• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MENGUKUR KEMAMPUAN BULOG: SERAP BERAS DAN JAGUNG

by
March 27, 2025
in Economy, Feature
0
Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA

Salah satu portal berita melaporkan bahwa pemerintah telah meminta Perum Bulog untuk menyerap beras dan jagung dari petani. Penyerapan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional yang dapat digunakan dalam upaya stabilisasi harga serta intervensi stok.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan bahwa Bulog ditugaskan untuk menyerap sebanyak 1 juta ton jagung sepanjang tahun 2025. Harga pembelian yang harus digunakan Bulog ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram (kg).

Selain menargetkan penyerapan jagung, pemerintah juga menargetkan Perum Bulog dapat menyerap 800 ribu ton setara beras hingga akhir Maret 2025. Saat ini, panen raya tengah berlangsung di berbagai daerah dan diperkirakan mencapai puncaknya pada April 2025. Dengan kondisi tersebut, hingga akhir Maret, Bulog diproyeksikan dapat menyerap antara 750 ribu hingga 800 ribu ton beras.

Sepanjang tahun 2025, target penyerapan beras oleh Bulog ditetapkan mencapai 2 juta ton sebagai bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Harga pembelian gabah kering panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kg, sebagaimana diatur dalam Keputusan Badan Pangan Nasional No. 2 Tahun 2025, yang kemudian disempurnakan oleh Keputusan Badan Pangan Nasional No. 14 Tahun 2025.

Tantangan Penyerapan dan Penyimpanan Gabah

Penugasan pemerintah kepada Perum Bulog ini jelas bukan tugas yang mudah. Tahun ini, pemerintah menerapkan kebijakan “satu harga” untuk HPP gabah sebesar Rp6.500 per kg. Menariknya, pemerintah juga mencabut persyaratan kadar air dan kadar hampa, yang sebelumnya menjadi standar dalam penjualan gabah kering panen kepada Perum Bulog dan offtaker lainnya.

Kebijakan “satu harga” ini memang menguntungkan petani, karena gabah dengan kadar air dan kadar hampa berapa pun tetap akan dibeli dengan harga Rp6.500 per kg. Artinya, petani tidak lagi terikat oleh batasan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%.

Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi besar. Pemerintah tetap berharap petani menghasilkan gabah berkualitas, meskipun kini tanpa ketentuan kadar air dan kadar hampa yang ketat. Di sisi lain, Perum Bulog harus memastikan bahwa gabah yang diserap tetap dapat disimpan dengan baik, mengingat sebagai BUMN, Bulog juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya.

Jika Bulog harus membeli gabah dalam kondisi “basah”, maka tantangan dalam penyimpanan akan semakin besar. Baru-baru ini saja, kasus ditemukannya beras berkutu di gudang Bulog menimbulkan kehebohan di masyarakat. Apalagi jika nantinya ditemukan adanya gabah berkecambah akibat penyimpanan yang tidak optimal, tentu Perum Bulog akan menjadi sasaran kritik.

Persoalan utama yang dihadapi Bulog ke depan adalah sejauh mana mereka mampu menyimpan gabah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Kasus beras berkutu yang terjadi belum lama ini jelas menunjukkan adanya masalah dalam proses penyimpanan beras yang dilakukan oleh Bulog.

Kapasitas Gudang dan Infrastruktur Penyimpanan

Sebagai operator pangan, Perum Bulog hanya menguasai sekitar 8–10% dari total stok beras yang beredar di Indonesia. Sisanya berada di tangan swasta dan rumah tangga. Namun, meskipun porsinya kecil, setiap kali muncul masalah, Bulog selalu menjadi sorotan utama.

Oleh karena itu, sejak dini, Perum Bulog perlu mengantisipasi tantangan penyimpanan gabah di gudang-gudangnya. Pertanyaannya, apakah Bulog memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai untuk menampung 2 hingga 3 juta ton setara beras? Apakah gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia masih layak digunakan, atau justru banyak yang sudah tidak terawat dengan baik? Tidak jarang ditemukan atap bocor, lantai lembab, serta keterbatasan anggaran perawatan gudang yang menjadi kendala.

Secara jujur, setelah Bulog diberikan tugas besar untuk menyerap gabah sebanyak mungkin, kini muncul masalah baru terkait penyimpanan yang membutuhkan perhatian serius. Bulog tidak bisa lagi hanya bertindak sebagai “pemadam kebakaran” yang bergerak setelah masalah muncul. Sebaliknya, langkah-langkah antisipatif harus diterapkan agar masalah tidak terjadi sejak awal.

Perlunya Deteksi Dini dan Tata Kelola Profesional

Di sinilah pentingnya pendekatan deteksi dini. Sebagai operator pangan, Bulog harus mampu membaca dinamika yang terjadi. Dalam konteks penyimpanan gabah dan beras dalam jumlah besar, tata kelola yang profesional menjadi kunci utama. Petugas yang bertanggung jawab atas gudang-gudang Bulog harus memiliki kompetensi dalam memastikan bahwa stok pangan tetap terjaga kualitasnya.

Untuk mengukur kemampuan Bulog dalam melakukan penyerapan gabah dan jagung, diperlukan perencanaan dan penerapan strategi yang utuh, holistik, dan komprehensif. Salah satu pekerjaan rumah (PR) penting adalah sejauh mana desain perencanaan yang disusun mampu dieksekusi dengan penuh tanggung jawab.

Semoga tulisan ini menjadi bahan perenungan bersama.
(PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siang ini Tol Cipali Diberlakukan One way

Next Post

Eks Presidium GMNI dan Narasi Perlawanan: “Seandainya Rakyat Punya Senjata”

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Next Post
Eks Presidium GMNI dan Narasi Perlawanan: “Seandainya Rakyat Punya Senjata”

Eks Presidium GMNI dan Narasi Perlawanan: "Seandainya Rakyat Punya Senjata"

Kembalinya Dwifungsi TNI dan Corak Militeristik Pemerintahan Prabowo-Gibran

Revisi UU TNI di DPR dan JR UU TNI di MK oleh Prajurit TNI: Legalisasi Arus Balik Reformasi Militer

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...