• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Sertifikat HGB-HGU: Asli Tapi Palsu – Alat Legalisasi Untuk Mengusir Rakyat

Ali Syarief by Ali Syarief
February 1, 2025
in Birokrasi, Crime, Feature
0
Sertifikat HGB-HGU: Asli Tapi Palsu – Alat Legalisasi Untuk Mengusir Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sistem administrasi pertanahan, sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU) merupakan dua instrumen legal yang seharusnya menjadi jaminan kepastian hukum bagi pemiliknya. Namun, di era pemerintahan Jokowi, dua dokumen ini sering kali menjadi alat legitimasi kepentingan tertentu, bahkan diduga dipermainkan untuk melayani segelintir elit dengan mengabaikan asas keadilan bagi rakyat kecil. Klaim bahwa semua proses legalitas telah dilalui pun kerap dipertanyakan, mengingat kasus-kasus sengketa tanah yang tak kunjung usai dan semakin maraknya penguasaan tanah oleh korporasi besar dengan dalih sertifikasi formal yang sah.

HGB dan HGU: Manipulasi Legalitas?

Dalam beberapa kasus, pemerintah Jokowi kerap mengklaim bahwa penerbitan sertifikat HGB dan HGU telah melalui proses hukum yang benar. Namun, apakah legalitas yang diklaim ini benar-benar mencerminkan keadilan? Banyak tanah yang sebelumnya merupakan tanah adat atau milik masyarakat kecil tiba-tiba berubah statusnya menjadi lahan konsesi korporasi dengan dasar sertifikat yang dilegalkan oleh negara. Fenomena ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan tetapi juga di daerah pedesaan dan wilayah adat yang kaya akan sumber daya alam.

Kasus-kasus seperti konflik agraria di Rempang, konsesi perkebunan sawit di Kalimantan, hingga penggusuran warga di berbagai daerah demi proyek strategis nasional menunjukkan betapa dokumen legal bisa menjadi alat perampasan terselubung. Dalam banyak kasus, warga yang telah bertahun-tahun menempati tanahnya tiba-tiba digusur dengan alasan lahan tersebut telah memiliki sertifikat HGU yang diberikan kepada korporasi tertentu. Mereka yang mempertanyakan keabsahan sertifikat tersebut sering kali dihadapkan pada ketidakjelasan proses penerbitannya dan minimnya transparansi pemerintah dalam menangani sengketa tanah.

Asli Tapi Palsu: Legalisasi yang Dipaksakan

Fenomena sertifikat HGB-HGU yang “asli tapi palsu” mencerminkan bagaimana legalitas di era Jokowi lebih banyak berfungsi sebagai alat justifikasi daripada sebagai jaminan keadilan. Dokumen yang secara hukum sah, namun dalam praktiknya dibuat dengan cara yang merugikan masyarakat, sama halnya dengan bentuk pemalsuan yang dilegalkan. Legalitas tidak hanya tentang ada atau tidaknya dokumen resmi, tetapi juga tentang bagaimana dokumen itu diterbitkan dan apakah prosesnya adil serta berpihak pada kepentingan rakyat.

Dalam konteks ini, praktik pemerintah Jokowi dalam mengelola isu pertanahan mirip dengan polemik yang hingga kini masih menyelimuti ijazah Jokowi sendiri. Hingga saat ini, keaslian ijazahnya masih menjadi misteri yang terus dipertanyakan. Berulang kali ia mengklaim bahwa ijazahnya sah, namun tidak pernah memperlihatkan dokumen aslinya secara terbuka kepada publik. Hal ini menimbulkan keraguan, bukan hanya mengenai pendidikan Jokowi, tetapi juga tentang transparansi dan akuntabilitas pemerintahannya secara keseluruhan.

Menimbang Kredibilitas Pemerintah dalam Legalitas

Jika pemerintah bisa mengklaim bahwa sertifikat HGB-HGU sah karena telah melalui prosedur administrasi yang formal, maka seharusnya hal yang sama berlaku untuk dokumen-dokumen lainnya, termasuk ijazah presiden. Namun, kenyataannya, transparansi dalam kedua hal ini sangat berbeda. Dalam kasus sertifikasi tanah, rakyat dipaksa untuk menerima klaim legalitas meskipun faktanya banyak kejanggalan terjadi di lapangan. Sementara itu, dalam kasus ijazah, pemerintah justru bersikeras menolak untuk membuka fakta yang seharusnya bisa menjernihkan segala keraguan.

Keberpihakan pemerintah terhadap oligarki, serta kecenderungan untuk menggunakan legalitas sebagai alat justifikasi, menunjukkan bahwa hukum dan dokumen resmi di era Jokowi lebih sering digunakan untuk melanggengkan kekuasaan daripada sebagai alat untuk menegakkan keadilan. Jika rakyat terus-menerus dipaksa menerima legalitas yang “asli tapi palsu”, maka kepercayaan terhadap institusi negara akan semakin terkikis, dan ini bisa menjadi bom waktu bagi stabilitas sosial dan politik di Indonesia.

Kesimpulan

Ketika pemerintah bermain-main dengan legalitas, baik dalam urusan sertifikasi tanah maupun dalam klaim atas dokumen pribadi, maka yang terancam bukan hanya hak-hak masyarakat tetapi juga kredibilitas negara itu sendiri. Jika legalitas hanya menjadi alat manipulasi kekuasaan, maka yang terjadi bukanlah kepastian hukum, melainkan legalisasi ketidakadilan. Dalam konteks ini, pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah: apakah pemerintah benar-benar menjalankan hukum untuk melindungi rakyat, ataukah justru menggunakannya sebagai tameng untuk kepentingan tertentu? Sampai transparansi ditegakkan, rakyat akan terus mempertanyakan: apakah yang sah benar-benar adil, dan apakah yang legal benar-benar jujur?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Solusi Rumah untuk Aktivis: Dari Diskusi Bisnis ke Peluang Hunian

Next Post

Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-Cita dan Realita – “Panggung Wapres Ditimpuki Penonton”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Next Post
Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-Cita dan Realita – “Panggung Wapres Ditimpuki Penonton”

Makan Bergizi Gratis: Antara Cita-Cita dan Realita - "Panggung Wapres Ditimpuki Penonton"

Wawasan: Pemikiran tentang Filosofi Manajemen Berbagai Perusahaan Jepang

Wawasan: Pemikiran tentang Filosofi Manajemen Berbagai Perusahaan Jepang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...