FusilatNews- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Negara Kamis, 26 Januari 2023 di tengah berbagai isu yang mengencang salah satunya terkait reshuffle kabinet. Seperti apa fakta-fakta pertemuan keduanya?
Dibenarkan Pihak Istana
Pihak Istana membenarkan adanya pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis sore, 26 Januari 2022 hal itu disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membenarkan adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/1). “Betul, ada pertemuan tersebut kemarin sore,” kata Bey Machmudin di Jakarta, Jumat.
Diungkap Ketua DPP Nasdem
Ketua DPP Partai Partai Nasdem Sugeng Suprawoto mengungkapkan isi pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (26/1/2023) sore. Menurut Sugeng, kedua tokoh banyak membahas masalah kebangsaan termasuk situasi politik menjelang Pilpres 2024.
“Secara eksplisit, sekali lagi saya tidak mengorek lebih jauh. Ini biarkan menjadi, kita kan juga harus menghormati. Bahwa saya yakin dibahas gitu loh (soal Pilpres 2024), Saya yakin, itu interpretasi saya,” ujar Sugeng usai pertemuan di Jalan Lebak Bulus Dalam II Nomor 42, Jakarta Selatan pada Jumat (27/1/2023).
Isu yang dibahas
Sugeng tak menampik jika ada kemungkinan menyinggung Pemilu 2024. Topik pembicaraan pertemuan tak lepas membincangkan persoalan ekonomi, sosial budaya di Indonesia.
“Betul juga dalam waktu dekat ini kita akan masuk prosesi besar pemilu, misalnya membutuhkan kondisivitas yang baik dan itu yang dibahas oleh Pak Surya. Tak secara eksplisit ya, sekali lagi saya tidak mengorek lebih jauh. Ini biarkan menjadi informatif,” kata Sugeng.
Ia menekankan pertemuan kedua tokoh untuk membangun kebersamaan, tentang bagaimana menghadapi tantangan-tantangan yang tidak mudah.
“Jadi sekali lagi yang ditekankan, saya ketemu dengan beliau (Surya Paloh), yah kita membangun kebersamaan, bagaimana menghadapi tantangan-tantangan yang tidak mudah dari semua itu,” katanya.
Isu reshuffle
Desakan reshuffle juga disampaikan sejumlah politikus PDIP terhadap menteri dari Partai NasDem. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan usulan mengevaluasi dua menteri NasDem, yaitu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar tidak hanya didasarkan pada kinerjanya.
Menurut dia, asal partai menteri tersebut juga mempengaruhi usulan reshuffle. Syahrul dan Siti berasal dari Partai NasDem. Usai mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024, desakan terhadap partai untuk keluar dari koalisi pendukung Jokowi menguat, salah satunya dari PDIP.
“Satu kinerjanya, dua termasuk partainya. Kalau memang gentle betul sudah seperti itu, akan lebih baik untuk menteri-menterinya mengundurkan diri,” kata Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat.



















