• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Menjaga Marwah DPR RI – Berani Menegur Dirinya Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
November 3, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Menjaga Marwah DPR RI – Berani Menegur Dirinya Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

Lembaga yang berwibawa bukan yang bebas dari cela, melainkan yang berani menegur dirinya sendiri. Kini, giliran DPR membuktikannya.

FusilatNews – Ada yang menarik dari keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pekan ini. Di tengah kelelahan publik menatap wajah parlemen yang kian kehilangan wibawa, MKD justru menyalakan sedikit bara harapan. Lembaga ini menyatakan akan melanjutkan penanganan dugaan pelanggaran kode etik terhadap lima anggota DPR yang sudah lebih dulu dinonaktifkan oleh partainya masing-masing: Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Nasdem, Adies Kadir dari Golkar, serta Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN.

Rapat internal MKD yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, menjadi penanda bahwa lembaga pengawas etika di Senayan ini belum sepenuhnya mati rasa. Ketua MKD, Nazaruddin Dek Gam, menegaskan bahwa kelima perkara telah memenuhi tata beracara dan akan dilanjutkan ke tahap persidangan etik. “MKD akan terus menjalankan tugas konstitusionalnya,” ujarnya. Pernyataan yang terdengar formal dan biasa saja—tapi di tengah citra DPR yang tengah jatuh, kalimat itu bisa jadi berarti luar biasa.


Kelima anggota DPR yang kini duduk di kursi teradu adalah buah dari gelombang protes publik yang menggema di penghujung Agustus lalu. Aksi demonstrasi besar-besaran menuntut akuntabilitas wakil rakyat itu berujung pada tekanan moral bagi partai-partai politik untuk bersikap. Publik sudah terlalu muak dengan sikap elitis dan empati yang kian menipis dari orang-orang yang mereka pilih.

Ahmad Sahroni, misalnya, memantik amarah publik ketika menyebut usulan pembubaran DPR sebagai “pendapat orang tolol”. Ucapannya itu seperti bensin yang disiram ke bara. Dalam situasi sosial yang penuh ketegangan akibat kebijakan pemerintah yang tak populer, pernyataan itu menjadi simbol jarak antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakilinya.

Rekan satu fraksinya, Nafa Urbach, tak kalah memantik kontroversi. Ia membela kenaikan tunjangan DPR dengan alasan macetnya perjalanan dari rumahnya di Bintaro ke Senayan. Sebuah alasan yang mungkin masuk akal bagi kalangan selebritas, tapi terasa menyakitkan di telinga warga yang saban hari berdesakan di KRL untuk bekerja.

Dari kubu PAN, dua figur publik yang juga selebritas, Eko Patrio dan Uya Kuya, dinonaktifkan setelah berjoget seusai Sidang Tahunan MPR. Bagi mereka, mungkin itu sekadar hiburan. Tapi di mata publik, itu adalah simbol kecerobohan: pesta kecil di atas panggung politik yang seharusnya diselimuti tanggung jawab.

Sementara dari Golkar, Wakil Ketua DPR Adies Kadir tersandung akibat pernyataannya yang menyesatkan soal kenaikan tunjangan. Meski kemudian mengakui kekeliruan dan meminta maaf, citranya telanjur rusak.


Keputusan MKD untuk melanjutkan sidang etik terhadap lima anggota ini sejatinya bukan hanya soal pelanggaran kode etik, melainkan juga ujian bagi DPR sendiri—apakah lembaga ini masih punya nurani kelembagaan. MKD sering kali dianggap sebagai “gigi tumpul” dalam menegakkan etika di parlemen. Sidang-sidangnya jarang berujung pada sanksi yang memberi efek jera. Namun kali ini, situasinya berbeda.

Publik sudah tak sabar. Gelombang kritik terhadap DPR bukan semata soal perilaku personal, tapi tentang moral institusi. Tentang bagaimana lembaga pembuat undang-undang yang semestinya menjadi benteng etika justru kerap jadi panggung kekeliruan dan arogansi.

Menjaga marwah DPR bukan sekadar tugas MKD. Ia adalah tanggung jawab kolektif seluruh anggota parlemen—untuk membuktikan bahwa “wakil rakyat” bukan sekadar gelar yang disematkan di papan nama ruang kerja. Bahwa kekuasaan politik bukan izin untuk berlaku semaunya. Bahwa empati sosial dan kesadaran moral tak boleh mati meski kursi empuk sudah diduduki.

Jika MKD benar-benar menegakkan aturan tanpa pandang bulu, sidang etik ini bisa menjadi momentum pembalikan arah—sebuah kesempatan langka untuk mengembalikan kepercayaan rakyat yang nyaris habis. Tapi jika sidang ini berakhir dengan basa-basi dan kompromi politik, maka marwah DPR akan terkubur lebih dalam lagi.

Di saat kepercayaan publik telah mencapai titik nadir, MKD punya kesempatan membuktikan bahwa kehormatan parlemen bukan sekadar jargon. Dan jika lembaga ini gagal menjaga marwahnya sendiri, jangan salahkan rakyat bila suatu hari mereka benar-benar menganggap DPR tak lagi pantas dihormati.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Singapura Tetap Teraman di Dunia, Myanmar Salah Satu yang Paling Tidak Aman

Next Post

Pengakuan yang Jujur Budi Arie Tetap Projo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Pengakuan yang Jujur Budi Arie Tetap Projo

Pengakuan yang Jujur Budi Arie Tetap Projo

Mata Bisa Dibohongi, Otak Tidak: Seeing is Believing di Era AI

Mata Bisa Dibohongi, Otak Tidak: Seeing is Believing di Era AI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist