Upaya kelompok pimpinan Moeldoko untuk mengambil alih secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat yang sah tak kenal malu dan putus asa meski sudah 16 kali jadi pecundang dalam sidang di pengadilan.
Jakarta – Fusilatnews – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut upaya Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko melakukan Peninjauan Kembali (PK) melalui Mahkamah Agung merupakan hal yang tidak masuk akal.
Meski sudah 16 gugatan dan pertemuan yang dilakukan, pihaknya selalu memenangkan perkara tersebut. AHY pun amat percaya diri tak ada hal yang bisa membuat kelompok KLB Moeldoko menang
“Karena 16 kali juga kami digugat selama ini, 16 kali juga kami bertemu di pengadilan, 16 kali juga kami memenangkan perkara itu, skornya 16-0,” ujar AHY kepada wartawan di Kantor DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Senin (10/4).
Meski sudah kalah 16 kali, KLB Moeldoko masih mengupayakan untuk terus merebut partai Demokrat. Bahkan juga mengganggu terbentuknya koalisi perubahan ketika Demokrat sudah fokus pada tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Di saat kami sudah fokus pada tahapan pemilu, lagi-lagi untuk mengambil alih partai demokrat, mengganggu, melemahkan kekuatan opisisi, karena demokrat adalah kekuatan oposisi dan juga untuk mengganggu terbentuknya koalisi perubahan,” ujarnya.
Tindakan yang dilakukan oleh KLB Moeldoko termasuk dalam gerakan yang dilatarbelakangi aspek politik dan bukan aspek hukum. Dia pun melihat tidak ada celah apapun dari aspek hukum.
“Tapi kalau ini aspek politik, kita juga harus melawannya dengan politik, itu lah mengapa pada 3 April yang lalu, saya secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat indonesia agar juga sama-sama monitor,” sebutnya.
Karena itu, AHY pun meminta masyarakat untuk bersama-sama memonitor pergerakan dari KLB Partai Demokrat yang dipimpin oleh Kepala Staff Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Menurut AHY ini bukan saja urusan Partai Demokrat karena Demokrat sudah pasti akan mempertahankan diri dan kedaulatannya, tapi juga untuk melawan segala macam kedzaliman politik.
“Tapi ini lebih besar lagi, ini masalah demokrasi, kehidupan demokrasi ini di Indonesia, kalo demokrat bisa diperlakukan seperti itu, maka sama saja demokrasi kita bisa rontok dengan sendirinya,” tegasnya.
Di samping itu, AHY mengaku memiliki keyakinan, keadilan akan hadir di pihaknya. “Jadi saya punya tujuan, punya niat baik untuk menyampaikan ini kepada masyarakat agar sama-sama mengawal, kami punya keyakinan kebenaran dan keadilan akan hadir,” tegas AHY.





















