sebagai lembaga yang efisien dalam mengelola logistik dan penyediaan bahan pangan. Keempat, sisi transparansi. Artinya, Bulog dianggap sebagai lembaga yang transparan dalam mengelola logistik dan penyediaan bahan pangan.

Aura Bulog yang positif dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Bulog dan meningkatkan efektivitas dalam mengelola logistik dan penyediaan bahan pangan di Indonesia. Itu sebabnya, menjadi sangat masuk akal bila Presiden Prabowo memberi perhatian khusus terkait keberadaan Bulog di negeri ini.

Di sisi lain, menurut “purwadaksi” nya, Bulog adalah lembaga parastatal. Dari banyak literatur, dalam kaitannya dengan dunia pertanian tanaman pangan, lembaga parastatal adalah lembaga yang umumnya didirikan untuk membantu melakukan pengadaan dan pembelian produk petani pada saat musim panen dan melakukan operasi pasar pada masa-masa sulit/peceklik.

Dalam bahasa lain, lembaga parastatal adalah lembaga atau badan yang berstatus sebagai perusahaan negara atau lembaga pemerintah yang menjalankan usaha atau kegiatan ekonomi, tetapi tidak sepenuhnya dikelola oleh pemerintah. Lembaga ini memiliki otonomi tertentu dan bertujuan mencapai tujuan publik serta menghasilkan pendapatan.

Beberapa fungsi lembaga parastatal antara lain, melayani kepentingan publik; mengembangkan ekonomi negara; meningkatkan kesejahteraan masyarakat; menghasilkan pendapatan negara dan menyediakan layanan strategis. Transformasi kelembagaan Perum Bulog dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Bulog dalam arti sebagai lembaga otonom Pemerintah, merupakan bagian dari semangat revitalisasi yang dimaksud.

Sebagai Menteri Koordinator bidang Pangan, Bung Zulhas tampak cukup proaktif dalam menuntaskan transformasi kelembagaan Perum Bulog. Gerak cepat menyelesaikan masalah sepertinya sudah menjadi karakter Bung Zulhas, yang selalu ingin menjawab masalah dengan segera. Prinsip ” kalau bisa diperlambat, mengapa harus dipercepat”, rupanya tidak pernah ada dalam kamus kehidupannya.

Setidaknya ada dua harapan besar, mengapa Presiden Prabowo meminta kepada para pembantunya untuk melakukan transformasi kelembagaan Perum Bulog dari statusnya sebagai BUMN menjadi Lembaga Otonom Pemerintah yang langsung dibawah Presiden. Pertama agar Bulog betul-betul tampil menjadi lembaga handal dalan posisinya selaku stabilisator pasokan dan harga pangan dan kedua, mendekatkan “suasana kebatinab” Bulog dengan petani.

Langkah mewujudkan swasembada pangan, tidak mungkin tercapai jika hanya digarap Pemerintah. Bagaimana pun rumitnya, pencapaian swasembada pangan sangat penting melibatkan segenap komponen bangsa, yang dalam bahasa perencanaan disebut “penta helix”. Itu sebabnya, sejak perencanaan, sebaiknya para pemangku kepentingan ini dilibatkan, sehingga tidak ada kesan, mereka hanya sebatas jadi penonton.

Bulog sebagai lembaga parastatal yang akan ditransformasikan dari sebuah Perusahaan Plat Merah menjadi lembaga otonom Pemerintah, sebetulnya bukan hal baru yang kita lakukan. Sejak Bulog dilahirkan statusnya memang bukan BUMN, tapi merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), yakni lembaga pemerintah yang tidak termasuk dalam struktur departemen pemerintah, tetapi masih berada di bawah pengawasan dan koordinasi pemerintah.

Ciri-ciri LPND sendiri, tidak termasuk dalam struktur departemen; memiliki otonomi tertentu; berada di bawah pengawasan pemerintah; memiliki tugas dan fungsi khusus dan dibiayai oleh anggaran negara. Sedangkan
fungsi utama LPND adalah melaksanakan tugas khusus; memberikan pelayanan publik; mengembangkan kebijakan; mengawasi dan mengatur dan menyediakan informasi.

Atas dasar pengalaman Bulog sebagai LPND, maka wajar-wajar saja jika Bung Zulhas terekam cukup cepat menjawab perubahan status Perum Bulog. Ini seirama dengan harapan Presiden Prabowo agar “Bulog Baru” langsung berkiprah menopang terwujudnya swasembada pangan.

Tidak lama lagi regulasi pembentukan Bulog Baru akan diterbitkan Pemerintah. Pertanyaannya adalah bagaimana dengan implementasinya di lapangan ? Apakah sudah terancang dalam 3 tahun ke depan “peta jalan” pencapaian swasembada pangan ? Roadmap ini penting, karena swasembada pangan merupakan program yang sifatnya multi-sektor, dimana pencapaiannya butuh “keroyokan” dari segenap komponen bangsa.

Sebagai refrensi, tidak ada salahnya, bila kita belajar dari pengalaman kisah sukses meraih swasembada beras 1984. Para penentu kebijakan pangan, baik Pusat atau Daerah, sudah waktu nya memberi penghormatan kepada Pemerintahan Orde Baru yang telah mampu mengharumkan nama bangsa dan negara atas keberhasilannya meraih swasembada beras.

Tugas kita selanjutnya adalah menilai dengan jujur, hal-hal apa saja yang membuat saat itu, bangsa ini dapat menggenjot produksi sangat tinggi, sehingga mampu swasembada ? Tak kalah penting dicermati, bagaimana peran Bulog saat itu ? Ayo kita ikuti perkembangannya dengan seksama. Kurun waktu 3 tahun, bukanlah saat untuk berleha-leha, namun menuntut kerja keras dan kerja cerdas. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Will the New Governor Change Jakarta for the Better?

Next Post

Solusi Rumah untuk Aktivis: Dari Diskusi Bisnis ke Peluang Hunian

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Solusi Rumah untuk Aktivis: Dari Diskusi Bisnis ke Peluang Hunian

Solusi Rumah untuk Aktivis: Dari Diskusi Bisnis ke Peluang Hunian

Sertifikat HGB-HGU: Asli Tapi Palsu – Alat Legalisasi Untuk Mengusir Rakyat

Sertifikat HGB-HGU: Asli Tapi Palsu – Alat Legalisasi Untuk Mengusir Rakyat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...