• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Nadiem Makarim tak Lagi Jadi Menteri, Nasib Kurikulum Merdeka Belajar Di Persimpangan

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
October 17, 2024
in News, Pendidikan
0
Dalam Sesi Pembahasan Kisruh UKT, Nadim Alihkan ke Presentasi Data Peningkatan Penerima KIPK

Saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI dalam sesi pembahasan kisruh uang kuliah tunggal (UKT) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim tak bisa menjawab dan mengalihkan pada presentasi data tentang tren peningkatan anggaran dan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) sekaligus meminta legislator untuk memberikan dukungan pada program tersebut. (tangkapan layar TV Parlemen)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews– Nasib dan masa depan kurikulum Merdeka Belajar yang digagas oleh mendikbud Ristek Nadiem Makarim tentu tidak jelas setelah Nadiem Makarim tak lagi Jadi Menteri.

Pakar pendidikan dari Universitas Ibn Khaldun, Bogor, Dr Rahmatul Husni, menyoroti nasib kurikulum Merdeka Belajar yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim seiring transisi kursi menteri yang akan berlangsung tak lama lagi.

Menurut dia, keberlanjutan program ini menjadi sangat krusial dalam menjaga kesinambungan sistem pendidikan. Ia berharap, kurikulum ini dapat dilanjutkan dan ditingkatkan di bawah kepemimpinan Prof Abdul Mu’ti yang akan mengisi menteri pendidikan dasar dan menengah pada era pemerintahan Prabowo Subianto.

“Kurikulum Merdeka Belajar telah menjadi salah satu inovasi besar dalam sistem pendidikan kita. Namun, pertanyaannya adalah, apakah kurikulum ini benar-benar membawa kemerdekaan bagi siswa, atau hanya menjadi slogan semata?”ujar Rahmatul saat ditemui di Bogor, Rabu (16/10/2024).
Sejumlah pelajar dievakuasi di lantai bertingkat gedung penyelamatan Museum Tsunami Aceh saat berlangsung Simulasi Evakuasi Mandiri di Banda Aceh, Aceh, Rabu (9/10/2024). – (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Ia juga menyoroti betapa banyak pendidik yang merasa kebingungan dengan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Oleh karena itu, diperlukan arahan yang lebih jelas agar kurikulum ini bisa dijalankan dengan baik di lapangan.

“Kebijakan yang baik harus tetap dijalankan terlepas dari siapa yang menjabat. Yang paling penting adalah evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut benar-benar bermanfaat bagi siswa dan pendidik,”jelas dia.

Rahmatul juga menekankan perlunya integrasi antara kemajuan teknologi dan pendidikan yang beradab untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam bersikap. Menurut dia, teknologi dalam pendidikan harus digunakan sebagai alat untuk mendukung pengembangan moral dan karakter, bukan sebagai tujuan akhir.

“Kita ingin menciptakan generasi yang mampu bersaing di era digital, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan kebijaksanaan. Itulah esensi pendidikan yang sebenarnya,”ujar dia.

Dia berharap agar kepemimpinan baru di Kementerian Pendidikan dapat membawa perubahan positif bagi sistem pendidikan Indonesia. Pergantian menteri ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang peralihan kebijakan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan kembali arah pendidikan nasional yang lebih komprehensif, yang tidak hanya mengejar angka dan teknologi, tetapi juga adab dan kebijaksanaan.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nunuk Suryani sebelumnya menyebutkan Merdeka Belajar perlu dilanjutkan untuk dunia pendidikan ke depan.

“Maka di punggung saya ada kata lanjutkan Merdeka Belajar, karena kita ingin Merdeka Belajar substansi esensinya karena buktinya sudah ada di depan mata kita,” kata Nunuk belum lama ini.

Dia mengatakan, Merdeka Belajar menjadi kebijakan yang mampu mendorong mutu dunia pendidikan baik dari sisi pembelajaran yang didapat peserta didik maupun bagi tenaga pengajar.

Kurikulum Merdeka Belajar sebelumnya mendapat kritik keras dari wakil presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla dalam acara Diskusi Terumpun ‘Menggugat Kebijakan Anggaran Pendidikan’ yang diselenggarakan di kawasan parlemen senayan, Jakarta, Sabtu (7/9/2024).

Menurut JK, sebaiknya pemerintah bersikap konservatif dalam menyelenggarakan pendidikan. Dia mengatakan, Merdeka Belajar justru tak membuat anak belajar karena tidak ada ujian. JK pun mengusulkan kembali diadakannya Ujian Nasional untuk membuat para siswa menjadi belajar.

Lebih lanjut, JK meminta agar pemerintah mencontoh India dan China yang memiliki demografi besar dengan pendidikan yang terbilang sukses. Negara-negara tersebut pun dinilai menerapkan UN. “Apa inti disana, Ujian Nasional. Anda boleh lihat disana,”ujar dia.

JK pun mengatakan, hampir semua perusahaan di Amerika Serikat memiliki CEO orang India. Tak hanya itu, wakil presiden AS yang akan berkontestasi pada Pemilu Presiden 2024, Kamala Harris juga memiliki ibu dari India. “Berarti pendidikannya maju,”ujar dia.

Kurikulum Merdeka Belajar sempat mendapatkan kritik dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang meminta Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk melakukan refleksi atas Program Merdeka Belajar di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“Kenapa refleksi? Karena beberapa kali Kemendikbudristek menyampaikan soal Merdeka Belajar ini terinspirasi dari Ki Hajar Dewantara soal konsep mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji dalam diskusi yang diikuti di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Ubaid menilai konsep mencerdaskan kehidupan bangsa yang seharusnya menjadi ruh dan semangat Program Merdeka Belajar belum sepenuhnya dimaknai dengan baik oleh guru, siswa, serta masyarakat secara umum.

Salah satu contohnya, ungkap dia, adanya kasus guru yang diberhentikan karena melontarkan kritik terhadap pemerintah di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, hal tersebut tidak menandakan bahwa guru tersebut benar-benar merdeka.

“Artinya, pertanyaan besarnya adalah kalau kita teriak-teriak soal Merdeka Belajar, bisa direfleksikan kepada guru-guru kita sebenarnya mereka itu merdeka nggak?” ujarnya.

Tidak hanya pada guru, Ubaid melanjutkan wujud kemerdekaan dari Program Merdeka Belajar juga tidak ditemukan pada seluruh peserta didik, di mana data Badan Pusat Statistik pada 2023 menyatakan terdapat sekitar tiga juta anak di Indonesia putus sekolah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bahlil Dituding Publikasi di Jurnal Predator: Kredibilitas Karya Ilmiah Dipertanyakan

Next Post

Gubernur BI: Bank Sentral Tegaskan Komitmen Koordinasi dengan Pemerintah Baru

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?
News

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum
Crime

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Next Post
Gubernur BI: Bank Sentral Tegaskan Komitmen Koordinasi dengan Pemerintah Baru

Gubernur BI: Bank Sentral Tegaskan Komitmen Koordinasi dengan Pemerintah Baru

Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap Pmpinan KKB wilayah Paniai, Jemmy Magai Yogi

Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap Pmpinan KKB wilayah Paniai, Jemmy Magai Yogi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist