Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau jadi orang kelima, maka engkau akan celaka,” ujar Safaruddin, mengutip Hadits Rasullah
Lima Puluh Kota – Fusilatnews – Menyusul kejadian seorang murid di SDN 07 Parik Laweh, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota yang memaki dan menyerang gurunya sendiri. Senin (17/7) lalu.
Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, atas nama pribadi dan warganya meminta maaf kepada segenap guru di seluruh Indonesia
Maafkan kami, maafkan saya, Bu Guru,” kata Safaruddin, Jumat (21/7/).
kemudian Safaruddin menyinggung konsep Pendidik KH M Hasyim Asy’ari dalam Kitab Al Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’alim. Di mana dalam kitab tersebut menurut Safaruddin membuktikan bahwa Islam menghargai guru terlihat dari kedudukannya yang setingkat di bawah nabi dan rasul.
Karena Guru berkaitan dengan ilmu dan Islam sangat menghargai ilmu seperti dijelaskan dalam surat Al Mujadilah ayat 11.
Dalam Hadis Rasulullah SAW diriwayatkan oleh Al Baihaqi juga ditegaskan tentang pentingnya ilmu yang diajarkan oleh guru yang berbunyi:
“Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu, dan janganlah engkau jadi orang kelima, maka engkau akan celaka,” ujar Safaruddin, mengutip Hadits Rasullah
Dalam berita sebelumnya beredar video viral seorang murid di SD Akabiluru memaki gurunya dan selanjutnya memancing kemarahan publik.
Menanggapi video viral ini Safaruddin, telah memanggil kepala dinas pendidikan, kepala sekolah serta pemerintah nagari untuk menyelesaikan persoalan ini.
Ia juga meminta orang-orang yang terlibat ketika guru bernama Fermini Wulansari yang dimaki siswanya justru meminta maaf dan memberikan klarifikasi melalui video.
Menurut Safaruddin, merupakan kekeliruan ketika seorang guru yang dilecehkan siswanya justru meminta maaf.
“Sekali waktu, jangan pernah melukai dan menyakiti hati guru-guru kita. Bila hati guru luka, lenyap segala ilmu,” kata Safaruddin menambahkan.






















