• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Militerisasi Moral: Catatan Kritis dari Barak Pendidikan Purwakarta

Ali Syarief by Ali Syarief
May 2, 2025
in Feature, Pendidikan
0
Militerisasi Moral: Catatan Kritis dari Barak Pendidikan Purwakarta
Share on FacebookShare on Twitter

Purwakarta mungkin memulai sebuah eksperimen sosial yang besar, namun harapan kita semua: jangan sampai ia berakhir dengan luka sunyi di hati anak-anak yang seharusnya sedang belajar mencintai hidup.

Tangis haru para orang tua mengiringi keberangkatan anak-anak mereka menuju barak militer di Batalyon Armed 9, Purwakarta. Pada Kamis (1/5/2025), 39 pelajar tingkat SMP memasuki dunia baru yang bukan mereka pilih sendiri: dunia kedisiplinan ala militer, keras namun diklaim penuh harapan. Program pembinaan karakter berbasis militer ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta sebagai solusi untuk siswa-siswa yang dianggap “sulit dikendalikan”. Tetapi benarkah langkah ini menjadi jawaban atas tantangan dunia pendidikan dan pengasuhan anak hari ini?

Esensi dari program ini tampaknya sederhana: menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia melalui rutinitas ketat di bawah pengawasan militer. Dalam narasi pemerintah, pendekatan militer dianggap ampuh untuk “menempa” anak-anak yang bermasalah agar menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, dibalik narasi ideal itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah benar pendekatan militer adalah jalan terbaik untuk membentuk karakter anak-anak kita?

Dalam dunia psikologi perkembangan anak, pendekatan keras sering kali justru menimbulkan efek sebaliknya. Anak-anak yang ditempatkan dalam lingkungan otoriter cenderung membentuk kepatuhan semu — mereka tunduk karena takut, bukan karena memahami nilai yang diajarkan. Dalam jangka panjang, ini bisa menghasilkan pribadi yang tertekan, kehilangan kreativitas, bahkan trauma. Terlebih lagi, pelabelan “anak bermasalah” atau “sulit dikendalikan” cenderung bersifat stigmatis dan menyederhanakan kompleksitas persoalan yang mungkin bersumber dari rumah, sekolah, atau bahkan sistem sosial yang lebih luas.

Apakah pendidikan harus menyerahkan tanggung jawab moral dan pembinaan akhlak kepada institusi militer? Bukankah tugas ini seharusnya berada di tangan guru, orang tua, dan komunitas pendidik? Mentransfer peran ini kepada TNI bisa menjadi tanda dari kegagalan sistem pendidikan sipil dalam menyentuh sisi terdalam kemanusiaan anak-anak. Jika sekolah tak lagi mampu menjadi ruang pembelajaran yang penuh empati dan rumah kehilangan sentuhan mendidik, maka barak militer bukan solusi, melainkan alarm bahwa ada yang tak beres dalam fondasi sosial kita.

Kita patut mengapresiasi niat baik dan kolaborasi lintas institusi yang ditunjukkan oleh program ini. Namun, niat baik tak selalu membuahkan hasil baik jika metode yang digunakan justru berpotensi menimbulkan luka psikis. Seharusnya, yang dibutuhkan oleh anak-anak ini bukan sekadar barisan dan komando, melainkan ruang untuk didengar, dipahami, dan dituntun dengan cinta serta keteladanan.

Pendidikan karakter bukanlah sekadar masalah disiplin teknis, tetapi juga pembentukan nilai yang berakar dari dialog, penghargaan terhadap individu, dan keteladanan yang hidup dalam keseharian. Maka, ketimbang menempatkan anak-anak dalam suasana militer, lebih baik kita ciptakan sekolah yang humanis, guru yang inspiratif, dan rumah yang penuh kasih — bukan takut.

Barangkali, di antara tangis para orang tua yang melepas anak-anak mereka di gerbang barak itu, terselip rasa bersalah: apakah kami telah gagal? Tetapi pertanyaan yang lebih besar adalah: apakah negara telah gagal menyediakan ruang tumbuh yang adil, sehat, dan manusiawi bagi semua anak — termasuk mereka yang dianggap “bermasalah”?

Purwakarta mungkin memulai sebuah eksperimen sosial yang besar, namun harapan kita semua: jangan sampai ia berakhir dengan luka sunyi di hati anak-anak yang seharusnya sedang belajar mencintai hidup.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

39 Siswa Masuk Barak Pendidikan Militer di Purwakarta, Diiringi Tangis Haru

Next Post

Lebih Baik ke Damkar daripada ke Barak Militer: Solusi Mendidik, Bukan Menaklukkan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Usia Panjang: Barokah atau Sebaliknya? (Ketika Panjang Umur Tidak Selalu Berarti Panjang Manfaat)

May 11, 2026
Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai
Birokrasi

Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai

May 11, 2026
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Teddy is The Real President!

May 11, 2026
Next Post
Lebih Baik ke Damkar daripada ke Barak Militer: Solusi Mendidik, Bukan Menaklukkan

Lebih Baik ke Damkar daripada ke Barak Militer: Solusi Mendidik, Bukan Menaklukkan

5.000 Rekening Senilai Rp 600, Miliar Diblokir PPATK

5.000 Rekening Senilai Rp 600, Miliar Diblokir PPATK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Teddy is The Real President!

by Karyudi Sutajah Putra
May 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Kegelisahan Amien Rais adalah kegelisahan kita semua....

Read more
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Mendadak Ayam Sayur

May 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

May 11, 2026

Usia Panjang: Barokah atau Sebaliknya? (Ketika Panjang Umur Tidak Selalu Berarti Panjang Manfaat)

May 11, 2026
Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai

Militerisme dan Candu Korupsi Bea Cukai

May 11, 2026
Halalbihalal Alumni SMP Pertiwi 1973-1976: Wajah Boleh Menua, Persahabatan Tetap Menyala

Halalbihalal Alumni SMP Pertiwi 1973-1976: Wajah Boleh Menua, Persahabatan Tetap Menyala

May 11, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Teddy is The Real President!

May 11, 2026

Cinta atau Takut kepada Allah? – (Ketika Iman Tidak Lagi Diukur dari Seberapa Banyak Kita Tahu, Tetapi Seberapa Dalam Kita Menjaga Diri)

May 11, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

MMS Dorong Menteri LH Jumhur Hidayat Berani dan Tegas Pulihkan Lingkungan Hidup Indonesia

May 11, 2026

Usia Panjang: Barokah atau Sebaliknya? (Ketika Panjang Umur Tidak Selalu Berarti Panjang Manfaat)

May 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist