• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Merdeka dari Penjajah, tapi Belum Merdeka dari Koruptor

Ali Syarief by Ali Syarief
August 18, 2025
in Feature, Law
0
Merdeka dari Penjajah, tapi Belum Merdeka dari Koruptor
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Delapan puluh tahun sudah Indonesia berdiri sebagai negara merdeka. Delapan dekade sejak Soekarno memproklamasikan kemerdekaan di sebuah pagi penuh gairah di Pegangsaan Timur. Namun, sebagaimana diingatkan Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal, Sudirman Said, kemerdekaan itu baru sebatas dari penjajah asing—belum dari penjajah dalam negeri yang bernama koruptor.

Kita mungkin sudah tidak lagi dipaksa tunduk oleh kolonial Belanda, tetapi kita rela bertekuk lutut di hadapan kolonial gaya baru: para penghisap uang rakyat yang berseragam pejabat. Ironis, bangsa yang dulu membakar semangat dengan pekik “merdeka atau mati” kini dibius dengan kenyataan pahit: merdeka tapi tetap ditindas oleh korupsi.

Kasus Setya Novanto: Potret Telanjang Bobroknya Hukum

Momentum HUT ke-80 RI tercoreng oleh kabar bebas bersyaratnya Setya Novanto, otak di balik mega korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun. Nama yang identik dengan drama: pura-pura sakit, “papa minta saham”, hingga rekayasa kecelakaan. Sosok yang seharusnya menjadi simbol aib demokrasi malah keluar penjara lebih cepat, dengan alasan administrasi hukum yang digelapkan dengan tinta kepentingan.

Hukuman 15 tahun yang semestinya menjadi penjera, disunat menjadi 12,5 tahun. Hak politik yang dicabut 5 tahun, dipotong menjadi 2,5 tahun. Seakan-akan negara ini punya stok “diskon spesial” bagi para penjahat kelas kakap. Dan yang lebih menyakitkan: semua itu dilegalkan oleh lembaga tertinggi bernama Mahkamah Agung.

Sudirman Said benar. Hukum di negeri ini tidak hanya tumpul ke atas, tetapi sudah berlumuran lumpur korupsi. Ia tidak lagi menjadi alat keadilan, melainkan senjata dagang. Siapa yang punya uang, bisa membeli kebebasan. Siapa yang punya kuasa, bisa menawar hukuman.

Merdeka yang Hampa

Bangsa ini tiap tahun menyalakan kembang api, menyanyikan lagu kebangsaan, dan berbaris di lapangan untuk memperingati hari kemerdekaan. Tetapi semua itu tinggal seremonial, tanpa makna yang menghujam ke dalam nurani. Sebab, kemerdekaan sejati adalah bebas dari penindasan. Dan saat koruptor masih merajalela, rakyat sesungguhnya masih terjajah.

Rakyat kecil masih harus menunggu antrean panjang di rumah sakit, membayar sekolah dengan keringat yang habis-habisan, dan mencari kerja dengan susah payah. Sementara, pejabat yang terbukti menjarah uang publik bisa tertawa bebas lebih cepat dari balik jeruji. Inilah ironi 80 tahun Indonesia: pesta merdeka hanya milik segelintir elit, sementara rakyatnya menanggung sisa-sisa kebusukan.

Pemberantasan Korupsi yang Mandul

Kita punya KPK, tapi yang lebih sering diberangus adalah kewenangannya. Kita punya aturan hukum, tapi lebih sering menjadi komoditas tawar-menawar. Kita punya pejabat yang disumpah demi rakyat, tapi sumpah itu seolah hanya formalitas di hadapan kamera.

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan bangsa ini rela merayakan kemerdekaan dengan wajah penuh kepalsuan? Sampai kapan rakyat terus dijejali dengan drama hukum yang hanya mempermalukan akal sehat?

Jika benar Indonesia ingin menjadi negara besar, sebagaimana kata Sudirman Said, maka syarat utamanya bukan hanya infrastruktur, bukan hanya proyek mercusuar, apalagi seremoni di ibu kota baru. Syarat utamanya adalah: hukum yang bersih, keadilan yang tegak, dan korupsi yang diberantas tanpa pandang bulu.

Tanpa itu semua, kemerdekaan Indonesia hanyalah catatan sejarah. Bukan realitas yang dirasakan rakyatnya.

Penutup: Merdeka yang Ditunda

Merdeka bukan sekadar mengusir penjajah asing, tetapi juga membebaskan rakyat dari perampok berseragam pejabat. Sayangnya, 80 tahun setelah proklamasi, rakyat masih harus menunda cita-cita itu.

Di depan pusara para pahlawan, bangsa ini harusnya malu. Mereka mengorbankan nyawa demi kemerdekaan sejati, tetapi generasi penerus hanya menjadikan kemerdekaan sebagai upacara tahunan, sementara kaum koruptor bebas menari di atas penderitaan rakyat.

Kita tidak benar-benar merdeka. Kita hanya berpura-pura.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

HUT RI ke-80 Sudah Berlalu, Silfester Belum Jua Dieksekusi: Keadilan di Negeri Ini Masih Mimpi?

Next Post

MORAL TAK CUKUP: KAMI DALAM BAYANG-BAYANG DINASTI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post

MORAL TAK CUKUP: KAMI DALAM BAYANG-BAYANG DINASTI

Titah Megawati: Peringatan Keras untuk Pengkhianat Konstitusi

Titah Megawati: Peringatan Keras untuk Pengkhianat Konstitusi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist