• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home daerah

MMS Hadirkan Pidato Kebangsaan Yudi Latif: Demokrasi Ekonomi Harus Jadi Agenda Utama Hari Pancasila

fusilat by fusilat
June 1, 2026
in daerah, Komunitas, News
0
MMS Hadirkan Pidato Kebangsaan Yudi Latif: Demokrasi Ekonomi Harus Jadi Agenda Utama Hari Pancasila
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung –Fusulatnews.– Majelis Musyawarah Sunda (MMS) memperingati Hari Pancasila 2026 dengan menggelar Pidato Kebangsaan yang menghadirkan intelektual nasional Yudi Latif di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Senin (1/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Yudi menekankan pentingnya mewujudkan demokrasi ekonomi sebagai jalan untuk menghadirkan keadilan sosial yang lebih merata di Indonesia.

Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menilai demokrasi Indonesia pascareformasi cenderung berkembang menjadi demokrasi politik yang lebih menguntungkan kelompok elite dibandingkan masyarakat luas.

“Kalau demokrasi tidak menghasilkan persatuan dan keadilan sosial, berarti ada masalah dalam cara kita mengembangkannya. Peringatan Hari Pancasila 2026 harus menciptakan demokrasi ekonomi dengan titik keadilan yang lebih baik di negeri ini, bukan kesenjangan yang makin terjadi,” ujar Yudi di hadapan ratusan peserta yang memadati gedung bersejarah tempat Bung Karno pernah membacakan pledoinya pada 1930.

Menurut Yudi, lebih dari dua dekade reformasi menjadi momentum untuk mengevaluasi apakah praktik demokrasi di Indonesia telah memperkuat integrasi nasional atau justru memperuncing fragmentasi elite dan kepentingan politik. Ia menegaskan bahwa persatuan dan keadilan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Tanpa keadilan, persatuan akan rapuh. Sebaliknya, keadilan membutuhkan persatuan sebagai fondasinya,” katanya.

Selain itu, Yudi mengajak generasi muda untuk memahami Pancasila sebagai nilai universal yang lahir dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban formal yang dipaksakan.

“Belajar Pancasila harus membuat orang merasa ikut memiliki, bukan kewajiban yang dipaksakan. Itu panggilan nurani,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh MMS, di antaranya Ketua Badan Pagawe MMS Andri Perkasa Kantaprawira, Prof. Ganjar Kurnia, Nu’man Abdul Hakim, Dr. Eni Sumarni, Dr. Ernawan S. Koesoemaatmadja, serta Hendi Kuncara Garnita. Hadir pula berbagai komunitas mahasiswa dan perwakilan suku Aceh, Batak, Lampung, Minang, hingga Tionghoa di Tanah Sunda.

Dalam kesempatan yang sama, Andri Perkasa Kantaprawira menyampaikan bahwa MMS tengah mendorong dua gagasan besar sebagai bagian dari visi organisasi, yakni agenda Sunda Sarakan dan Sunda Negara.

Menurutnya, gagasan pertama diwujudkan melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Perekonomian Indonesia yang dipimpin Pinisepuh I MMS, Burhanuddin Abdullah. RUU tersebut disusun berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur sistem perekonomian nasional dan pengelolaan sumber daya alam.

Sementara gagasan kedua diwujudkan melalui penguatan implementasi sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan fokus pada penguatan sistem demokrasi dan permusyawaratan rakyat.

“Tujuan besar acara ini adalah memperkuat kembali sistem fungsional permusyawaratan dan perwakilan rakyat guna meneguhkan sistem politik Indonesia,” kata Andri.

Ia juga menyinggung pentingnya pembentukan daerah otonomi baru di Jawa Barat. Menurutnya, jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai sekitar 50 juta jiwa tidak sebanding dengan jumlah kabupaten/kota yang hanya 27, sehingga berpengaruh terhadap besaran transfer fiskal dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat, Rahmat Hidayat Djati, menyoroti persoalan ketimpangan fiskal yang menurutnya masih dialami Jawa Barat. Ia menilai kontribusi besar Jawa Barat terhadap perekonomian nasional belum sepenuhnya diimbangi dengan perhatian yang setara dari pemerintah pusat.

Senada dengan itu, Dewan Pakar MMS Alamsyah Saragih menegaskan bahwa keadilan dalam kehidupan berbangsa tidak hanya ditentukan oleh ideologi, tetapi juga oleh adanya konsensus yang adil di antara para elite politik mengenai arah dan tata kelola negara.

“Tanpa itu, maka kondisi tidak akan stabil dan berkelanjutan. Karena itu, masyarakat Sunda harus mampu meningkatkan posisi tawarnya agar tercipta konsensus yang adil,” ujarnya.

MMS juga berencana menjadikan Gedung Indonesia Menggugat sebagai pusat diskusi kebangsaan yang dilengkapi dengan situs web dan perpustakaan untuk menyimpan berbagai pemikiran tokoh BPUPKI, PPKI, serta para pahlawan bangsa. Langkah tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi pemimpin baru dengan gagasan yang orisinal dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Medsos Mengadili Tuhan: Akankah Umat Beragama Bertahan atau Tumbang?

Next Post

Membumikan Makan Bergizi Gratis: Berdayakan Komite Sekolah, Pangkas Birokrasi

fusilat

fusilat

Related Posts

Dari Tuntutan Zelfbestuur hingga Kursus Kader: Syarikat Islam Tegaskan Perjuangan Kemerdekaan Belum Usai
Komunitas

Dari Tuntutan Zelfbestuur hingga Kursus Kader: Syarikat Islam Tegaskan Perjuangan Kemerdekaan Belum Usai

June 1, 2026
Menggugat Hukum Rimba Oknum Yonif 408/Suhbrastha: Kriminalisasi, Pungli, dan Tragedi Kemanusiaan terhadap Teguh Riyanto
Crime

Menggugat Hukum Rimba Oknum Yonif 408/Suhbrastha: Kriminalisasi, Pungli, dan Tragedi Kemanusiaan terhadap Teguh Riyanto

June 1, 2026
PDIP Pasang “Birokrasi” Bagi Jokowi untuk Bertemu Megawati
News

PSI Dorong Jokowi Umumkan “Cerai Politik” dari PDIP, Konflik Lama Kian Terbuka di Depan Publik

June 1, 2026
Next Post

Membumikan Makan Bergizi Gratis: Berdayakan Komite Sekolah, Pangkas Birokrasi

Menikmati Keindahan Sepak Bola Modern, dengan Pola Perang Alexander Agung, Sang Legendaris

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Produk Dosa Syirik yang Selalu Update, Kekinian, Beracun & Berbahaya

June 1, 2026
SI Merah: Ketika Islam, Nasionalisme, dan Komunisme Pernah Berbagi Rahim Sejarah

Indonesia Merdeka, Tetapi Belum Berdaulat: Mengapa Cita-Cita Syarikat Islam Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Bangsa?

June 1, 2026
Dari Tuntutan Zelfbestuur hingga Kursus Kader: Syarikat Islam Tegaskan Perjuangan Kemerdekaan Belum Usai

Dari Tuntutan Zelfbestuur hingga Kursus Kader: Syarikat Islam Tegaskan Perjuangan Kemerdekaan Belum Usai

June 1, 2026

Menikmati Keindahan Sepak Bola Modern, dengan Pola Perang Alexander Agung, Sang Legendaris

June 1, 2026

Membumikan Makan Bergizi Gratis: Berdayakan Komite Sekolah, Pangkas Birokrasi

June 1, 2026
MMS Hadirkan Pidato Kebangsaan Yudi Latif: Demokrasi Ekonomi Harus Jadi Agenda Utama Hari Pancasila

MMS Hadirkan Pidato Kebangsaan Yudi Latif: Demokrasi Ekonomi Harus Jadi Agenda Utama Hari Pancasila

June 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Produk Dosa Syirik yang Selalu Update, Kekinian, Beracun & Berbahaya

June 1, 2026
SI Merah: Ketika Islam, Nasionalisme, dan Komunisme Pernah Berbagi Rahim Sejarah

Indonesia Merdeka, Tetapi Belum Berdaulat: Mengapa Cita-Cita Syarikat Islam Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Bangsa?

June 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...