Gus Choi mencontohkan salah satu inkonsistensi Jokowi yaitu tak lagi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menentukan menteri kabinet.
Dalam acara Political ShowKetua DPP Partai NasDem Effendi Choirie atau Gus Choi mengatakan, pada periode pertama, kerja Jokowi sesuai koridor. Tetapi sebagai presiden. Joko Widodo
tampak tidak konsisten pada periode keduanya
“Penilaian kami seluruh kader NasDem dalam periode pertama semua fine, Jokowi berada dalam orbit koridor yang menurut kami pas.
Begitu periode kedua, ada banyak hal yang tidak konsisten dari Jokowi,” kata Gus Choi
Gus Choi mencontohkan salah satu inkonsistensi Jokowi yaitu tak lagi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menentukan menteri kabinet.
MenurutvGus Choi, pada periode pertama, Jokowi melibatkan KPK untuk menelusuri rekam jejak calon menteri yang akan ditunjuk.
“Misalnya, semula calon menteri atau menteri harus tidak menjabat partai, calon menteri ditanya dulu ke KPK. Periode kedua enggak ada lagi semua itu,” ucapnya.
Kemudian, Gus Choi juga mencontohkan menteri diizinkan untuk rangkap jabatan sebagai ketua umum parpol.
Saat ini, terdapat tiga ketum parpol yang duduk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju, yakni Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan.
Gus Choi menegaskan NasDem tetap setia mendukung pemerintahan Jokowi hingga 2024 di tengah isu merenggangnya hubungan parpol dengan Jokowi.
Kita koalisi kan sampailah 2024, dalam pemerintahan ini. Tapi tidak ada satu klausul dalam kesepakatan berkoalisi itu misalnya berapa bulan, berapa tahun kita tidak boleh berpisah untuk menyongsong 2024,” kata dia.
Saat ini NasDem berkoalisi dengan PKS dan Demokrat untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden di 2024.
Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengakui hubungannya dengan Jokowi merenggang, bahkan berada di titik terendah.
Ia juga merasakan NasDem sebetulnya sudah tidak dibutuhkan lagi di kabinet. Kendati begitu, ia menegaskan NasDem masih tetap akan mendukung Jokowi hingga akhir pemerintahan.























