• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ngeri, Beathor Suryadi Nilai Kasmudjo Korban Ambisi Politik Jokowi dan Peran Pratikno Ikut Terbongkar

fusilat by fusilat
June 16, 2025
in Feature, Politik
0
Ngeri, Beathor Suryadi Nilai Kasmudjo Korban Ambisi Politik Jokowi dan Peran Pratikno Ikut Terbongkar
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Achsin El-Qudsy

Fusilatnews – Isu keabsahan ijazah dan rekam jejak akademik mantan Presiden Joko Widodo kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, sorotan tertuju pada pernyataan Kasmudjo, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membantah pernah menjadi pembimbing skripsi maupun pembimbing akademik Jokowi. Bahkan, Kasmudjo menyebut kemungkinan dirinya tak pernah sekalipun bertemu dengan Jokowi selama masa studi.

Pernyataan itu menjadi viral setelah diungkapkan Kasmudjo secara terbuka dalam sebuah wawancara yang ramai diperbincangkan di media sosial. “Saya bukan pembimbing skripsi, bukan pula pembimbing akademik,” tegas Kasmudjo.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Jokowi dalam berbagai kesempatan. Dalam satu forum resmi beberapa tahun silam, Jokowi menyebut Kasmudjo sebagai dosen pembimbingnya. Namun dalam klarifikasi berikutnya, ia menyebut Kasmudjo hanya sebagai pembimbing akademik—klaim yang kembali dibantah oleh sang dosen.

Politikus senior PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, menilai kisruh ini bukan semata persoalan ingatan. “Ini bisa jadi bagian dari skenario panjang yang telah dirancang sejak Jokowi mulai menapaki karier politik nasional,” kata Beathor kepada wartawan, Senin (16/6/2025).

Beathor juga menyinggung nama Prof. Dr. Pratikno, yang saat itu menjabat sebagai Rektor UGM dan kemudian menjadi Menteri Sekretaris Negara di era Jokowi. Menurutnya, Pratikno memainkan peran penting dalam membangun narasi Jokowi sebagai alumnus kebanggaan UGM.

“Yang mengangkat citra Jokowi bukan hanya tim kampanye atau media. Ada peran signifikan dari Pratikno selaku rektor yang kala itu mendorong pengakuan formal dan simbolik terhadap Jokowi,” ucapnya.

Beathor menduga ada upaya sistematis menjelang Pilpres 2014 untuk menciptakan legitimasi akademik terhadap sosok Jokowi. “UGM seolah didorong untuk menerima Jokowi sebagai alumnus teladan, padahal jejak akademiknya tidak pernah sepenuhnya transparan,” imbuhnya.

Salah satu titik kritis dari kontroversi ini adalah keberadaan skripsi Jokowi yang berjudul “Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapuk di Industri Perkayuan di Surakarta.” Hingga kini, dokumen itu tak pernah dipublikasikan secara utuh, dan tidak tercatat dalam katalog digital perpustakaan UGM yang biasanya menyimpan semua karya akhir mahasiswa.

“Jika memang ada, kenapa tak dibuka? Mana lembar pengesahan? Siapa pembimbing utamanya? Bagaimana hasil ujian akhirnya? Semua ini tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” tegas Beathor.

Ia mengingatkan bahwa dalam dunia akademik, keterbukaan dan dokumentasi adalah prinsip dasar. Ketiadaan bukti yang sahih bukan hanya menimbulkan pertanyaan terhadap Jokowi, tetapi juga terhadap kredibilitas UGM sebagai institusi pendidikan.

Bahkan, lanjut Beathor, sikap tertutup UGM dan enggannya pihak Jokowi untuk menunjukkan ijazah asli justru memperkuat dugaan publik bahwa dokumen kelulusan Jokowi palsu. “Banyak yang meyakini ijazah itu buatan Pasar Pramuka Salemba, tempat yang dikenal menjual ijazah palsu,” tudingnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UGM belum memberikan pernyataan resmi terkait bantahan Kasmudjo maupun polemik skripsi Jokowi. Di sisi lain, Kasmudjo sebagai dosen senior justru terkesan dikorbankan dalam pusaran kontroversi yang tak ia buat.

“Beliau seharusnya dilindungi, bukan ditekan atau dibungkam. Keberaniannya menyatakan kebenaran adalah bentuk tanggung jawab moral seorang akademisi,” ujar Beathor.

Ia menambahkan, jika UGM tetap memilih bungkam, maka masyarakat akan makin kehilangan kepercayaan terhadap dunia pendidikan tinggi, yang semestinya menjadi penjaga integritas keilmuan.

Karena itu, Beathor bersama sejumlah tokoh pendidikan mendesak dilakukan audit akademik terbuka terhadap rekam studi Jokowi di UGM. Audit tersebut diharapkan melibatkan lembaga independen dan menghasilkan bukti otentik yang bisa diverifikasi publik.

“Ini bukan soal menjatuhkan seseorang. Ini soal kejujuran akademik dan etika dalam bernegara. Kalau semuanya sahih, mengapa takut membuka data?” tandas Beathor.

Ia pun mengingatkan, jika benar terjadi manipulasi, maka hal ini akan mencoreng sejarah kepemimpinan nasional dan menjadi preseden buruk bagi generasi mendatang. “Jangan sampai anak muda kita belajar bahwa kebohongan bisa dibenarkan hanya karena seseorang berkuasa,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya masa jabatan Jokowi, kontroversi ini menjadi semacam ujian moral yang tertinggal dari dua periode pemerintahannya. Jika tidak disikapi secara terbuka dan jujur, isu ini akan terus bergulir dan membayangi warisan politiknya di mata sejarah.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

JANGAN BERKHIANAT LAGI KEPADA ACEH

Next Post

Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

fusilat

fusilat

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

Akhirnya Roy Suryo Somasi Ketua KPU soal “Tukang Tipu”

Penasihat Kapolri Gentar Hadapi Roy Suryo Cs: Ilmu Kalah, Logika Ambyar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist