Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Jakarta, FusilatNews – Di tengah efisiensi atau pemangkasan anggaran yang berdampak pada dievaluasinya sejumlah program, Kelurahan Kebayoran Lama Utara (KLU), Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tetap optimistis.
Hal itu tercermin dari berlangsungnya acara “Musrenbang Kecamatan Terintegrasi Kelurahan Tahun 2025” bertema, “Bersama Membangun Ketahanan Pangan, Menuju Kelurahan Tangguh dan Berkelanjutan” di Kantor KLU, Kamis (13/2/2025).
Acara tersebut dihadiri Iwan K Santoso dan Satia, Camat dan Wakil Camat KLU, Lurah KLU Rika Laila Puji Astuty, serta pejabat terkait di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Pun semua Ketua Rukun Warga (RW) dan perwakilan Ketua Rukun Tetangga (RT) se-KLU. Di wilayah KLU ada 10 RW dan 102 RT.
Perwakilan dari PD Pasar Jaya Kebayoran Lama, Stasiun Kereta Api Kebayoran Lama, Gandaria City, Garuda Food dan Apartemen Pakubuwono juga hadir.
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat. Relatif tak tercermin kalau ada kebijakan efisiensi atau pemangkasan anggaran di tingkat pusat yang berdampak ke provinsi, kabupaten/kota, bahkan desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Dampak di KLU antara lain berupa pengurangan tenaga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari semula 101 orang menjadi 91 orang atau ada pengurangan 10 orang.
“Tentu ini akan berpengaruh pada penanganan kebersihan di Pasar Kebayoran Lama, misalnya. Tapi kita akan berupaya sekuat mungkin agar kebersihan pasar tetap terjaga,” kata Lurah KLU Rika Laila Puji Astuty.
Camat Kebayoran Lama Iwan K Santoso saat memimpin rapat Musrenbang itu mempersilakan semua Ketua RW dan perwakilan Ketua RT serta pihak lainnya menyampaikan aspirasi masyarakat di lingkungannya terkait program pembangunan yang dibutuhkan lingkungan masing-masing.
Aspirasi itu kemudian ditanggapi pejabat terkait seperti dari Pasar Jaya, Perhubungan, Tata Air, dan sebagainya.
Salah satu aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam rapat itu adalah soal kemacetan lalu-lintas di depan SMPN 161 dan SMAN 47 di Tanah Kusir saat jam masuk dan pulang sekolah.
Iwan kemudian mempersilakan pejabat terkait untuk memberikan respons.
Semua program pembangunan yang sudah disepakati, kata Iwan, sedapat mungkin untuk dilaksanakan.
Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu akhirnya ditutup Wakil Camat Kebayoran Lama Satia menjelang pukul 16.00 WIB.





















