• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Pagar Laut Tangerang dan Sandiwara Penguasa

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 20, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Apa yang Kau Cari Prabowo Subiyanto : A Political Legend
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – “Dunia ini panggung sandiwara. Ceritanya mudah berubah. Kisah Mahabharata atau tragedi dari Yunani. Setiap kita punya satu peranan yang harus kita mainkan. Ada peran wajar, ada peranan berpura-pura. Mengapa kita bersandiwara.”

Lagu “Panggung Sandiwara” yang dipopulerkan Ahmad Albar sejak tahun 1978 ini sepertinya menginspirasi pemerintah, khususnya terkait pemasangan pagar laut ilegal sepanjang 30,16 kilometer di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten.

Banyak yang berspekulasi pagar laut ilegal itu dipasang oleh Agung Sedayu Group milik taipan Sugianto Kusuma alias Aguan, pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang jaraknya ibarat sepelemparan batu dari Teluknaga, meskipun hal ini dibantah oleh Muannas Alaidid, kuasa hukumnya.

Namun, sampai kemudian pagar laut ilegal itu dibongkar, Sabtu (18/1/2025), pemerintah tak kunjung merilis siapa nama pihak pemasangnya.

Sampai kemudian datang pengakuan dari Nusron Wahid, Senin (20/1/2025). Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid mengakui pagar laut misterius sepanjang 30,16 km di Tangerang itu sudah bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Menurut Nusron, total ada 263 bidang tanah di bawah pagar laut ilegal itu yang punya Sertifikat HGB. Sertifikat-sertifikat itu dimiliki beberapa perusahaan. Yakni PT Intan Agung Makmur sebanyak 234 bidang, dan PT Cahaya Inti Sentosa sebanyak 20 bidang.

Ada 9 bidang yang menurut Nusron punya SHGB atas nama perorangan. Lalu ada 17 bidang lainnya yang dilengkapi sertifikat hak milik (SHM).

Adapun pihak yang melakukan pembongkaran adalah TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Lantamal III.

Menurut Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Ill Jakarta Brigadir Jenderal (Mar) Harry Indarto di Tangerang, Sabtu (18/1/2025), yang memberikan perintah pembongkaran itu adalah Presiden Prabowo Subianto langsung melalui Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).

Ironisnya, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) justru terkesan menyalahkan pihak Lantamal III yang tidak berkoordinasi dengan KKP dalam pembongkaran itu. Pagar laut misterius yang sebelumnya sudah disegel oleh KKP itu, menurut pihak kementerian yang kini dipimpin Sakti Wahyu Trenggono ini masih diperlukan untuk kepentingan proses hukum yang sedang berjalan.

Benarkah KKP sedang melakukan proses hukum, sementara merilis nama pihak pemasangnya saja tidak dilakukan? Pemilik pagar laut ilegal itu jelas bukan orang sembarangan karena menurut Sakti Wahyu Trenggono, perintah penyegelan itu datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Bisa saja penguasa, dalam hal ini KKP bersandiwara. Mereka seolah keberatan pagar laut ilegal itu dibongkar. Tapi sesungguhnya bisa jadi justru pembongkaran itu yang dikehendaki KKP untuk menghilangkan barang bukti. Nyaris mustahil pihak TNI tidak melakukan koordinasi dengan KKP sebelum melakukan pembongkaran.

Atau jika KKP benar TNI tidak melakukan koordinasi, apakah pembongkaran pagar laut ilegal itu memang disengaja TNI untuk menghilangkan barang bukti? Lalu, anggaran TNI melakukan pembongkaran itu darimana? Apakah TNI juga bersandiwara seperti KKP?

Muannas Alaidid menyatakan pagar laut ilegal itu masalah sepele yang tak perlu dibesar-besarkan. Bagaimana bisa kasus itu dianggap sepele? Bukankah telah terbukti merugikan nelayan, karena akses mereka terganggu ketika hendak melaut mencari ikan?

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Dikavling sedikit demi sedikit, lama-lama terkavling semua.

Sakti Wahyu Trenggono mengaku ada perkumpulan bernama Kesatuan Masyarakat Nelayan Pantura yang mengklaim sebagai pemasang pagar laut ilegal itu, dan perkumpulan tersebut sudah dipanggil KKP namun tak kunjung hadir.

Masihkah Sakti percaya dengan klaim itu? Untuk sekadar makan sehari-hari saja susah, bagaimana bisa nelayan berswadana memasang pagar laut yang biayanya diperkirakan mencapai Rp15 miliar? Hanya orang bodoh yang masih percaya dengan klaim tersebut.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Akan Pulangkan Kembali Tersangka Terorisme Kasus Bom Bali Dari Guantanamo

Next Post

PETANI MENANTI ALAT PENGERING GABAH

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG
Feature

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia
Aya Aya Wae

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Next Post
PETANI MENANTI ALAT PENGERING GABAH

PETANI MENANTI ALAT PENGERING GABAH

MUHAMMADIYAH KRITISI PEMAGARAN LAUT PIK DAN DORONG KEPEDULIAN LINGKUNGAN

MUHAMMADIYAH KRITISI PEMAGARAN LAUT PIK DAN DORONG KEPEDULIAN LINGKUNGAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026
Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

Guru Honorer dan Martabat Konstitusi: Antara Amanat Negara dan Realitas Pendidikan Indonesia

January 25, 2026
Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

Megawati 79 Tahun dan Ujian Terakhir Kepemimpinan Partai

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...