• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengenal Karlina Supelli: Perempuan yang Memeluk Langit, Menyentuh Nurani

Ali Syarief by Ali Syarief
July 3, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Mengenal Karlina Supelli: Perempuan yang Memeluk Langit, Menyentuh Nurani
Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin, guru saya, seorang wartawan senior dari generasi yang pernah hidup di masa ketika idealisme masih diyakini dan dijunjung tinggi, membawa sesuatu yang aromanya tak lekang oleh waktu. Majalah Tempo, edisi 25 Mei–1 Juni 2025. Ia membukanya perlahan, seperti membuka kitab kenangan. Di halaman 62, kami berhenti. Di sana wajah Karlina Supelli menyapa, tak banyak berubah: mata yang bening, rambut perak yang mengalir, dan suara yang — dalam ingatan saya — selalu lebih mirip bisikan langit daripada seruan tanah.

Saya senang. Karena Karlina bukan hanya seorang tokoh, tetapi semacam lanskap: ada cakrawala di balik kata-katanya, ada musim gugur dalam diamnya, dan ada badai dalam lembutnya. Sudah lama saya mengikuti potongan-potongan videonya, dari seminar, wawancara, hingga diskusi terbuka. Tetapi dari Kang Tjetje — yang lebih tahu sisi manusiawi para manusia besar — saya mendengar sesuatu yang lebih hangat, lebih retak, lebih nyata.

Katanya, Karlina punya cara berjalan yang seperti tidak ingin menginjak bumi. Dan memang barangkali itu benar, karena ia bukan hanya berjalan di bumi, tetapi juga pernah menjelajah langit — secara literal. Ia seorang astronom. Tetapi langit yang ia bidik bukan hanya gugusan bintang, melainkan juga ruang batin manusia. Itulah mengapa ia juga menjadi filsuf.

Saya jadi ingat satu kalimatnya yang terpatri dalam kepala saya, “Jangan pernah menjadikan manusia sebagai alat.” Kalimat itu mungkin terdengar sederhana, hampir klise, tetapi dari mulut Karlina Supelli, ia menjadi seperti mantera. Karena ia ucapkan bukan dari podium kekuasaan, melainkan dari kaki bukit penderitaan, tempat ia berdiri bersama mereka yang ditindas, mereka yang disingkirkan.

Dan di situlah Karlina menjadi berbeda. Ia tak pernah nyaman di kursi empuk intelektual. Ia memilih berjalan, atau duduk bersila, bersama korban kekerasan seksual, para ibu yang kehilangan anak karena peluru negara, atau orang Papua yang hilang dalam kabut kekuasaan. Ia menyelipkan filsafat dalam pelipis luka.

Di satu video, ia menjawab pertanyaan mahasiswa yang bertanya, “Mengapa kita harus peduli pada mereka yang jauh dari kita?” Karlina menjawab pelan, “Karena rasa sakit tak punya peta.” Jawaban yang tak hanya bijak, tapi juga indah. Ia menunjukkan bahwa etika bukan soal hukum, tetapi soal nurani.


Majalah Tempo itu ditutup kembali oleh Kang Tjetje. Ia bercerita bahwa Karlina pernah menjadi semacam rem spiritual di tengah gaduhnya reformasi. Ia tidak pernah keras, tapi selalu jelas. Ia tak pernah kasar, tapi selalu menyentuh.

Saya kemudian berpikir: barangkali Karlina Supelli bukan hanya seorang perempuan, filsuf, atau ilmuwan. Ia adalah sejenis kesunyian yang menolak tunduk. Ia bukan orator, tetapi nyala api kecil yang cukup untuk menerangi jalan gelap. Dan karena nyalanya tak membakar, ia jarang disadari. Tetapi mereka yang paham cahaya akan selalu mencarinya.

Karlina mengajarkan bahwa menjadi manusia bukan sekadar hidup, tetapi menghidupi. Dan dalam dunia yang makin bising ini, suara pelan seperti miliknya adalah yang justru paling kita butuhkan.

Karena, seperti langit malam yang sunyi, ia menyembunyikan bintang-bintang.


Catatan:
Berikut pokok-pokok penting pemikiran Karlina Supelli:

  1. Humanisme dan Martabat Manusia
    Ia menekankan bahwa manusia harus dihormati sebagai tujuan, bukan alat. Pemikiran ini dipengaruhi oleh etika Kantian dan eksistensialisme.
  2. Kritik terhadap Kekuasaan Otoriter
    Karlina lantang mengkritik kekuasaan yang menindas, termasuk negara yang menggunakan rakyat sebagai alat mobilisasi politik.
  3. Kesadaran Kritis dan Etika Publik
    Ia mendorong masyarakat untuk berpikir kritis dan menuntut tanggung jawab moral dari para pemimpin, bukan sekadar kepatuhan hukum.
  4. Pembelaan terhadap Kaum Perempuan
    Sebagai feminis, ia membela hak perempuan dari kekerasan dan diskriminasi, dengan pendekatan yang filosofis dan inklusif.
  5. Filsafat sebagai Sarana Pembebasan
    Bagi Karlina, filsafat adalah jalan untuk merdeka dari dogma dan dominasi. Ia menekankan perlunya pendidikan filsafat bagi publik.
  6. Perlawanan terhadap Kekerasan dan Ketidakadilan
    Ia vokal menentang kekerasan negara dan memperjuangkan hak korban di berbagai konflik sosial-politik, dari Timor Leste hingga Papua.
  7. Kebebasan Berpikir dan Otonomi Intelektual
    Karlina menolak intelektual yang tunduk pada kuasa dan selalu mendorong pemikiran reflektif yang tidak tunduk pada pragmatisme.
  8. Solidaritas dan Kepedulian Sosial
    Etika baginya berakar pada kepedulian. Ia percaya bahwa penderitaan siapa pun, di mana pun, adalah urusan kita semua.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bila Akal Sehat Bicara: Gibran Layak Dimakzulkan

Next Post

Liburan atau Lari dari Gelar Perkara? Jokowi, Sampai Kapan Menghindar?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Seni Mencari Ijazah Jokowi Yang Asli

Liburan atau Lari dari Gelar Perkara? Jokowi, Sampai Kapan Menghindar?

Menjembatani Hukum dan Teknologi: Perjalanan Rio Panca Putra Membangun Ekosistem Digital Dokumen Legal

Menjembatani Hukum dan Teknologi: Perjalanan Rio Panca Putra Membangun Ekosistem Digital Dokumen Legal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...