• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Mungkin Sudah Saatnya Rakyat Angkat Bambu Runcing

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 6, 2025
in Economy, Feature, Pojok KSP
0
Mungkin Sudah Saatnya Rakyat Angkat Bambu Runcing
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Habis mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, terbitlah konglomerat China. Mungkin sudah saatnya rakyat Indonesia angkat bambu runcing melawan penjajah asing. Hanya ada satu kata: lawan!

Ya, Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu menyatakan akan mengangkat mantan PM Inggris Tony Blair sebagai anggota Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kini, beredar isu Prabowo akan mengangkat konglomerat asal China untuk posisi yang sama di BPI Danantara.

Isu itu pun tidak ditampik Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria.

Menurut Dony, Presiden Prabowo yang nantinya akan mengumumkan secara resmi hal tersebut.

Dony juga menyebutkan saat ini proses penilaian terhadap para kandidat Dewan Penasihat BPI Danantara masih terus dilakukan.

Jika benar nanti Tony Blair dan konglomerat asal China benar-benar diangkat Prabowo sebagai anggota Dewan Penasihat BPI Danantara, maka kedaulatan Indonesia sebagai negara merdeka pun pupus sudah. Terutama kedaulatan ekonomi.

Masih terbayang dalam ingatan kita ketika kedaulatan kita sebagai negara merdeka tercerabut saat Presiden Soeharto membungkuk untuk menandatangani Letter of Intent (LoI) International Monetary Fund (IMF), disaksikan Direktur IMF Michel Camdessus yang berdiri di depannya sambil tangannya bersidekap di dadanya pada 15 Januari 1998.

Terbukti kemudian, resep yang ditawarkan IMF bagi Indonesia salah alias Indonesia salah obat. Krisis moneter yang diikuti dengan krisis ekonomi, politik dan sosial pun bertambah parah di Indonesia. Empat bulan kemudian Pak Harto tumbang.

Advis yang akan diberikan Tony Blair dan konglomerat asal China, entah siapa itu, pun kita khawatirkan akan salah, sehingga Danantara pun akan mengalami salah resep dan salah obat.

Pasalnya, tak ada dalam diri Tony Blair dan konglomerat China itu nasionalisme atau rasa cinta Tanah Air kepada Indonesia, sebagaimana Michel Camdessus.

Bahkan Indonesia bisa masuk jabakan Batman. Terutama kepada China. Indonesia akan terperangkap China lebih dalam lagi setelah sebelumnya banyak utang kepada negeri itu.

Bank Indonesia (BI), seperti dilansir sebuah media, mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II-2024 mencapai US$ 408,6 miliar atau setara dengan Rp6.415 triliun (kurs Rp15.700). Nilai ULN ini meningkat sebesar 2,7% secara tahunan (year on year).

Dari data BI tersebut, Singapura diketahui menjadi pemberi utang terbesar Indonesia. Per kuartal II-2024, utang Indonesia dari Singapura mencapai US$ 54,36 miliar atau Rp853,45 triliun.

Posisi kedua ditempati Amerika Serikat (AS) US$ 27,86 miliar atau Rp437,40 triliun.

Posisi ketiga adalah China, dengan nominal utang ke Indonesia senilai US$ 23,06 miliar atau Rp362,04 triliun.

Namun, di antara ketiga negara itu, utang luar negeri Indonesia dari China diam-diam meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir. Pada akhir 2014, utang Indonesia dari China tercatat sebesar US$ 7,82 miliar.

Namun per akhir Juni 2024, utang luar negeri Indonesia yang berasal dari China telah mencapai US$ 23,06 miliar. Jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2024, peningkatan utang luar negeri Indonesia dari China mencapai 194,88%.

Daftar Negara Dikuasai China

Nampaknya China tinggal selangkah lagi benar-benar menguasai perekonomian Indonesia, sehingga aset-aset vital di Republik ini pun akan dikuasai Negeri Tirai Bambu itu.

Indonesia pun akan menambah panjang daftar negara yang dikuasai China karena tak mampu bayar utang.

Sebelum ini ada sejumlah negara yang dikuasai China karena belitan gurita utang.

Sebut saja Sri Lanka. Dikutip dari sebuah sumber, Sri Lanka adalah negara yang benar-benar sudah jatuh dalam jebakan utang China.

Negeri itu gagal melunasi kewajibannya dalam mengembalikan dana pembangunan Pelabuhan Hambantota. Pelabuhan ini dibangun tahun 2008 dengan bantuan dana segar dari China sebesar US$ 361 juta (Rp5 triliun).

Pada 2016, Colombo akhirnya menyerahkan pelabuhan ini kepada perusahaan China untuk mengelolanya. Sri Lanka juga akan memindahkan angkatan lautnya. Sejumlah pihak menyakini, hal itu akan membuka peluang bagi China untuk menguasai gerak-gerik tentara Sri Lanka.

Lalu, Uganda. Negara ini dilaporkan tengah berusaha mengubah perjanjian pinjamannya dengan China untuk memastikan sejumlah aset tidak hilang karena default (gagal bayar). Antara lain bandara internasional Entebbe.

Kemudian Kenya. Negara ini juga diyakini akan gagal membayar utang ke China. Hal itu terkait pembangunan proyek kereta api (Standard Gauge Railway/SGR) di negara Afrika tersebut, antara Mombasa dan Nairobi.

Kenya awalnya meminjam US$ 3,6 miliar dari Bank EXIM China, guna membangun rute dari Mombasa ke Nairobi. Pemerintah lalu meminjam lagi US$ 1,5 miliar untuk memperpanjangnya ke Naivasha, sebuah kota di Central Rift Valley.

Berikutnya Maladewa. Negara ini juga terjerat utang China.

Awalnya, Maladewa meminjam dana US$ 200 juta atau setara Rp2 triliun untuk menghubungkan pulau ibukota Male ke Pulau Hulumale, di mana bandara dan lahan luas masih banyak tersedia.

Hal ini diharapkan dapat menjadi jalan keluar mengenai keterbatasan lahan properti dan akses menuju kawasan ekonomi baru. Jembatan ini rampung di 2018 dan diberi nama “China-Maldives Friendship Bridge”.

Selain jembatan, Maladewa juga terus meminjam uang untuk pengembangan infrastruktur lainnya. Pada tahun ini, beberapa mantan pejabat Maladewa dan perwakilan China menunjukkan angka utang terbaru.

Mereka menyebutkan Male berutang ke China antara US$ 1,1 miliar hingga US$ 1,4 miliar. Angka ini masih merupakan jumlah yang sangat besar untuk negara pulau dengan PDB sekitar US$ 4,9 miliar.

Berikutnya lagi mungkin Indonesia. Pada 2016, Indonesia dan China sepakat untuk membangun kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung. Proyek ini dirancang untuk mempercepat transportasi antara dua kota utama di Indonesia dan meningkatkan konektivitas antara kedua negara.

Melalui investasi besar dari pemerintah China, kereta cepat ini menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia.

Pembangunan proyek Whoosh ini menelan biaya tinggi. Awalnya biaya proyek hanya memerlukan investasi US$ 6,07 miliar atau sekitar Rp86 triliun yang dananya ditanggung korporasi, bukan dari anggaran negara. Namun, rencana ini buyar karena ternyata biaya pembangunan membekak US$ 7,2 miliar atau Rp108 triliun.

Sementara itu, total aset awal Danantara mencapai 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.670 triliun. Aset tersebut merupakan gabungan dari berbagai perusahaan BUMN yang dihimpun dalam Danantara. Ada 47 BUMN yang masuk Danantara.

Nantinya, anggota Dewan Penasihat BPI Danantara asal China itu pun cukup memberikan nasihat yang salah kepada Danantara, sehingga 47 BUMN di dalamnya akan ambruk, dan ambruk pulalah Indonesia.

Untuk itu, sebelum semua itu terjadi, mari kita ingatkan pemerintah untuk tidak mengangkat Tony Blair dan konglomerat asal China atau siapa pun dari luar negeri sebagai Dewan Penasihat BPI Danantara.

Jika Presiden Prabowo tetap bandel, mungkin sudah saatnya rakyat Indonesia turun ke jalan sambil membawa bambu runcing pertanda siaga perang untuk mengusir penjajah asing.

Hanya ada satu kata: lawan!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dua Perusahaan Manufaktur Produsen Sepatu OLahraga, PHK Lagi Ribuan Buruh

Next Post

KPK Seharusnya Ksatria, Tidak Kerdil dan Pengecut Hadapi Hasto Kristiyanto

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah
Feature

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Next Post

KPK Seharusnya Ksatria, Tidak Kerdil dan Pengecut Hadapi Hasto Kristiyanto

Perilaku Oplos: Cermin Buram bagi Masa Depan Investasi

Akankah Kasus Oplosan Pertamina Senasib dengan Kasus Pagar Laut?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...