• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Motif Bunuh Yosua Bukan Pencabulan?

fusilat by fusilat
August 11, 2022
in Feature
0
Yanma Polri Tempat Dinas Ferdy Sambo Cs Usai Dicopot, Apa Itu ?

Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo usai memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: DJONO W OESMAN | Wartawan Senior

IRJEN Ferdy Sambo tersangka pembunuhan Brigadir Yosua. Melanggar Pasal 340 KUHP ancaman hukuman mati. Itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (9/8) malam. Motif, belum tentu pencabulan. Inilah ending perkara hukum penembakan Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat pada Jumat, 8 Juli 2022.

Di konferensi pers oleh Kapolri itu, Kabareskrim, Komjen Agus Andrianto menjelaskan tuduhan hukum terhadap Ferdy Sambo, ada dua:

1) Menyuruh Bharada E menembak (untuk pertama kali) Brigadir Yosua.

2) Merekayasa atau membuat skenario, agar seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir Yosua.

Skenario tersebut dilengkapi dengan kronologi begini:

Setelah Yosua tewas, pistol Yosua diambil Ferdy Sambo. Pistol itu ditembak-tembakkan ke dinding oleh Ferdy Sambo. Sehingga, seolah-olah sudah terjadi tembak-menembak. Padahal, Yosua sama sekali tidak menembak.

Kapolri belum bisa mengumumkan motif pembunuhan. Dikatakan Kapolri:

“Tentang motif pembunuhan Brigadir J, juga terkait Ibu FS (istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi) kini masih dalam proses penyidikan oleh Timsus.”

Itulah puncak proses penyelidikan kasus ini. Dan, sejak konferensi pers itu, status Ferdy Sambo adalah tahanan, sebagai tersangka pembunuhan.

Kasus ini pengungkapannya berjalan sangat cepat, sejak Bharada E memberikan keterangan, yang ternyata bertolak belakang dengan pengumuman Polri.

Ada tiga hal baru yang dikatakan Bharada E kepada pengacaranya, Muhammad Boerhanuddin dan Deolipa Yumara. Tiga hal baru itu:

1) Tidak ada baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir Yosua.

2) Bharada E tidak melihat ada pelecehan seksual dilakukan Yosua terhadap Putri Candrawathi, seperti yang sudah diumumkan Polri.

3) Bharada E diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir Yosua. Itulah tembakan pertama mengenai Yosua. Disusul tembak-tembakan berikutnya oleh para tersangka lainnya.

Keterangan itu mengubah seluruh konstruksi kasus ini. Konstruksi kasus yang direkayasa, yang menurut Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, rekayasa dilakukan oleh Irjen FS.

Akibat rekayasa tersebut, pengumuman Polri tentang kasus ini jadi janggal. Ditanggapi masyarakat, sebagai kejanggalan. Reaksi masyarakat dibenarkan Menko Polhukam, Mahfud MD, yang juga menyatakan, ada kejanggalan.

Tak kurang, Presiden Jokowi, sampai empat kali menyatakan hal yang sama: Ungkap kasus ini secara terang-benderang.

Pernyataan Presiden Jokowi yang terbaru, saat menjawab pertanyaan pers ketika Presiden berkunjung ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (9/8), mengatakan:

“Ungkap kebenaran apa adanya. Jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Itu yang paling penting. Citra Polri apa pun tetap harus kita jaga.”

Tapi, pelaksanaan penyelidikan di lapangan tak semudah membalikkan tapak tangan.

Saksi kunci kasus ini, Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. Tapi, Putri tidak pernah bicara sama sekali.

Terbaru, tim dari LPSK sudah mendatangi rumah Putri Candrawati di Jalan Seguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Tim LPSK sudah berhadap-hadapan dengan Putri selama tiga jam, sejak pukul 11.00, Selasa, 9 Agustus 2022, tapi tanpa hasil.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi kepada pers mengatakan, tidak ada keterangan dari Putri Candrawathi. Setelah tiga jam Putri tidak mau bicara, tim LPSK pulang.

Beberapa menit setelah tim LPSK meninggalkan rumah keluarga Sambo, rombongan puluhan pasukan Brimob, datang ke lokasi itu. Pasukan bersenjata laras panjang. Bersama beberapa kendaraan taktis, antihuru-hara.

Ternyata, Timsus kasus ini sedang menggeledah rumah keluarga Sambo. Tim menggeledah tiga rumah. Selain rumah di Jalan Seguling III, masih ada dua rumah lain yang diperiksa.

Yakni, rumah dinas singgah Duren Tiga atau TKP pembunuhan Yosua.Dan, rumah Sambo di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.

Tim pemeriksa fokus di rumah yang dihuni Putri Candrawathi, di Jalan Seguling. Di situ, puluhan anggota Brimob bersenjata laras panjang dikerahkan untuk melindungi tim pemeriksa yang menggeledah rumah Sambo.

Penggeledahan dimulai sejak pukul 15.30, Selasa, 9 Agustus 2022 selama sekitar tiga jam.

Polisi mencari barang bukti, antara lain CCTV di TKP yang dinyatakan rusak. Isi (mesin) HP Brigadir Yosua yang hilang. Proyektil, dan beberapa barang bukti lainnya.

Hasil penggeledahan, belum diketahui. Tim penggeledah tidak menjawab ketika ditanya wartawan. Karena, hasil penggeledahan harus diteliti oleh Timsus bersama Komnas HAM dan Kompolnas.

Tapi, ketemu atau tidak barang bukti yang dicari, Sambo sudah sejak tiga hari lalu dinyatakan menghilangkan barang bukti CCTV.

Di jumpa pers bersama Kapolri, diungkapkan, hasil penyidikan sementara, diketahui bahwa pada saat kejadian ada lima orang di TKP. Yakni, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir Yosua, Bharada E, dan Bharada Ricki (sopir dan ajudan Putri).

Catatan: Ada delapan ajudan untuk keluarga Ferdy Sambo.

Maka, pertanyaan apakah pencabulan oleh Yosua terhadap Putri terjadi pada saat itu? Jawabnya: Nyaris mustahil. Karena ada banyak orang di situ, termasuk Ferdy Sambo.

Tidak mungkin Yosua masuk kamar Putri (seperti pengumuman Polri terdahulu) lantas melakukan pencabulan. Lalu menodong pistol ke kepala Putri.

Motif inilah yang kini sedang diteliti Timsus bersama Komnas HAM dan Kompolnas. Juga, jadi pertanyaan masyarakat.

Putri kini jadi sentral pengungkap motif kasus. Setidaknya, dia tidak mungkin mengaku dicabuli Yosua pada Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00. Sebab, dalam jumpa pers bersama Kapolri, sudah dikatakan seperti di atas.

Lantas, bagaimana kira-kira kesaksian Putri? Itulah yang bakal menyibak motif kasus ini. 

Dikutip Rmol.id Rabu, 10 Agustus 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tiga Spekulasi Motif Kasus Brigadir J, Mahfud: Selingkuh Hingga ke Perkosaan

Next Post

Seni Menghina Versi Schopenhauer

fusilat

fusilat

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Seni Menghina Versi Schopenhauer

Seni Menghina Versi Schopenhauer

Kishida Umumkan Kabinet Baru Untuk Membangun Dukungan Publik Yg Lebih Kuat

Kishida Umumkan Kabinet Baru Untuk Membangun Dukungan Publik Yg Lebih Kuat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist