• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ngeles Sejak Dini – 8 Tersangka Produk Polisi?

fusilat by fusilat
November 10, 2025
in Crime, Feature, Tokoh/Figur
0
Wajah Patung Jokowi di Tanah Karo: Antara Ketidakmiripan dan Kejujuran Mistis
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pernyataan Mantan Presiden Joko Widodo, “Saya hanya melaporkan situasi, tidak menyebut nama-nama,” terdengar ringan di telinga, tapi sarat makna di kepala. Di balik kalimat yang seolah sederhana itu, terselip upaya menjaga jarak dari tanggung jawab moral dan politik atas langkah hukum yang belakangan mencuat—penetapan delapan tersangka oleh kepolisian.

Sejak awal, Jokowi tampak ingin menegaskan bahwa dirinya tak ikut menentukan siapa pun sebagai pelaku. Namun, siapa yang percaya bahwa pernyataan seorang presiden kepada aparat penegak hukum hanyalah “laporan situasi”? Dalam politik Indonesia, kalimat seorang presiden bukan sekadar informasi—ia bisa menjadi sinyal, bahkan perintah tanpa kata perintah.

Kepolisian boleh saja menyebut penetapan delapan tersangka sebagai hasil penyelidikan murni, tapi publik tentu tahu arah angin tak pernah bertiup tanpa sebab. “Situasi” yang dilaporkan Jokowi menjadi pelatuk, dan polisi sekadar menarik pelatuk itu. Maka, ketika ia kini berusaha berkelit, publik seperti melihat seseorang yang sudah menyiapkan tameng sebelum pertempuran dimulai.

Jokowi tahu cara mengatur narasi. Ia pandai menempatkan diri sebagai pengamat, bukan pelaku; pemberi sinyal, bukan pengendali; penyampai fakta, bukan pemantik tindakan. Itulah bentuk kelicinan politik yang membuatnya bertahan begitu lama di puncak kekuasaan: selalu berada di tengah, tapi tak pernah benar-benar netral.

Namun publik juga tahu, dalam politik Indonesia, “melaporkan situasi” bisa berarti “menunjuk arah”. Dan ketika arah itu berujung pada penetapan delapan tersangka, yang disebut tak disebut, sebenarnya sudah jelas siapa yang dimaksud.


Bahasa Kekuasaan: Seni Menghindar di Balik Kepatuhan

Jokowi selalu bermain di ruang abu-abu: antara perintah dan laporan, antara kepedulian dan keterlibatan. Ia kerap menampilkan diri sebagai sosok yang patuh pada hukum, tapi di saat bersamaan, bahasa yang dipilihnya menggiring aparat untuk bergerak ke arah tertentu. Inilah seni menghindar di balik wajah patuh itu—politik dalam bentuk paling halus: kendali tanpa jejak.

Di mata publik, manuver semacam ini tak lagi mengejutkan. Sejak awal masa jabatannya, Jokowi membangun reputasi sebagai pemimpin yang gemar “mengalihkan tanggung jawab” dengan kalimat yang tampak sederhana. Dari urusan pangan, proyek IKN, hingga dinamika politik nasional, selalu ada satu benang merah: “Saya hanya menyampaikan.”

Padahal, di balik setiap “saya hanya menyampaikan,” ada konsekuensi yang bergerak. Aparat bereaksi, kebijakan berubah arah, dan orang-orang di bawahnya memahami makna diam-diam yang tak tertulis di notulen rapat. Jokowi tak perlu memberi instruksi eksplisit—cukup dengan “laporan situasi”, sistem akan membaca sendiri maksudnya.


Bahaya Politisasi Hukum

Dalam negara yang sehat, pemisahan antara kekuasaan eksekutif dan penegakan hukum adalah syarat utama agar keadilan hidup. Namun, ketika seorang presiden bisa “melaporkan situasi” dan hasilnya adalah tindakan hukum yang sejalan dengan arah politiknya, maka di situlah politisasi hukum menemukan wajahnya yang paling halus—dan paling berbahaya.

Bahaya itu bukan hanya pada hasil akhirnya, melainkan pada pembiasaan publik terhadap gaya kepemimpinan yang mengaburkan batas antara pengaruh dan perintah. Rakyat dipaksa percaya bahwa presiden tak ikut campur, padahal efek dari kalimatnya lebih kuat dari telegram perintah mana pun.


Kesimpulan: Mengatur Persepsi, Menghindari Tanggung Jawab

Ngeles sejak dini bukan sekadar strategi bertahan, melainkan refleksi dari watak politik yang dibangun bertahun-tahun. Jokowi memoles citra dengan kesederhanaan, tapi di balik kesederhanaan itu tersembunyi kelicikan yang sistematis: mengatur persepsi publik agar tampak bersih, sementara tangan kekuasaan tetap bekerja di balik layar.

Dalam dunia politik yang kian terang benderang, Jokowi masih bermain di bayang-bayang: tak menyebut nama, tapi semua tahu siapa yang ia maksud. Tak memberi perintah, tapi semua tahu ke mana arah angin bertiup.
Dan di situlah, bahasa menjadi alat paling ampuh untuk mengendalikan kebenaran—dan meloloskan diri darinya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bulog: Dari Penjaga Perut Rakyat ke Arena Bisnis yang Membingungkan

Next Post

Potret Hari Pahlawan Indonesia Saat Ini

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Potret Hari Pahlawan Indonesia Saat Ini

Potret Hari Pahlawan Indonesia Saat Ini

Secuil Tinja di Dasar Kakus: Sebuah Renungan tentang Kekuasaan yang Tak Mau Hanyut

Secuil Tinja di Dasar Kakus: Sebuah Renungan tentang Kekuasaan yang Tak Mau Hanyut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist