• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mencurigai Ide “Gila” Bamsoet Tunda Pemilu

fusilat by fusilat
December 9, 2022
in Feature
0
Mencurigai Ide “Gila” Bamsoet Tunda Pemilu
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Kemarin sibuk mengusulkan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, kini melempar ide penundaan Pemilu 2024.

Itulah yang dilakukan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet. Kita pun patut mencurigai apa maksud sesungguhnya di balik ide “gila” yang ia lontarkan melalui tayangan YouTube Poltracking Indonesia, Kamis (8/12/2022), itu.

“Gila”? Betapa tidak! Pertama, dia sebut situasi politik saat ini memanas sehingga Pemilu 2024 perlu dipikirkan ulang. Maksudnya tentu saja untuk ditunda. Apalagi, katanya, saat ini Indonesia sedang menghadapi bencana alam dan ketidakpastian ekonomi global.

Pertanyaannya, suhu politik mana yang memanas? Episentrum politik adalah DPR dan Istana. DPR “adem-ayem” saja, relatif tidak ada perseteruan signifikan. Sebab, mayoritas fraksi masuk koalisi pendukung pemerintah, termasuk Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN). Praktis fraksi oposisi tinggal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat saja yang jumlah kursinya “tak seberapa” dibanding fraksi koalisi. Jadi, praktis pengambilan keputusan politik di DPR berjalan relatif “smoot”.

Saat pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang kontroversial itu, Senin (5/12/2022), misalnya. Meski ada yang riak-riak protes, termasuk seorang politikus PKS yang “walk out”, Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR dari Gerindra, tetap mengetukkan palu godamnya. KUHP baru yang berlaku untuk menggantikan KUHP lama warisan kolonial Belanda yang berlaku sejak 1918 pun sah menjadi undang-undang. 

Begitu pun saat pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Saat itu suhu politik di Senayan bahkan lebih panas dari sekarang, karena ada gelombang protes demonstrasi massa buruh dan mahasiswa.

Saat pembahasan hingga pengesahan RKUHP memang sempat ada aksi demonstrasi di Senayan, tapi skalanya relatif kecil sehingga tidak sampai memanaskan suhu politik. 

Kalau di media sosial atau dunia maya ada suasana panas antara pendukung pemerintah dan oposisi, hal itu masih dalam batas kewajaran, tak pernah memicu gesekan di dunia nyata.

Suhu politik di Istana, Gambir, pun dari luar tampak “adem-ayem” saja, meski di dalamnya mungkin bergejolak bak magma Gunung Semeru ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dihadapkan pada menggunungnya utang luar negeri dan pembiayaan proyek-proyek ambisius semacam Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Tapi tak ada isu “reshuffle” kabinet. Proses pergantian Panglima TNI dari Jenderal Andika Perkasa kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono pun sudah berjalan dengan “smoot”.

Yang terjadi sesungguhnya adalah keresahan masyarakat akibat kenaikan harga sembako menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah dilakukan pemerintah di tengah krisis ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19. Dalam konteks ini sebagian masyarakat, kalau tidak boleh dikatakan mayoritas, dan kalau mau jujur, justru lebih menghendaki pemilu cepat-cepat digelar, bukan malah diundur. Lebih cepat lebih baik.

Kedua, Bamsoet berdalih, berdasarkan hasil survei Poltracking, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah saat ini justru meningkat, bahkan menembus angka 73,2 persen. Hal itu lalu diterjemahkan Bamsoet sebagai sinyal keinginan rakyat untuk tetap dipimpin Presiden Joko Widodo. Dengan kata lain, jabatan Presiden Jokowi perlu diperpanjang. Alamak! 

Ketiga, sudah berkali-kali Jokowi menyatakan langsung penolakannya terhadap penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden atau presiden tiga periode. Jokowi mengaku akan patuh dan taat asas pada konstitusi, yakni presiden hanya boleh menjabat maksimal dua periode sesuai amanat Pasal 7 UUD 1945.

Bahwa ada pendukungnya yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden atau bahkan presiden tiga periode, dengan dalih demokrasi Jokowi mengaku tak bisa melarang, apalagi itu masih sebatas wacana. Seperti ia juga tidak bisa melarang ketika ada wacana Jokowi mundur atau ganti presiden. Ini demokrasi, Bung! Begitu kira-kira batin Jokowi. 

Pertanyaannya, mengapa Bamsoet tetap ngotot mewacanakan penundaan pemilu yang otomotis berimplikasi pada perpanjangan masa jabatan presiden, DPR dan DPD? Ada “hidden agenda” apa? Di sinilah kita patut curiga terhadap ide “gila” Bamsoet.

Ide penundaan pemilu kali ini bukan yang pertama kali dilontarkan Bamsoet. Sudah sejak setahun lalu, bahkan mungkin lebih, politikus Partai Golkar ini mendesak-desakan idenya agar MPR kembali mekakukan amandemen UUD 1945 untuk memasukkan Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN). 

Amandemen, kata Bamsoet, hanya sebatas untuk memasukkan PPHN saja, tidak akan merembet ke Pasal 7 soal masa jabatan presiden. Namun publik tak yakin. Publik mencurigai Pasal 7 UUD 1945 akan diutak-atik supaya Jokowi bisa menjabat tiga periode. Sebab itu, publik menolak. 

Terkait banyaknya protes soal wacana penundaan pemilu, saat itu Bamsoet manyatakan, jika MPR setuju maka gedung DPR/MPR bisa dibakar rakyat dan para wakil rakyat bisa dibunuh.

Kini, ketika kontroversi soal isu penundaan pemilu mulai mereda, mengapa Bamsoet justru memunculkannya lagi? Apa ia punya agenda terselubung agar MPR (DPR dan DPD) juga diperpanjang masa jabatannya, misalnya, sehingga selama masa penundaan itu mereka tetap menjadi anggota MPR tanpa harus melalui pemilu lagi yang bisa membuat mereka “berdarah-darah”?

Agaknya Bamsoet alpa bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Bamsoet juga mungkin alpa bahwa bangsa ini sudah sangat berpengalaman dalam menyelenggarakan pemilu yang demokratis, aman dan damai. Lalu apa yang dia khawatirkan, kalau tidak ada “hidden agenda”?

Justru kalau Pemilu 2024 sampai ditunda, rakyat bisa marah. Kalau rakyat sudah marah, siapa pun tak mampu membendungnya. Reformasi 1998 contohnya. Vox populi vox Dei!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Panda Nababan VS Rizal Ramli: Membaca Kekuatan dan Kemampuan Jokowi Pasca Lengser

Next Post

Era Baru’ China Arab Saudi Tandatangani Kesepakatan Strategis

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Era Baru’ China Arab Saudi Tandatangani Kesepakatan Strategis

Era Baru' China Arab Saudi Tandatangani Kesepakatan Strategis

Borel : Perang Ukraina Menunjukkan UE Tidak Punya ‘Kemampuan Pertahana Kritis

Borel : Perang Ukraina Menunjukkan UE Tidak Punya 'Kemampuan Pertahana Kritis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist