• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Merefleksikan Humor Seksual

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
September 30, 2022
in Feature
0
Krisis Makin Mencekik, Banyak Wanita Inggris Terpaksa Jadi PSK Demi Makan, Duh!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ulwan Fakhri



JAKARTA – Dua ekor belalang sembah tampak berdiri saling berhadapan. Di sisi kanan, terlihat si betina dengan menyilangkan kedua tangannya seraya bermimik marah dan berteriak, “Kamu habis selingkuh sama dia kan?”

Belalang jantan, di seberangnya, tampak mematung. Saya tidak bisa menggambarkan seperti apa ekspresi dia. Sebab sang kartunis yang karya-karyanya banyak dimuat di majalah The New Yorker, Danny Shanahan, juga menggambarkannya tanpa kepala (Bad Sex!, 2007).

Semoga Anda tahu di mana letak humornya. Andaikan belum, saya bisa bantu dengan menyalinkan suatu fakta dari Google, bahwa belalang sembah adalah makhluk yang ekstrem saat berkembang biak. Setelah kawin dan jika betina merasa kelaparan, ia akan memisahkan kepala si jantan dari badannya, lalu memakannya.

Kartun yang saya deskripsikan di atas termasuk dalam kategori humor seksual, yakni humor yang mencatut referensi terkait aktivitas seksual, baik secara implisit maupun eksplisit. Humor seksual adalah fenomena global. Bahkan, salah satu humor tertua yang tercatat dalam peradaban manusia, ya mencatut soal seks.

“Laki-laki lebih suka bercinta daripada keledai. Yang bisa mengendalikan mereka hanyalah isi dompetnya masing-masing.” Joke itu terdokumentasikan dalam hieroglif Mesir berusia lebih dari 2.050 tahun yang lalu –dan tampaknya masih bisa menghibur atau minimal bikin senyum kalau dibaca saat ini.

Seperti humor pada umumnya, humor seksual adalah bahan yang menarik untuk digali dan dipahami. Pasalnya, humor seksual bisa dipakai sebagai pembaca karakter individu hingga suatu kelompok masyarakat.

Pelampiasan

Mari bertolak dari kerja keras seorang psikoanalis dan pemikir humor, Sigmund Freud (1856-1939). Pada masa pra-Freud, seks secara umum dianggap tidak berbobot di kalangan peneliti. Anggapannya lebih kurang sama seperti yang masih dianut sebagian orang sekarang: tabu, tidak penting, dosa, dan semacamnya.

Tapi, Freud tak memedulikannya dan malah bersemangat mengangkat seks masuk ke ranah akademik, mengulitinya, lalu menjadikannya pintu untuk memasuki sisi manusia yang pada masa itu masih sangat gelap. Singkat cerita dalam karya monumentalnya Jokes and Their Relation to the Unconsciousness (1905), Freud berargumen bahwa humor seks muncul dan disukai sebagai bentuk pelampiasan atas terkekangnya seks secara topik pembicaraan maupun aktivitas pada masa itu.

Namun, seorang peneliti humor dari Tel Aviv University, Avner Ziv, datang dengan pertanyaan baru. Setelah lebih dari setengah dekade dan keadaan masyarakat telah berubah, mengapa humor seksual masih digandrungi banyak orang?

Ia berangkat dari hasil studi Hasset dan Houlihan (1979): 14.500 responden membuktikan bahwa sangat sedikit di antara mereka (13 persen) yang mengklaim libidonya rendah. Mereka juga mayoritas telah mengenyam bangku kuliah, yang diasumsikan sudah berusia dewasa serta punya akses ke beragam media juga topik tentang seksualitas. Namun, para responden ini sepakat bahwa dari 30 joke beragam kategori yang disodorkan, joke bermuatan seksuallah yang menurut mereka paling lucu.

Nah, ternyata di era modern ini, humor seksual tetap digemari bukan karena banyak di antara kita yang seksualitasnya terkekang. Dalam Personality and Sense of Humor (1984), Ziv berargumen bahwa humor seksual tetap disukai karena dua hal: terlalu gandrungnya manusia akan hal-hal berbau seks serta adanya ketidakpuasan dalam kehidupan seks kita.

Poin pertama, masyarakat modern kini menjadikan humor sebagai medium untuk menyalurkan keinginan atau kebutuhan naturalnya (dalam konteks ini adalah seks) ke bentuk-bentuk yang masih bisa dimaklumi oleh norma sosial. Dalam psikonalisis, konsep ini disebut sublimasi (sublimation). Namun, menurut Ziv, humor seksual di sini bukan sebagai sublimasi yang sesungguhnya.

Humor seksual bukan pengganti aktivitas atau pemikiran seksual dalam kepala kita, melainkan sebagai pelengkap dari pengalaman tersebut. Saya akan mencoba untuk menjelaskannya lewat metode yang sedang populer di media sosial: explaining in football terms.

Gampangnya begini. Ketika Anda sangat menyukai sepak bola, maka Anda tidak akan berhenti sampai pada bermain fun football tiap akhir pekan saja. Anda pasti bakal terdorong untuk menonton pertandingan-pertandingan sepak bola di televisi, memainkan beragam gim sepak bola, mengoleksi jersey pemain sepak bola, hingga (mungkin) menabung untuk mengakuisisi klub favorit Anda.

Tetapi, di sisi lain, humor juga bisa menjadi wujud kekecewaan seseorang untuk urusan seks. Sebab seks itu sendiri bukan hanya aktivitas yang membutuhkan fungsi fisiologis, melainkan juga psikologis. Tujuannya, supaya muncul efek yang naturalnya kita anggap “menyenangkan”. Ketika realitasnya tidak sesuai dengan ekspektasi, humor seksual menjadi strategi yang sangat lumrah untuk mengekspresikannya.

Refleksi

Dari contoh humor Mesir di atas, misalnya, kita jadi tahu bahwa ternyata ada (dan banyak) aspek-aspek non-romantis yang berkaitan dengan seks, seperti kuatnya budaya patriarki. Dalam humor-humor seks yang lain, Anda bakal mudah menemui “pesan moral” seperti pentingnya kualitas komunikasi suami-istri, hebatnya perjuangan pasangan LBTQ dalam melawan stigma, dan sebagainya.

Jelas mustahil memusnahkan humor seksual dari masyarakat bahkan kepala kita masing-masing. Yang penting sekarang, bagaimana kita menggunakan humor secara sadar dan menjadikannya bagian dari refleksi untuk menjadikan diri lebih baik. Contohnya, dengan makin naiknya frekuensi kasus viral pelecehan seksual di lingkungan kerja yang diklaim sebagai “candaan”, sangat perlu untuk kita semua sejenak merenung. Apakah kita menikmati humor seksual sebagai bentuk antusiasme berlebih terhadap topik seksualitas? Atau, sebaliknya? Humor seksual yang rajin sekali kita lontarkan atau konsumsi justru merupakan “S.O.S” atas terenggutnya kebahagiaan kita di ranjang?

Ulwan Fakhri, peneliti humor IHIK3, salah satu penulis buku “Humor at Work: Kerja Gembira, Usaha Berjaya” (2022).

Dikutip dari detik,com, Jumat 30 September 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Konsep Negara Berbasis Lingkungan Hidup

Next Post

Update: Geger Uskup Belo Dituduh Lecehkan Anak-anak, Vatikan Jatuhkan Sanksi, Apa Sanksinya?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Penerima Nobel Uskup Belo Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Anak, Ini Respon Vatikan

Update: Geger Uskup Belo Dituduh Lecehkan Anak-anak, Vatikan Jatuhkan Sanksi, Apa Sanksinya?

Harga BBM Naik, Ini Dampak Mengerikan Untuk Masyarakat

Catat, Harga Pertalite akan Turun Lagi!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist