• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Naiknya Angka Kemiskinan

fusilat by fusilat
January 28, 2023
in Feature
0
Penjelasan BPS: Orang Miskin Semakin Meningkat Usai Harga BBM Naik

Aktivitas warga di perkampungan kumuh kawasan Semper, Cilincing, Jakarta, Selasa (12/10/2021) (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Lili Retnosari

Jakarta –
Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis angka kemiskinan September 2022 pada Senin, 16 Januari 2023. Persentase penduduk miskin pada September 2022 tercatat sebesar 9,57 persen (26,36 juta orang). Angka tersebut meningkat sebesar 0,03 persen poin atau sekitar 0,20 juta orang dibandingkan kondisi Maret 2022. Namun, jika dibandingkan dengan angka di September 2021, persentase penduduk miskin sebenarnya mengalami penurunan sebesar 0,14 persen poin atau berkurang 0,14 juta orang.

Jika kita lihat berdasarkan daerah, tingkat kemiskinan September 2022 baik di daerah perkotaan maupun di perdesaan, juga sama-sama mengalami peningkatan dibandingkan Maret 2022. Di daerah perkotaan, jumlah orang miskin bertambah 0,16 juta orang. Sementara itu, pada periode yang sama, di daerah perdesaan, jumlah orang miskin bertambah sekitar 0,04 juta orang.

Peningkatan angka kemiskinan tersebut tentu menarik perhatian. Pasalnya, sejak Maret 2021 hingga Maret 2022 lalu, angka kemiskinan sudah berhasil ditekan kembali pasca kenaikan akibat pandemi Covid-19. Tingkat kemiskinan yang sempat mencapai dua digit lagi yakni sebesar 10,19 persen pada September 2020, sudah berhasil menurun kembali sampai tingkat 9,54 persen pada Maret 2022.

Selain jumlah dan persentase penduduk miskin, BPS juga menghasilkan indikator lain terkait kemiskinan yang memang harus diperhatikan. Indikator tersebut yaitu indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan.

Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan merupakan angka yang memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.Pada September 2022, kedua indeks tersebut mengalami penurunan dibandingkan kondisi Maret 2022. Indeks kedalaman kemiskinan menurun sebesar 0,024 poin, sedangkan indeks keparahan kemiskinan menurun 0,016 poin. Penurunan tersebut juga terjadi baik di perkotaan maupun di perdesaan.

Dalam mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh World Bank. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Garis Kemiskinan (GK) mencerminkan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun non-makanan. GK terdiri dari GK makanan (nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan yang setara 2100 kkal per kapita per hari) dan GK non-makanan (nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan pokok non makanan).

Pada September 2022, GK nasional adalah sebesar Rp 535.547 per kapita per bulan. Jika dilihat dari komponen penyusunnya, peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. GK makanan pada September 2022 menyumbang 74,15 persen terhadap GK, sedangkan GK non-makanan menyumbang sebesar 25,85 persen.

Sementara itu, pada September 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,34 orang anggota rumah tangga. Hal ini berarti besarnya GK per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.324.274/rumah tangga miskin/bulan. Angka ini turun sebesar 2,99 persen dibanding kondisi Maret 2022 yang sebesar Rp 2.395.923/bulan.

Fenomena yang Mempengaruhi

Beberapa fenomena yang mempengaruhi naiknya tingkat kemiskinan September 2022 dibanding Maret 2022 di antaranya; pertama, adanya penyesuaian harga BBM pada 3 September 2022 untuk jenis bahan bakar Pertalite, Solar, dan Pertamax (non-subsidi). Kedua, tingkat inflasi pada bulan September 2022 sebesar 1,17 persen (m-to-m) dan 5,95 persen (y-o-y). Ketiga, secara q to q, pertumbuhan ekonomi melambat pada Triwulan 3-2022 yakni sebesar 1,81 persen.

Sementara, konsumsi rumah tangga pada periode yang sama tumbuh melambat, yakni turun sebesar 0,11 poin persen. Keempat, pada periode Maret 2022-September 2022, secara nasional harga eceran beberapa komoditas pokok mengalami kenaikan, antara lain beras (1,46 persen), gula pasir (2,35 persen), tepung terigu (13,97 persen), cabai merah (42,60 persen), dan telur ayam ras (19,01 persen). Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain daging ayam ras (1,78 persen) dan minyak goreng (0,48 persen).

Selanjutnya, kelima, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2022 sebesar 5,86 persen atau turun sebesar 0,63 persen poin dibandingkan Agustus 2021 (6,49 persen). Keenam, proporsi pekerja penuh pada Agustus 2021 sebesar 68,46 persen atau meningkat dibandingkan Agustus 2021 (64,30 persen). Ketujuh, rata-rata upah buruh pada Agustus 2022 meningkat sebesar 12,22 persen dibandingkan Agustus 2022, meskipun masih terdapat penduduk usia kerja yang terdampak pandemi pada Agustus 2022 yaitu sebanyak 4,15 juta orang.

Terakhir, yaitu adanya pemberian kompensasi atas penyesuaian harga BBM berupa kenaikan bansos sebesar Rp150.000 per bulan; subsidi upah sebesar Rp 600.000 per pekerja; serta subsidi transportasi angkutan umum ojek online dan nelayan. Masalah kemiskinan masih menjadi hal yang sangat krusial. Kepedulian dari seluruh pihak untuk memerangi kemiskinan tenth sangat diperlukan. Peduli dengan data yang ada, bisa menjadi salah satu bentuk awal partisipasi untuk mengatasi.

Lili Retnosari Statistisi di Seksi Statistik Kemiskinan BPS

Dikutip Detik.com, Sabtu 28 Januari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fakta Fakta Pertemuan Presiden Jokowi dan Surya Paloh di Istana

Next Post

6 Pebruari Sidang Paripurna DPR Tentang Perpu Cipta Kerja, Ribuan Buruh Gelar Demo Tolak Perppu

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Peringati May Day, Buruh Akan Gelar Aksi dan Sampaikan 16 Tuntutan Ini

6 Pebruari Sidang Paripurna DPR Tentang Perpu Cipta Kerja, Ribuan Buruh Gelar Demo Tolak Perppu

Pembicaraan Rahasia Diantara Pertemuan Anies dan Koalisi Perubahan di Bali, Seperti Apa?

Pertai Demokrat, PKS dan Nasdem Siap Deklarasi Koalisi Perubahan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist