• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Negara Disandera Seorang Pembohong: Ketika Hukum Tunduk, Keadilan Tumbang

fusilat by fusilat
July 30, 2025
in Crime, Feature
0
Negara Disandera Seorang Pembohong: Ketika Hukum Tunduk, Keadilan Tumbang
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Optic Macca

Di atas panggung kekuasaan, berdiri seorang tokoh yang oleh banyak rakyat sempat disanjung, disematkan gelar “merakyat”, “sederhana”, bahkan “penyelamat.” Namun hari ini, sejarah tak bisa lagi menutup-nutupi kebenaran: bahwa penguasa yang pernah dielu-elukan itu ternyata adalah pembohong paling konsisten dalam sejarah republik ini.

Jokowi—yang oleh jabatan dan waktu telah diberi amanah memimpin negeri, justru menggunakan kursi kuasa sebagai alat propaganda kebohongan. Ia bukan lagi sekadar pribadi yang khilaf, tapi telah menjelma menjadi mesin dusta yang merusak sendi-sendi hukum, etika, dan kemanusiaan. Seratus lebih janji dan ucapan palsunya telah tercatat dan menjadi bukti terbuka bahwa rakyat telah dikhianati, berkali-kali. Dan kebohongan itu, bukan hanya terjadi saat kampanye—tetapi berlanjut hingga purna jabatan. Masih terus berdusta, dan bahkan memaksa sistem hukum untuk mengabsahkan kebohongannya.

Bayangkan, betapa menjijikkannya ketika para penegak hukum yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan malah tunduk dan membungkam suara-suara yang menuntut kebenaran. Para hakim yang menjabat dalam perkara besar seperti keaslian ijazah Jokowi—jika mereka berpaling dari keadilan dan lebih memilih ketakutan atau ketundukan politik—maka langit dan bumi akan menjadi saksi atas kebusukan mereka. Keputusan seorang hakim tak hanya dicatat di meja pengadilan, tetapi juga dicatat oleh sejarah dan ditimbang oleh Tuhan.

Mengapa laporan atas dugaan ijazah palsu tidak diberi ruang untuk diuji secara adil? Mengapa sang mantan presiden justru bisa memenjarakan mereka yang mempertanyakan keabsahan dokumen akademiknya? Karena hukum telah dibajak. Penegakan hukum di republik ini tak lebih dari alat kekuasaan, dan kekuasaan itu kini menjadi wajah kriminal politik yang telanjang.

Lebih kejam lagi, ketidakberesan ini bukan hanya dinikmati sendiri oleh sang penguasa lama. Ia mewariskan virusnya kepada generasi pemegang kuasa selanjutnya. Residunya menyebar—para pemimpin setelahnya meniru strategi dusta, menormalisasi penindasan atas nama “stabilitas”, dan terus memanipulasi hukum demi menjaga warisan kejahatan itu tetap hidup.

Bangsa ini berada di tepi kehancuran moral. Ketika rakyat lebih lantang berteriak “Bebaskan Palestina” namun diam terhadap penindasan di dalam negerinya sendiri, ketika para intelektual menjadi penakut dan media kehilangan nyali—di sanalah titik nadir kemunduran kita. Negeri ini kini disandera seorang pembohong besar, yang oleh sejarah seharusnya sudah diadili, bukan dimuliakan.

Jangan harap ada perbaikan jika rakyat masih tunduk pada rasa takut, jika hakim-hakim tak lagi memiliki nurani, dan jika bangsa ini terus tertidur di bawah nyanyian manis propaganda.

Bangun, bung! Waktu tidak akan menunggu kita. Hari sudah senja. Jangan biarkan malam menyelimuti negeri ini selamanya karena kita terlalu pengecut untuk menegakkan kebenaran terhadap satu orang penipu.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Enggan Sampaikan Putusan Sela, Ketua PN Sorong Beauty Simatauw Terindikasi ‘Masuk Angin’

Next Post

Koloni Digital Bernama Indonesia: Ketika Kedaulatan Itu Bernama Pesan Singkat

fusilat

fusilat

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Koloni Digital Bernama Indonesia: Ketika Kedaulatan Itu Bernama Pesan Singkat

Koloni Digital Bernama Indonesia: Ketika Kedaulatan Itu Bernama Pesan Singkat

Reuters : TikTok Lebih Didengar daripada Kompas

Reuters : TikTok Lebih Didengar daripada Kompas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist