• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Reuters : TikTok Lebih Didengar daripada Kompas

Ali Syarief by Ali Syarief
July 30, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Reuters : TikTok Lebih Didengar daripada Kompas
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pagi bisa datang dari jempol yang sibuk. Di sela uap nasi dan dengung panci, seorang ibu menatap layar kecilnya—dan di sanalah dunia bicara. Bukan lewat suara berat penyiar berita, bukan pula dari teks di halaman koran. Tapi dari seorang pemuda berkaos oblong, menyampaikan kabar harga beras naik, dengan emoji tertawa dan latar musik yang akrab di telinga.

Ia tersenyum, lalu mengangguk. Ia merasa tahu. Ia merasa paham. Ia merasa telah mendapat kebenaran—meski kebenaran itu barangkali hanya sepotong, atau sekadar pantulan dari keinginan untuk percaya.

Inilah Indonesia hari ini, dan mungkin esok. Sebuah negeri yang memeluk berita dalam bentuk baru: bukan lagi kolom panjang yang dibaca dengan tekun, tetapi potongan-potongan video yang menghibur, mengagetkan, menyentuh, dan kadang menyesatkan.

Riset Reuters Institute for the Study of Journalism 2025 menyodorkan angka-angka yang tidak dingin. Ia menunjukkan bahwa 41 persen pengguna internet Indonesia mencari berita di YouTube. Dan lebih mengejutkan lagi, 34 persen kini menjadikan TikTok sebagai sumber utama informasi. Bukan hanya untuk hiburan, tapi untuk memahami dunia.

Ini bukan sekadar statistik. Ini adalah pergeseran cara kita memandang kebenaran. Sebab di TikTok, berita datang dengan gerak cepat, narasi singkat, dan wajah-wajah yang bukan wartawan, bukan ahli, bukan penyaksi. Tapi mereka dipercaya.

Barangkali karena bahasa mereka tidak berjarak. Tidak resmi. Tidak menggurui. Mereka bicara seperti teman: santai, kadang sembrono, tapi terasa jujur. Atau setidaknya, tampak jujur. Di zaman ini, “terasa” bisa lebih penting dari “sebenarnya”.

Yang lebih menggetarkan: meski 57 persen orang Indonesia mengaku percaya pada berita, 7 dari 10 di antaranya takut tertipu hoaks. Rasa percaya yang dibayang-bayangi curiga. Seperti orang yang menyentuh air tapi takut basah. Seperti berjalan dalam gelap, sambil berharap menemukan cahaya dari layar ponsel.

Media arus utama masih ada—Detik, Kompas, Tribun. Tapi mereka tak lagi sendirian. Mereka kini bersaing dengan suara-suara yang lahir dari algoritma, dari orang-orang yang tak pernah duduk di ruang redaksi, tak mengenal etika jurnalistik, tapi mengerti satu hal: bagaimana membuat orang berhenti, menatap, dan membagikan.

Dalam kerumunan video pendek itu, kabar bisa jadi kabur, opini bisa menyamar jadi fakta, dan sensasi bisa mengalahkan verifikasi.

Maka kita bertanya: akankah negeri ini menuju Indonesia Emas dengan tumpuan pada informasi yang datang bukan dari ruang berita, tapi dari kamar tidur remaja dengan kamera ponsel?

Atau barangkali, kita sudah tidak lagi membedakan mana jurnalis, mana performer. Sebab yang penting bukan siapa yang bicara, tapi apakah kita merasa nyaman dengan apa yang ia katakan.

Dan di titik itulah, kebenaran menjadi relatif. Ia tidak lagi dicari, hanya diklik.


Di zaman yang tergesa-gesa ini, kebenaran datang seperti notifikasi: cepat, ramai, dan mudah hilang. Tapi mungkin justru karena itu, kita perlu jeda. Untuk bertanya, bukan apa yang viral, tapi apa yang benar.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Koloni Digital Bernama Indonesia: Ketika Kedaulatan Itu Bernama Pesan Singkat

Next Post

Harga Beras Meroket: Siapa yang Menangis, Siapa yang Tertawa?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Pemerintah Berencana Impor Beras Sebanyak 500 ribu Ton

Harga Beras Meroket: Siapa yang Menangis, Siapa yang Tertawa?

Evakuasi Massal Dilakukan, Peringatan Dini Berlaku di Sejumlah Wilayah

Evakuasi Massal Dilakukan, Peringatan Dini Berlaku di Sejumlah Wilayah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist