Dalam tawarannya, KKB Pimpinan Egianus Kagoya menuntut uang, senjata, dan amunisi untuk ditukar dengan Philip Mark Marten, Menko Mahfud dengan tegas menolak tawaran barter itu.
Jakarta – Fusilatnews – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menolak tawaran kelompok kriminal bersenjata (KKB)/OPM untuk menukar pembebasan sandera pilot Susi Air Philips Mark Methrtens (37) dengan senjata dan amunisi.
“Oh tidak mungkin, masak barter senjata kepada (dengan) pemberontak?” ucap Mahfud usai acara “Cangkrukan Menko Polhukam” di Surabaya, Selasa (28/2/),
Mahfud menambahkan, pemerintah dan aparat sedang mengatur taktik dan strategi agar bisa membebaskan Philips.
“Tetapi tidak mungkin kita ngasih, satu kemerdekaan. Kedua, ngasih senjata dan sebagainya kepada penjahat itu,” kata Mahfud.
Operasi pencarian terhadap Philips masih berlanjut hingga memasuki hari ke-22 pada Rabu (1/3/) hari ini. Philips, seorang warga negara Selandia Baru, membawa lima penumpang dengan pesawat nomor registrasi PK-BVY dan mendarat di Bandar Udara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa (7/2).
Sesaat setelah mendarat, pesawat diambil alih paksa oleh gerombolan KKB selanjutnnya dibakar oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Pilot dan lima penumpang sempat disebut melarikan diri ke arah berbeda. Kini, lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP) telah kembali ke rumah masing-masing.
Sementara Philips masih dibawa KKB. Dalam video yang disebar KKB di media sosial, mereka awalnya meminta Indonesia mengakui Papua Merdeka.
“Kami bawa pilot ini karena Indonesia tidak pernah mengakui Papua Merdeka, jadi kami tangkap pilot. Karena semua negara harus buka mata soal Papua Merdeka,” kata salah satu orang dari KKB tersebut dalam video yang dikirim ke media outlet
Belakangan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB)/ OPM meminta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memediasi perundingan pembebasan Pilot Susi Air Philips Marten.
Kelompok teroris KKB yang menamakan diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyandera pilot Susi Air Philip Mehrtens meminta PBB turun tangan.
Dilansir dari Media Australia ABC News, memberitakan bahwa juru bicara TPNPB-OPM di Australia Akoubou Amatus Douw meminta PBB memediasi pembicaraan antara Selandia Baru, Indonesia, dan TPNPB.
“Itu posisi kami saat ini. Dia (Philip Mehrtens) adalah bagian dari kami, orang Pasifik,” ujar Akoubou seperti dikutip dari ABC News.
“Kami hanya ingin kalian tahu, selamatkan nyawanya. Kami respek terhadap nilai-nilai kemanusiaan, hak asasi manusia untuk setiap individu berdasarkan Piagam PBB,” tutur Akoubou.
”terhadap nilai-nilai kemanusiaan, hak asasi manusia untuk setiap individu berdasarkan Piagam PBB,” tutur Akoubou.






















