• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

OTT Noel: Langkah Awal Prabowo Menandai Eranya atau Menghapus Jejak Jokowi?

Ali Syarief by Ali Syarief
August 21, 2025
in Crime, Feature, Politik
0
Nekolim ala Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer — yang akrab disapa Noel — menjadi ujian pertama bagi rezim baru Presiden Prabowo Subianto. Noel bukan pejabat biasa. Ia adalah relawan garis keras Jokowi, sosok yang tumbuh dari jalanan politik dan kemudian masuk lingkar kekuasaan karena kedekatan personal dengan presiden sebelumnya.

Karena itu, penangkapan Noel di era Prabowo tidak bisa dilepaskan dari tafsir politik. Apakah KPK benar-benar ingin menghapus jejak rezim Jokowi yang penuh dengan relawan mendapat kursi? Atau justru ini adalah langkah Prabowo sendiri untuk unjuk gigi — menandai bahwa pemerintahannya tidak sama dengan Jokowi?


Era Baru, Gaya Baru

Sejak dilantik, Prabowo berulang kali menekankan komitmen pada tata kelola pemerintahan yang bersih. Penangkapan pejabat sekelas wakil menteri di awal pemerintahannya memberi sinyal keras: ia ingin memutus kesan bahwa negara hanya menjadi “bancakan” elite.

Menurut pengamat politik Refly Harun, momentum OTT Noel tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan Prabowo untuk segera membangun diferensiasi dari Jokowi. “Prabowo butuh menunjukkan bahwa pemerintahannya tegas, tidak terikat utang budi pada siapapun. Relawan Jokowi yang kena OTT justru memperkuat pesan itu,” kata Refly.


Menghapus Jejak Jokowi

Noel adalah simbol loyalitas buta kepada Jokowi. Ia membela presiden dengan retorika keras, bahkan kerap menyerang lawan politik Jokowi secara frontal. Penangkapannya oleh KPK praktis membuat publik mengaitkan kasus ini dengan warisan Jokowi: relawan naik jabatan, lalu tersandung korupsi.

Menurut Emerson Yuntho dari ICW, “Kasus Noel ini harus dibaca sebagai cermin kegagalan tata kelola di era Jokowi. Relawan dijadikan pejabat, tanpa basis integritas birokratis yang kuat. Prabowo bisa mengambil keuntungan politik dengan membiarkan KPK bergerak.”

Dengan kata lain, KPK seperti sedang melakukan “operasi sanitasi” — membersihkan jejak kotor dari rezim sebelumnya, sambil memberi napas baru bagi Prabowo.


Prabowo Menjaga Jarak

Jika selama kampanye Prabowo begitu dekat dengan Jokowi, kini ia mulai menjaga jarak. Menjadi presiden artinya mengelola legitimasi sendiri, bukan terus berada di bawah bayang-bayang pendahulunya.

Analis politik Djayadi Hanan menilai, “Prabowo tentu tidak ingin mewarisi dosa politik Jokowi. Dengan membiarkan OTT terhadap orang dekat Jokowi, ia memperlihatkan bahwa pemerintahannya punya garis tegas. Ia menjaga jarak, dan itu penting untuk membangun identitas sebagai presiden yang independen.”


Unjuk Gigi KPK di Era Prabowo

KPK, yang sempat dianggap ompong di era Jokowi pasca-revisi UU 2019, kini mendapat momentum untuk mengembalikan taringnya. OTT Noel adalah ujian apakah KPK akan konsisten menyasar pejabat tanpa pandang bulu, atau hanya berhenti pada simbol-simbol tertentu.

Prof. Bivitri Susanti mengingatkan, “Kalau OTT ini berhenti di Noel, maka hanya akan terbaca sebagai sandiwara politik. Tetapi jika berlanjut ke jejaring lebih besar, ini bisa menjadi fondasi baru bagi KPK di era Prabowo.”


Kesimpulan: Era Dimulai dengan Ironi

OTT Noel adalah ironi. Ia dulu teriak membela Jokowi, kini jatuh di bawah rezim Prabowo. Tetapi ironi inilah yang bisa menjadi modal politik Prabowo: ia tampil sebagai presiden yang tidak segan membersihkan pejabat, meski berasal dari lingkaran kekuasaan sebelumnya.

Pertanyaannya kini, apakah Prabowo akan konsisten? Atau Noel hanya pion kecil yang dikorbankan untuk memberi pesan simbolik? Publik menunggu, apakah ini benar-benar langkah awal “era bersih” Prabowo, atau sekadar penghapusan jejak Jokowi untuk kepentingan politik jangka pendek.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ironi Immanuel Ebenezer — Dari Relawan Jokowi ke Tersangka Korupsi

Next Post

Setelah KPK Berani OTT Noel, Siapa yang Terus Merinding?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN
Feature

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026
Feature

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Next Post
Siluet Jokowi di Balik Laporan PDIP: Budi Arie, Musuh dalam Selimut yang Kini Diseret ke Meja Hukum

Setelah KPK Berani OTT Noel, Siapa yang Terus Merinding?

Dibalik Lisa Mariana Dipanggil KPK: Pesan Politiknya Tertangkap

Dibalik Lisa Mariana Dipanggil KPK: Pesan Politiknya Tertangkap

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

June 11, 2026
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist