• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menelisik Misi Ke Bangsaan AHY Melalui “Let’s Break Zero Sum Game”

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
November 22, 2022
in Feature
0
Menelisik Misi Ke Bangsaan AHY Melalui “Let’s Break Zero Sum Game”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhamad Yamin Nasution

Tidak ada keputusan yang lebih penting bagi setiap warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih, untuk memilih siapa yang akan menjadi Presiden berikutnya. Alasan sederhana saat seorang presiden menjabat, dia akan menjadi tokoh utama dan sentral dalam pemerintahan Indonesia. Secara de facto dan de jure akan menjadi pemimpin yang di akui global. Secara sederhana bahwa – tidak ada posisi, jabatan yang lebih berkuasa, kuat, dan yang lebih berpengaruh (influence) yang di pegang seseorang, bahkan dengan mengorbankan hal terbesar dalam bernegara ini, yaitu keberhasilan, kemajuan atau sebaliknya perpecahan, kemiskinan, hingga perang saudara, yang paling buruk adalah bubarnya negara.

Memperhatikan cara bicara, bobot yang di sampaikan, dan sikap politisi khusunya calon pemimpin masa depan adalah keindahan tersendiri, lalu menuangkan dalam tulisan. dengan harapan dua hal; pertama,  memotivasi pembaca tentang pentingnya kwalisifikasi presiden yang relevan dan penting bagi kedepan. kedua, menentang pemilih untuk membantu proses perbaikan kwalitas pemilihan dan sehingga menghasilkan pemimpin yang ber-integritas tinggi. Melupakan kandidat yang membawa cara-cara klasik; seolah-olah merakyat, minim pengatahuan kenegaraan, dan umumnya manipulatif.

Saat ini kita hidup Dan tengah menghadapi dalam negara yang retak, serta sedang menghirup udara najis “impure air” demokrasi; mulai dari meningginya kesenjenangan sosial (kemiskinan) hingga dugaan mati kelaparan yang sudah cukup banyak terjadi, seorang Ibu harus mengakhiri hidup sendiri dan anak-anak mungilnya karena tak sanggup menghadapi tagihan hutang dari debt collector, polarisasi berkelanjutan karena pemimpin terpilih gagal menjadi role model pendidikan, sifat bunglon “chameleon” hukum yang berubah menjadi monster, dan orang- orang yang diduga menjadi buzzer-buzer kekuasan yang terus merusak, memprovokasi keindahan hidup berbangsa, Dan semua itu melukai negara. Bahkan tak jarang udara najis itu di produksi oleh penyelenggara negara.

Di luar cakrawala waktu adalah dunia yang berubah. Beberapa orang melihat melalui cakrawala itu dan melihat kedepan. Mereka percaya bahwa mimpi bisa kenyataan. Mereka sedang membuka mata kita dan mengangkat semangat masyarakat. Mereka sedang mengajak masyarakat untuk membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan kita (warga negara). Mereka berdiri teguh, percaya diri melawan angin perubahan (dampak-dampak negative perkembangan tekhnologi), dan memberi kita keberanian untuk melanjutkan jati diri bangsa, dan itu yang disebut kepemimpinan oleh  Kaouzes & Posner 1995.

Dalam acara Catatan Demokrasi program TVone, AHY berbicara dan menyinggung tentang Game Theory “zero sum game” bukan tidak beralasan, bahwa seluruh dunia telah bosan dengan karakter politik kontemporer, kuno, egois, dan manipulatif, seperti apa yang pernah di ajarkan Prof. Mahfud MD di Universitas – Universitas besar di Indonesia dalam politik hukum nasional, secara singkat mengatakan bahwa; politik tidak ada kawan sejati dan tidak ada musuh yang abadi, politik hanya berbicara tentang bagaimana merebut dan mempertahankan kekuasan, sedangkan oposisi bagaimana menjatuhkan kekuasan. Tentunya ini bukanlah politik yang diamanahkan oleh Pembukaan UUD 1945 aline ke-empat. Gagasan politik yang disampaikan oleh Prof. Mahfud adalah memuliakan yang menang sebagai pahlawan dan merendahkan yang kalah dengan tuduhan tidak siap dengan kekalahan atau memberikan tuduhan “jahat” kepadanya (yang kalah). Dan Executive Development International Leadership Association (ILA) sangat menentang konsep politik tersebut, harus ditinggalkan karena menjadi penyebab lahirnya polarisasi berkelanjutan dalam politik,korupsi, kemiskinan (Aldo Boitano De Moras, Raúl Lagomarsino Dutra, Erick Schockman “Breaking Zero Sum Game: Transforming Societies Through Inclusive Leadership” 2017).[1]

Karakteristik kepemimpinan politik “zero sum game” yang dimaksud umumnya;

  • Egois

Pada acara Roundtable Discussion bertajuk “Geopolitik dan Keamanan Internasional, Ekonomi Global dan Perubahan Iklim”, yang digelar The Yudhoyono Institute, di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2022) AHY menyerukan agar pemimpin bersatu menurun ego masing – masing dengan berkata;

“Mari kita duduk bersama, kita menghindari ego masing-masing. Ini juga seruan tentunya kepada semua negara yang memiliki perilaku yang agresif dalam menyelesaikan konflik atau perseturuan geopolitik,” [2]

Apa yang disampaikan oleh AHY bukan tidak beralasan, bahkan hal itu sejalan dengan penilitian International Leadership Association (ILA).

  • Minimnya Keterlibatan Publik (Social Society)

Pada hari kamis (13/10/2022) di Jakarta AHY juga melontarkan kritik atas penyelenggaraan G20 yang dianggap hanya “GIMIK” dengan mengatakan;

“Iya memang secara formal kita akan susun, yang jelas esensinya adalah kita ingin menjadi bagian, turut ambil peran bahwa urusan hubungan internasional bukan hanya milik antarpemerintah antarnegara, tapi juga civil society semacam TYI dan Universiti Kebangsaan Malaysia,”

Lebih lanjut

“Ada rekomendasi yang sifatnya bagaimana kalau nanti dalam pertemuan G20 bisa dilakukan pertemuan bilateral tapi yang meaningful, bukan gimik, benar-benar menjadi bagian dari semangat untuk mencari solusi bersama. Kalau hanya gimik politik, apalagi itu hanya sekadarnya itu menurut saya tidak akan terlalu berarti.”

“Tetapi kalau benar-benar jadi pertemuan, bukan hanya di antara negara-negara G20, tetapi ada di pojok-pojok pertemuan pertemuan bilateral antarpemimpin yang lebih konkret, untuk sekali lagi menemukan solusi untuk yang lebih baik untuk semua,” lanjut dia. [3]

Sherry Arnstein menjelaskan dalam teorinya “Ladder of Citizen Participation” (1969) bahwa Partisipasi Warga Negara adalah salah satu model yang paling banyak dirujuk dan berpengaruh di bidang partisipasi publik yang demokratis. Bagi para pemimpin lokal, penyelenggara, dan fasilitator yang ingin memahami teori-teori dasar keterlibatan dan partisipasi publik, dan cara lembaga dan pejabat publik yang diberdayakan menolak kekuasaan warga negara. Arnstein membuat delapan anak tangga partisipasi masyarakat yaitu; 1).Manipulasi (pemerintah dapat mengatakan semua demi rakyat, untuk kebaikan rakyat, namun tidak melibatkan yang memiliki kepentingan yang dimaksud. 2). Terapi, 3). Menginformasikan, 4).Konsultasi, 5).Penempatan, 6).Kemitraan, 7). Kekuasaan yang Didelegasikan, 8). Kontrol Warga.[4]

Sedangkan Prof. Mickey Lauria Ph.D dan Prof. Carissa Schively Sloterback dalam Learning From Arnstein’s Ladders: From Citizen Participation to Public Engagement” mengatakan bagaimana masyarakat Aceh dengan cepat sembuh dari traumatik berat akibat dampak Tsunami di era pemerintah SBY karena masyarakat dilibatkan dalam pembahasan kegiatan dan program yang akan dilakukan pemerintah, masyarakat dilibatkan dan turut serta mengatur apa yang diinginkan, ikut serta dalam mengelola program tersebut dari hal kecil hingga terbesar.[5]

  • Diktator

Angel Rabasa & John Haseman Military and Democracy in Indonesia (2002) penelitian yang dilakukan oleh gabungan Intelijen AS & SRND untuk kepentingan AS dan negara tetangga di Indonesia mengatakan, bahwa Indonesia akan kembali ke era kediktatoran pasca perlahan-lahan keluar dari reformasi dan memperbaiki ekonomi & demokrasi. Namun kembali terjebak ke kediktatoran dengan indikator-indikator sebagai berikut; 1). tidak terpilih pemimpin sipil yang kompeten, 2). lembaga – lembaga negara pasca reformasi tidak bekerja sebagai mana mestinya, dll [6)

Namun perlu kita fahami bahwa apabila ke egoisan melanda dalam bernegara maka setiap orang akan dibatasi, keterlibatan publik hilang, dan kita melihat hal pembentukan UU, tanpa melibatkan publik sama sekali.

Kesimpulan;

AHY sedang mengajak bersatunya warga negara ditengah tengah keretakan akhir- akhir ini, melalui lintas generasi, lintas budaya, lintas agama, lintas di siplin ilmu, melalui pemikiran, sehingga dapat di praktekkan oleh pemimpin-pemimpin kontemporer yang berpengaruh. Selanjutnya AHY seolah-olah mengajak  generasi muda untuk “Yok memilih pemimpin masa depan yang ber-integritas, dengan integritas seorang pemimpin akani dampak positive terhadap lingkungan nasional dan internasional. Tentunya pemikiran ini adalah pemikiran muda yang maju bahkan bertaraf internasional, namun apakah tokoh-tokoh politik kontemporer memahami apa yang di maksud oleh AHY?? menjadi pertanyaan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia yang akan di perlihatkan dalam prakteknya.

Sumber:

Aldo Boitano De Moras, Raúl Lagomarsino Dutra, Erick Schockman: “Breaking Zero Sum Game: Transforming Societies Through Inclusive Leadership” 2017

tribunnews.com https://www.tribunnews.com › ahy-… AHY Serukan Para Pemimpin Dunia Turunkan Ego Dalam … – Tribun

news.detik.com https://news.detik.com › berita AHY: Pertemuan G20 Jangan Hanya Gimik Politik – detikNews

organizingengagement.org https://organizingengagement.org › … Ladder of Citizen Participation – Organizing Engagement

Prof. Mickey Lauria Ph.D dan Prof. Carissa Schively Sloterback “Learning From Arnstein’s Ladders: From Citizen Participation to Public Engagement” 2020

Angel Rabasa dan John Haseman Military and Democracy in Indonesia 2002

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Positif Corona, Istri Ferdy Sambo Ikuti Sidang Virtual, Sambo Hadir Langsung

Next Post

Berseteru dengan Japto, Rumah Paman Wanda Hamidah Digeruduk Ratusan Orang, Ini Kata Polisi

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Berseteru dengan Japto, Rumah Paman Wanda Hamidah Digeruduk Ratusan Orang, Ini Kata Polisi

Berseteru dengan Japto, Rumah Paman Wanda Hamidah Digeruduk Ratusan Orang, Ini Kata Polisi

Apa Itu Sesar Cimandiri, Penyebab Gempa Cianjur M 5,6?

Ini Sejarah Gempa Cianjur sejak 1844

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist