• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Anies Tidak Perlu Masuk Parpol?

Ali Syarief by Ali Syarief
August 14, 2024
in Feature, Politik
0
Pekan Depan KPU Bagi 3 Zona Kampanye Pemilu Seiring Kampanye Akbar Mulai Diizinkan
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sistem presidensial seperti yang diterapkan di Indonesia, pemilih langsung memilih presiden berdasarkan kualitas pribadi kandidat, bukan yang diusung oleh partai politik. Berbeda dengan sistem parlementer di mana pemilih memilih partai dan pemimpin partai pemenang menjadi kepala pemerintahan. Dalam sistem presidensial, partai politik berfungsi sebagai kendaraan untuk mengusung kandidat terbaik yang mereka miliki, tidak selalu dari kader internal partai. Hal ini menunjukkan bahwa tokoh independen seperti Anies Baswedan tidak perlu menjadi anggota partai politik atau mendirikan partai baru untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Peran Partai Politik dalam Sistem Presidensial

Dalam sistem presidensial, partai politik memilih kandidat yang mereka anggap paling kompeten dan memiliki peluang menang terbesar dalam pemilihan. Tokoh yang memiliki popularitas, rekam jejak, dan kredibilitas tinggi akan menjadi incaran partai politik untuk diusung sebagai calon presiden, bahkan jika mereka bukan kader partai.

Misalnya, Kamala Harris, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, tidak memulai kariernya di tingkat nasional sebagai kader Partai Demokrat yang setia. Harris adalah seorang jaksa dan kemudian menjadi Jaksa Agung California sebelum terjun ke dunia politik. Partai Demokrat melihat potensi besar dalam dirinya, terutama dalam menarik dukungan dari berbagai kalangan, sehingga mengusungnya sebagai calon Wakil Presiden pada pemilihan 2020 bersama Joe Biden.

Contoh lain adalah Barack Obama, yang meskipun menjadi anggota Partai Demokrat, cepat naik ke panggung nasional dan menjadi kandidat presiden dalam waktu relatif singkat. Obama bukanlah seorang politikus senior dalam partai, tetapi partai melihat peluang besar dalam dirinya untuk memenangkan pemilihan dan membawa perubahan, sehingga mereka mendukung pencalonannya.

Contoh dari Amerika Serikat: Kamala Harris dan Lainnya

Kamala Harris adalah contoh nyata bagaimana partai politik dalam sistem presidensial memilih kandidat berdasarkan kemampuan dan popularitas mereka, bukan sekadar keanggotaan partai. Harris, meskipun tidak memiliki sejarah panjang dalam Partai Demokrat, dipilih karena profilnya yang menarik dan kemampuannya untuk menjangkau beragam pemilih. Harris tidak perlu menjadi kader lama partai untuk dipilih sebagai calon Wakil Presiden, yang menunjukkan fleksibilitas sistem presidensial dalam memilih kandidat terbaik.

Begitu pula dengan tokoh-tokoh lain seperti Michael Bloomberg, mantan wali kota New York City, yang meskipun bukan anggota partai yang dominan dan pernah menjadi kandidat independen, tetap memiliki daya tarik besar bagi partai politik karena sumber daya dan popularitasnya. Dalam pemilihan presiden 2020, meski akhirnya mundur dari pencalonan, Bloomberg sempat dipertimbangkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrat meski tidak pernah menjadi anggota setia partai tersebut.

Anies Baswedan: Kandidat yang Dicari Partai

Seperti Kamala Harris, Anies Baswedan memiliki semua atribut yang dicari oleh partai politik dalam sistem presidensial. Dengan rekam jejak sebagai Gubernur DKI Jakarta dan popularitasnya di tingkat nasional, Anies menjadi kandidat ideal bagi partai-partai besar yang mencari figur dengan potensi menang dalam pemilihan presiden. Partai-partai politik cenderung pragmatis, memilih kandidat yang memiliki daya tarik luas di kalangan pemilih, dan Anies memenuhi kriteria tersebut.

Oleh karena itu, Anies tidak perlu menjadi anggota partai politik atau mendirikan partai sendiri. Partai-partai besar akan berlomba-lomba untuk menawarkan dukungan dan platform mereka kepada Anies, karena mereka melihatnya sebagai sosok yang mampu memenangkan pemilihan dan memimpin negara.

Kesimpulan

Dalam sistem presidensial, partai politik memilih kandidat yang memiliki peluang menang terbesar, terlepas dari apakah mereka adalah anggota lama partai atau bukan. Kamala Harris dan tokoh lainnya menunjukkan bahwa partai akan memilih kandidat berdasarkan kapasitas dan popularitas mereka, bukan sekadar loyalitas partai. Anies Baswedan, dengan segala pencapaian dan popularitasnya, berada dalam posisi yang kuat untuk dipilih sebagai calon presiden oleh partai politik besar tanpa harus menjadi anggota atau mendirikan partai sendiri. Partai-partai tersebut akan mencari sosok seperti Anies untuk diusung, menjadikannya kandidat yang ideal tanpa terikat pada struktur partai tertentu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beringin dalam Genggaman Jokowi

Next Post

Paman Usman Melawan, Suhartoyo Tertawan, Pengadilan Layani Kekuasaan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Paman Usman Melawan, Suhartoyo Tertawan, Pengadilan Layani Kekuasaan

Paman Usman Melawan, Suhartoyo Tertawan, Pengadilan Layani Kekuasaan

Prerogatif Presiden: Menang atau Bergabung dengan Kedaulatan Rakyat?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist