• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mencari Kuda Hitam Pengganti Anies Baswedan

fusilat by fusilat
May 23, 2022
in Feature
0
Mencari Kuda Hitam Pengganti Anies Baswedan

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Bahtiar. Kuda hitam penjabat gubernur DKI? Foto: Montase (Mindra Purnomo)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sudrajat | Wartawan detik.com

Tahun ini kepala daerah di tujuh provinsi, 18 kota, dan 76 kabupaten akan habis masa jabatannya. Dari jumlah itu, satu yang paling menjadi sorotan yakni Provinsi DKI Jakarta. Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria akan berakhir masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2022.
Khusus untuk DKI, sejak beberapa waktu lalu sejumlah pihak sudah mulai memunculkan nama-nama kandidat yang dinilai pantas menjadi penjabat gubernur kelak. M Taufiq dari Gerindra, misalnya, menyebut Sekda DKI Marullah Matali, Kepala Sekretariat Kepresidenan Budi Heru Hartono, dan Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro sebagai kandidat.

Belakangan, Taufiq juga menyebut nama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran layak dipertimbangkan. Pada 2018 memang ada preseden dua jenderal polisi aktif yang ditunjuk sebagai penjabat daerah, yaitu Komjen M Iriawan, Asisten Operasi Kapolri, menjabat sebagai Plt. Gubernur Jawa Barat, dan Irjen Martuani Sormin sebagai Plt. Gubernur Sumatera Utara. Sebelumnya, ada nama Irjen Carlo Brix Teewu yang menjadi Pjs Gubernur Sulawesi Barat pada Desember 2016 – Januari 2017.

Tapi Taufik alpa, pada 22 April lalu Mahkamah Konstitusi tegas melarang TNI/Polri aktif menempati pos sipil. Hal ini merujuk Pasal 28 ayat (3) UU 2/2002 bahwa anggota Polri dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.

Begitu juga dengan TNI. Pasal 47 UU 34/2004 pada pokoknya menyatakan prajurit TNI hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan,

Kembali ke tiga nama yang pertama disebut Taufiq, politisi PDIP yang juga mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengarahkan dukungan kepada Heru. Selain pernah menjadi Wali Kota Jakarta Utara pada 2014, dia menyebut Heru sebagai sosok pekerja keras dan mengayomi. Pengalamannya di pemerintahan DKI cukup lengkap. Dari Jakarta Utara Budi Heru Hartono menempati posisi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jakarta. Sejak 20 Juli 2017 dia kemudian mendampingi Presiden Jokowi sebagai Kepala Sekretariat Kepresidenan.

UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada memang mengamanatkan bahwa penjabat gubernur berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat di jabatan pimpinan tinggi madya atau setara Eselon I. Pasal 19 UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN menyebut langsung “Kepala Sekretariat Presiden” sebagai jabatan pimpinan tinggi madya atau setara Eselon I.

“Jabatan pimpinan tinggi madya meliputi sekretaris jenderal kementerian, sekretaris kementerian, sekretaris utama, sekretaris jenderal kesekretariatan lembaga negara, sekretaris jenderal lembaga non-struktural, direktur jenderal, deputi, inspektur jenderal, inspektur utama, kepala badan, staf ahli menteri, kepala sekretariat presiden, kepala sekretariat wakil presiden, sekretaris militer presiden, kepala sekretariat dewan pertimbangan presiden, sekretaris daerah provinsi, dan jabatan lain yang setara.”

Hal itu kemudian ditafsirkan sebagai keunggulan atau kelebihan lain dari Heru dibanding dengan nama lainnya. Tapi ada juga yang menilai sebaliknya. Bila Pj Gubernur DKI adalah sosok yang tidak memiliki relasi politik dengan Istana Negara, kontestasi Pilgub DKI 2024 bakal berjalan lebih fair. Sebaliknya, bila Pj Gubernur DKI Jakarta membawa misi politik Istana maka itu akan mempengaruhi peta politik di Pilgub DKI nanti.

Diakui atau tidak, sosok Anies Baswedan oleh sebagian masyarakat sudah kadung diposisikan sebagai antitesis dari Presiden Jokowi. Karena itu bukan mustahil bila ada nama lain selain yang telah beredar selama ini sebagai “kuda hitam” dengan memperhatikan aspek senioritas dan rekam jejaknya. Bila berkaca pada penunjukan pejabat gubernur DKI 2016, kala itu Presiden Jokowi menyetujui nama yang disodorkan Kementerian Dalam Negeri yakni Soni Sumarsono.

Waktu itu Soni adalah salah satu pejabat senior di Kemendagri yakni sebagai Direktur Jenderal bidang Otonomi Daerah (Dirjen Otda). Pada 2015, ia pernah menduduki posisi yang sama sebagai Plt. Gubernur Sulawesi Utara. Kali ini, Dirjen Otda Akmal Malik telah diserahi tanggung jawab sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Barat sejak 12 Mei lalu.

Jabatan lain yang setara adalah Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Bahtiar. Seperti Soni, dia juga merupakan pejabat karier di Kemendagri. Bahtiar antara lain pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Direktur Perundang-undangan, lalu Dirjen Polpum sejak 27 Juli 2020. Bahtiar juga pernah menjadi Pjs Gubernur Kepulauan Riau pada 2020.

Di luar itu masih ada pejabat Eselon I lainnya di lingkungan Kemendagri antara lain Sekjen Kemendagri, Muhammad Hudori, Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Dirjen Bina Keuangan Daerah, Mochamad Ardian N, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Hari Nur Cahya Murni, dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Agus Fatoni.

Tapi terlepas dari soal nama dan rekam jejak, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk menjadi penjabat gubernur DKI yang sebagian masyarakatnya secara laten masih terbelah. Selain bersih dan jujur, juga menjaga netralitas dan punya kemampuan komunikasi yang baik untuk menjalin silaturahmi dengan berbagai kalangan masyarakat.

Penjabat Gubernur DKI kelak setidaknya harus bisa meneladani Soni Soemarsono yang pernah mengemban tugas tersebut pada 2016. Apalagi kala itu hubungan Gubernur Ahok dan DPRD sangat tidak harmonis. “Kalau penjabat gubernur tidak netral, akan dihajar kiri-kanan,” kata Soni.

Dikutip dari detik.com, Senin 23 Mei 2022.

Artikel Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Buntut Kibarkan Bendera LGBT, Kemlu RI Panggil Duta Besar Inggris

Next Post

Harga Cabai hingga Beras Kompak Melonjak

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Harga Cabai hingga Beras Kompak Melonjak

Harga Cabai hingga Beras Kompak Melonjak

7 Provinsi ini Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei-Agustus 2022

7 Provinsi ini Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei-Agustus 2022

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist