• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Orang Ingin Kaya Harus Berkuasa Dahulu: Sebuah Renungan Tentang Ketimpangan Sosial dan Sistem yang Bobrok

Ali Syarief by Ali Syarief
December 21, 2024
in Feature, Politik
0
Hotel Bintang 5 di IKN yang Dibahas Orang Terkaya RI Bakal Dibangun 8 Lantai
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam realitas politik dan ekonomi Indonesia, ungkapan “orang ingin kaya harus kaya dahulu” seolah menjadi mantra yang menggambarkan kerasnya kompetisi di tengah masyarakat yang terstruktur dalam sistem yang kurang adil. Fenomena ini terlihat jelas dalam dua ranah utama: politik dan dunia usaha.

Politik: Jalan yang Mahal Menuju Kekuasaan

Di kancah politik, biaya untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, wali kota, gubernur, apalagi presiden, seringkali luar biasa besar. Sebelum bisa meraih suara rakyat, seorang calon harus mengeluarkan dana yang tak terbatas untuk kampanye, membangun citra, dan mendistribusikan “amplop politik.” Sistem ini menciptakan saringan alami: hanya mereka yang memiliki modal besar atau dukungan dari pemodal yang mampu bertarung di arena tersebut.

Politik berubah menjadi investasi jangka panjang. Mereka yang berhasil merebut kursi kekuasaan tak hanya memperoleh kehormatan, tetapi juga peluang untuk mengembalikan modal bahkan melipatgandakannya melalui jalur yang seringkali jauh dari etika: korupsi, kolusi, dan nepotisme. Rakyat, yang mestinya menjadi prioritas, hanya menjadi alat untuk meraih tujuan pribadi atau kelompok.

Dunia Usaha: Modal Besar, Peluang Besar

Fenomena serupa terjadi di dunia usaha. Untuk menjadi pengusaha sukses secara instan, modal adalah kunci utama. Bisnis membutuhkan suntikan dana yang besar untuk meluncurkan produk, memperluas jaringan, dan mengamankan posisi di pasar. Mereka yang memiliki warisan kekayaan atau koneksi kuat sering kali memiliki keuntungan besar sejak awal. Sementara itu, orang-orang yang memulai dari nol tanpa modal atau koneksi menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.

Dalam ekosistem seperti ini, kesuksesan bisnis seringkali beriringan dengan kekuasaan. Pengusaha sukses menjalin hubungan erat dengan politisi untuk mendapatkan izin usaha, fasilitas pajak, dan monopoli pasar. Mereka kemudian menjadi bagian dari oligarki yang mengendalikan negeri ini.

Orang Miskin: Terpinggirkan oleh Sistem

Lantas, bagaimana nasib orang miskin dalam sistem seperti ini? Mereka kerap menjadi korban dari kebijakan yang dibuat oleh elit kaya. Hak-hak dasar mereka seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan sering kali diabaikan. Dalam kampanye politik, mereka hanya menjadi objek janji-janji kosong. Ketika pemilu selesai, keberadaan mereka sering dilupakan.

Orang miskin tidak hanya dimiskinkan secara ekonomi, tetapi juga secara struktural. Mereka terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan tanpa akses terhadap sumber daya atau peluang untuk memperbaiki kondisi mereka. Sistem yang buruk ini memarjinalkan mereka, membuat mereka semakin jauh dari pusat pengambilan keputusan.

Refleksi: Mengubah Sistem untuk Keadilan

Ketimpangan ini bukanlah hal yang tidak bisa diubah. Namun, perubahan memerlukan keberanian dari berbagai pihak, termasuk mereka yang memiliki kesadaran dan empati di kalangan elit. Sistem politik harus dirombak agar tidak menjadi panggung eksklusif bagi mereka yang bermodal besar. Dunia usaha harus memberikan peluang yang setara bagi semua lapisan masyarakat.

Pemerintah juga perlu fokus pada pemberdayaan masyarakat miskin melalui pendidikan yang berkualitas, akses kesehatan, dan dukungan usaha kecil. Hanya dengan cara ini, kita dapat menciptakan sistem yang lebih adil, di mana kesuksesan tidak lagi bergantung pada kekayaan awal, tetapi pada kemampuan, kerja keras, dan kejujuran.

Pada akhirnya, kaya bukanlah dosa, tetapi menjadi kaya di atas penderitaan orang miskin adalah dosa sosial yang tidak bisa dibiarkan. Masyarakat yang adil bukanlah utopia; itu adalah cita-cita yang harus terus diperjuangkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Family Gathering YAPTI di Malino: Ajang Silaturahmi dan Apresiasi Panitia

Next Post

Kebiadaban Sebuah Republik

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowonisasi

July 26, 2026
Feature

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan
Economy

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Next Post
Kebiadaban Sebuah Republik

Kebiadaban Sebuah Republik

Maka Menanglah Yos dan Menangislah Zon

Maka Menanglah Yos dan Menangislah Zon

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

July 26, 2026
Pengurus APINDO Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

Pengurus APINDO Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

July 26, 2026
Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

Heler Padi: Untung Rp 2 Triliun Sebulan dan Matematika Kekuasaan

July 26, 2026
Gibran Syah Secara Legal (Hans Kelsen) dan Akan Rubuh Karena Tidak Legitimate (Max Weber)

Deklarasi Gibran Wapres Dua Periode: Politik yang Kehilangan Rasa Tahu Diri

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist