• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Harga Beras Meroket: Siapa yang Menangis, Siapa yang Tertawa?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 31, 2025
in Economy, Feature
0
Pemerintah Berencana Impor Beras Sebanyak 500 ribu Ton
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Ketika harga beras melejit, siapa yang paling terdampak? Apakah petani menangis, atau justru tertawa? Pertanyaan ini perlu dijawab secara jernih, agar kita tidak terjebak dalam simpati yang salah alamat atau kebijakan yang keliru sasaran.

Setidaknya ada lima alasan mengapa pemerintah begitu khawatir ketika harga beras melonjak tinggi.

Pertama, dampaknya terhadap kemiskinan.
Sebagian besar masyarakat berpenghasilan rendah mengalokasikan porsi besar pendapatannya untuk membeli beras. Ketika harga beras naik, beban mereka pun kian berat, dan risiko jatuh ke dalam jurang kemiskinan menjadi semakin besar.

Kedua, inflasi.
Beras adalah komoditas utama. Lonjakan harganya akan memicu inflasi secara keseluruhan. Daya beli masyarakat merosot, pertumbuhan ekonomi melambat, dan stabilitas fiskal terganggu.

Ketiga, stabilitas sosial.
Kenaikan harga beras yang tak terkendali dapat memicu keresahan sosial. Riak-riak ketidakpuasan mudah berubah menjadi gelombang demonstrasi, yang dapat mengganggu stabilitas politik dan keamanan.

Keempat, ketahanan pangan.
Beras adalah makanan pokok. Ketika harganya tak terjangkau, akses masyarakat terhadap pangan bergizi pun terancam. Ini bukan hanya masalah perut, tetapi juga persoalan nasional.

Kelima, dampak pada kelompok rentan.
Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan kelompok miskin akan paling merasakan dampaknya. Harga beras yang tinggi berarti asupan gizi terganggu. Maka bukan hanya kemiskinan yang meningkat, tapi juga potensi stunting dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Atas dasar itulah, pemerintah memiliki kepentingan besar untuk menjaga stabilitas harga beras. Melalui kebijakan stabilisasi harga, subsidi, dan bantuan pangan, diharapkan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar yang layak.

Lalu, apakah petani ikut menderita?

Tidak selalu. Dalam situasi normal, naiknya harga beras justru bisa menjadi berkah bagi petani. Mereka bisa menjual gabah atau beras dengan harga lebih tinggi, dan pendapatan pun meningkat. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Banyak petani tetap berada di sisi yang kalah, bahkan ketika harga beras tinggi. Mengapa?

  • Harga input melonjak. Kenaikan harga pupuk, benih, pestisida, dan sewa lahan membuat keuntungan petani tergerus.

  • Tengkulak menguasai pasar. Petani kerap terjerat dalam sistem distribusi yang timpang, di mana tengkulak menentukan harga beli gabah, bukan berdasarkan pasar, tetapi kekuasaan dagang.

  • Akses pasar terbatas. Banyak petani tidak memiliki infrastruktur dan informasi yang cukup untuk menjual langsung ke pasar. Akibatnya, harga jual yang mereka terima jauh dari harga pasar riil.

Jadi, ketika harga beras naik, petani tidak otomatis tersenyum. Bahkan bisa jadi mereka hanya menjadi penonton dari permainan harga yang dikendalikan oleh aktor-aktor besar di rantai distribusi.

Siapa yang paling menderita?

Jawabannya: konsumen. Terutama mereka yang berpendapatan rendah. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk kebutuhan pokok. Dalam jangka panjang, hal ini mengganggu kualitas hidup dan memperlebar ketimpangan sosial.

Saatnya Petani Naik Kelas

Jika petani ingin menikmati hasil kerja kerasnya secara utuh, maka sudah saatnya mereka tidak lagi hanya menjual gabah mentah. Petani harus menjadi pelaku utama dalam rantai pasok beras, dari sawah hingga meja makan.

Beberapa strategi bisa dilakukan:

  1. Pendidikan dan pelatihan.
    Bekali petani dengan pengetahuan budidaya yang modern, manajemen pasca panen, dan teknik pemasaran.

  2. Akses teknologi.
    Sediakan mesin pertanian, alat panen, sistem irigasi, dan fasilitas penggilingan agar petani bisa menghasilkan beras sendiri dengan kualitas baik.

  3. Penguatan kelembagaan.
    Dorong pembentukan koperasi tani atau asosiasi yang kuat untuk memperbaiki posisi tawar petani di hadapan tengkulak dan pengusaha besar.

  4. Akses pasar langsung.
    Buka jalur distribusi yang memungkinkan petani menjual langsung ke konsumen atau lembaga pemerintah seperti Bulog.

  5. Subsidi dan insentif.
    Berikan dukungan nyata berupa subsidi input produksi atau insentif bagi petani yang meningkatkan kualitas berasnya.

  6. Perbaikan infrastruktur.
    Bangun jalan pertanian, irigasi, gudang, dan pasar desa yang memungkinkan efisiensi dan memperpendek rantai distribusi.

Dengan pendekatan seperti itu, kita tidak hanya menyelamatkan petani dari kemiskinan, tapi juga menjadikan mereka mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Petani tidak seharusnya menjadi objek belas kasihan, tapi subjek utama dalam peta ekonomi bangsa.
Dan untuk itu, mereka butuh dukungan, bukan hanya simpati. Butuh sistem, bukan hanya slogan.

Semoga jalan ke sana makin terbuka. Dan semoga yang tertawa saat harga beras naik, kali ini benar-benar petani.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Reuters : TikTok Lebih Didengar daripada Kompas

Next Post

Evakuasi Massal Dilakukan, Peringatan Dini Berlaku di Sejumlah Wilayah

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Evakuasi Massal Dilakukan, Peringatan Dini Berlaku di Sejumlah Wilayah

Evakuasi Massal Dilakukan, Peringatan Dini Berlaku di Sejumlah Wilayah

Gelombang Tak Menggoyahkan: Ketika Jepang Mengajari Kita Cara Menghadapi Tsunami

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...