• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Negeri Asap, Untungnya Terbang ke Luar: Paradox Rokok dan Tembakau Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
September 15, 2025
in Economy, Feature
0
Negeri Asap, Untungnya Terbang ke Luar: Paradox Rokok dan Tembakau Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Rokok di Indonesia bukan sekadar benda yang dibakar di ujung bibir. Ia adalah ironi sosial-ekonomi yang terus hidup dari waktu ke waktu. Rokok menjadi teman setia buruh pabrik, nelayan di dermaga, sopir angkot, hingga petani di ladang. Ironinya, justru kalangan bawah inilah yang menjadi penopang utama kejayaan industri rokok nasional. Mereka merogoh kocek yang sebenarnya pas-pasan, hanya untuk menikmati sebatang rokok yang seolah menjadi “teman setia” kala penat.

Namun, di balik kepulan asap itu tersembunyi fakta getir: industri rokok Indonesia yang begitu megah, dengan keuntungan triliunan rupiah setiap tahunnya, lebih dari 90 persen sahamnya kini berada dalam genggaman asing. Nama-nama besar seperti Philip Morris (pengendali PT HM Sampoerna) atau British American Tobacco (pemilik mayoritas Bentoel) adalah bukti nyata bahwa industri ini telah lama lepas dari kendali nasional. Ironinya, keuntungan yang mengalir dari keringat rakyat kecil Indonesia justru lari ke luar negeri.

Kepemilikan Asing di Industri Rokok Indonesia

  • PT HM Sampoerna Tbk – Sejak 2005 dikuasai penuh oleh Philip Morris International (Amerika Serikat/Swiss). Saat ini kepemilikan asing melalui Philip Morris mencapai lebih dari 92,5% saham.
  • PT Bentoel Internasional Investama Tbk – Dikuasai oleh British American Tobacco (BAT) sejak 2009. Kepemilikan asing BAT mencapai lebih dari 92,48% saham.
  • PT Djarum – Tetap dimiliki keluarga Hartono (lokal), tetapi masuk dalam jaringan distribusi global melalui kerjasama dengan berbagai korporasi internasional.
  • PT Gudang Garam Tbk – Masih dimiliki keluarga Wonowidjojo (lokal), namun sebagian sahamnya diperdagangkan di bursa dan sebagian kecil dimiliki investor asing.

Dari data ini terlihat bahwa dua pemain besar dengan kontribusi produksi paling masif justru sudah sepenuhnya dikendalikan asing. Sementara itu, pemain lokal tersisa seperti Djarum dan Gudang Garam tetap kuat, tetapi persaingannya berada dalam arena yang sarat modal dan jejaring global.

Tembakau Lokal yang Tersingkir

Indonesia adalah salah satu negara penghasil tembakau terbesar di dunia. Dari Temanggung, Madura, hingga Lombok, ribuan petani menggantungkan hidup pada daun hijau yang menjadi bahan baku utama rokok. Namun, alih-alih menyerap hasil panen lokal secara penuh, industri justru mengimpor tembakau dalam jumlah besar.

Data resmi Kementerian Pertanian dan BPS menunjukkan tren impor tembakau yang terus meningkat, bahkan mencapai puncaknya pada tahun 2018 sebesar 695,72 ribu ton. Berikut gambaran perkembangannya:

Perkembangan Impor Tembakau Indonesia (2015–2023)

TahunVolume Impor (Ton)Catatan
2015480.000Awal tren naik
2016510.000Stabil naik
2017550.000Meningkat
2018695.720Tertinggi sepanjang periode
2019610.000Turun setelah 2018
2020580.000Dampak pandemi COVID-19
2021600.000Mulai pulih
2022640.000Naik kembali
2023660.000Tiongkok suplai terbesar (44.181 ton)

Dari tabel tersebut terlihat jelas bahwa kebutuhan industri rokok Indonesia tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada tembakau lokal. Pada 2023, Tiongkok menjadi pemasok utama dengan 44.181,6 ton, disusul Brazil, Turki, Zimbabwe, dan Zambia. Dari Zimbabwe saja, nilai impor tembakau pada 2023 mencapai sekitar US$ 43,52 juta, sementara dari Zambia sekitar US$ 3,97 juta.

Ironinya, di saat petani lokal kerap mengeluh harga jual tembakau mereka ditekan, industri justru lebih memilih mengandalkan bahan baku impor. Artinya, posisi petani tembakau lokal semakin terhimpit di tengah gempuran pasar global.

Rakyat Kecil yang Menopang Raksasa

Dalam narasi besar ekonomi nasional, rokok sering dielu-elukan sebagai penyumbang terbesar cukai negara. Kontribusinya pada APBN memang besar, mencapai lebih dari Rp200 triliun setiap tahun. Akan tetapi, jika ditelusuri lebih dalam, dana itu sesungguhnya berasal dari kantong rakyat miskin yang loyal membeli rokok setiap hari. Dengan kata lain, rakyat kecil yang sudah susah payah bertahan hidup justru membiayai negara lewat rokok, sementara keuntungan industri yang fantastis sebagian besar dinikmati korporasi asing.


Penutup

Paradoks ini menghadirkan pertanyaan mendasar: untuk siapa sebenarnya industri rokok ini berdiri? Untuk kesejahteraan petani tembakau dan buruh linting rokok? Ataukah semata untuk memperkuat kantong asing yang mengendalikan lebih dari 90 persen saham industri?

Indonesia, dengan segala keunikannya, berhasil menormalisasi sebuah kontradiksi besar. Rokok dijual murah, mudah dijangkau, dan menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi konsekuensinya justru mengekalkan kemiskinan, memperparah masalah kesehatan, dan melemahkan kedaulatan ekonomi.

Jika industri rokok terus dibiarkan seperti ini, rakyat miskin akan terus menjadi “penopang setia” yang menanggung beban, sementara keuntungan mengalir deras ke luar negeri. Paradoks rokok dan tembakau Indonesia akhirnya bukan hanya soal asap yang mengepul di udara, tetapi juga tentang hilangnya kedaulatan ekonomi di tanah sendiri.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Integritas Dipertanyakan – Membenturkan Klaim Gus Ipul dengan Realitas Politik dan Etika

Next Post

Merokok: Barang Tanpa Manfaat, Mengapa Tidak Diharamkan?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Merokok: Barang Tanpa Manfaat, Mengapa Tidak Diharamkan?

Merokok: Barang Tanpa Manfaat, Mengapa Tidak Diharamkan?

IJASAH YANG DIRAHASIAKAN: KPU DAN GAGALNYA DEMOKRASI

IJASAH YANG DIRAHASIAKAN: KPU DAN GAGALNYA DEMOKRASI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist