• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pak Harto di Demo Ilegal Mahasiswa, Lengser

Ali Syarief by Ali Syarief
October 1, 2022
in Feature
0
Pengingkaran Elite di Balik Kenaikan Harga BBM

Demontrasi manasiswa menentang kenaikan harga BBM (detik.com).

Share on FacebookShare on Twitter

Barangkali semua masih ingat, peristiwa Mei 1998 yang lalu. Ribuan Mahasiswa berdemo di halaman DPR RI, beberapa hari. Meneriakan yel yel “reformasi”.  Yang kemudian memicu chaos di seluruh Jakarta, sampai terjadi penembakan kepada Mahasiswa. Akhirnya Pak Harto mengumumkan, yang kata orang dikenal sebagai tokoh otoriter, mengundurkan diri.

Pada saat itu “ Demonstrasi” adalah perilaku yang melawan hukum, karena memang tidak diijinkan oleh pemerintah ‘Orba”.

Pasca reformasi “ Demonstrasi” ditetapkan sebagai alat demokrasi. Ia adalah hak seseorang atau kelompok untuk mengekspresikan pendapatnya, yang dikamin oleh UU.

Di era Presiden SBY, demo berjild-jilid, bertkaiatan dengan resistensi kebijakan menolak kenaikan BBM. Motornya PDIP, yang gagal memanangkan kontestasi ketuanya sebagai Presiden RI. Demo yang tak kalah heboh, seperti saat ini, sempat saya renungkan. Apakah mungkin bisa mendorong SBY untuk lengser seperti Pak Harto?

Saya menjawab sendiri. Ah, tidak mungkin. Kurs rupiah stabil. Ekonomi tumbuh 6%, artinya ada kesempatan kerja untuk rakyat. Pangan berkecukupan. Dan akselerasi penyemapaian pendapat, terbuka; Pers bebas. Demo silahkan, dst.

Ketika demo itu telah dilegalizir sebagai salah satu perangkat democracy, timbul dialektika. Seberapa jauh demo, sebagai media curhat kekesalan rakyat, berpengaruh kepada kebijakan publik?, Jangan sampai, berdemo dipersilahkan setiap saat, tetapi regime pemerintahan, tetap menutup telinga dan mata hatinya. Ini penghianatan dan sekaligus penikaman terhadap demokrasi.

Lalu Demo seperti apa yang kondusif itu? Pertama Pesan yang tersirat, harus sampai kepada pemuka penentu kebijakan. Kedua tidak boleh saling memaksakan kehendak. Dan ketiga, berujung kepada kemaslahatan bersama.

Jangan sampai terjadi atas nama demokrasi, kemudian berdemo, padahal itu mengganggu kepentingan publik dan pihak lain, padahal demo untuk kepentingan urusan perut sendiri, dlsb. Seperti contoh demo nasional, pernah para guru honorer, berdemoa secara massif,  untuk memperjuangkan nasibnya supaya diangkat menjadi pagawai negeri sipil.

Kita bisa contoh, bagaimana memanage Demo di Singapore. Di Singapore orang boleh berdemo, tetapi tempatnya disediakan di town square (Alun-alun). Saat demo berlangsung, ada pejabat terkait hadir disitu, termasuk polisi dan Jaksanya. Pendemo boleh mengungkapkan apa saja unek uneknya, tetapi bila dinilai fitnah, bohong atau tidak benar, maka serta merta polisi saat itu membawanya dan jaksa menuntutnya.

Di Amerika demo diikuti oleh orang-orang yang benar-benar pro terhadap apa yang diperjuangkannya, sehingga tokoh atau prominent figure nya turut juga turun ke jalan. Ada qualitas manusia pesertanya disitu.

Di Jakarta, issu yang didemokan, nano nano. Pelangi nusantara. Apa saja boleh, dan orangnya itu itu juga.

Teman saya, Prof Thomas Edward Hogan, Mc Quarie University Sydney Australia, mengatakan; “ democracy is regulated!”. Jangan beranggapan di Negara paman sam, yang dikenal sebagai negara paling demokratis, kemudian orang bebas berbuat apa saja seenak perutnya. Bila ada seorang lelaki melirik wanita yang ada didekatnya, dengan lirikan yang membuat si wanita itu tidak suka, maka si wanita itu menuntut ke pengadilan,  untuk alasan sebagai pelecehan sexual. Termasuk bila seorang istri dipaksa untuk melayani keinginan suaminya melakukan kewajiban hubungan suami istri.  Istri bisa saja mengajukan ke pengadilan sebagai “sesuatu kekerasan seksual”.

Tentu kita tidak ingin menyalahkan model-model demo yang terjadi di negeri ini.  Bila kita telaah lebih jauh, karakteristik demo kita diwarnai oleh sesuatu yang justru ada something missing. Sepertinya kehilangan kepekaan social dari para pengambil kebjikan kita. Wakil kita di DPR RI yang justru tojai’ah (kontradiktif) dengan aspirasi yang tumbuh dan berkembang pada konstituennya.

Itulah yang kemudian kita melihat, hilangnya rasa percaya rakyat, kepada semua pihak yang ada dijajaran supra struktur semakin besar. Sinyelemen ini, dapat kita baca pada berbagai hasil Pilkada di daerah-daerah, calon-calon yang dianggap underdog jutsru keluar sebagai pemenangnya. Partai-parti politik, apalagi partai-partai yang berlandasan agama, semakin jauh dari hati rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Gaya Koboi” DPR Rombak MK

Next Post

Antonio Inoki, Politisi, Pegulat Pro Jepang, Meninggal pada usia 79

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bencana

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Next Post
Antonio Inoki, Politisi, Pegulat Pro Jepang, Meninggal pada usia 79

Antonio Inoki, Politisi, Pegulat Pro Jepang, Meninggal pada usia 79

Mulai Black Campaign Kepada Anies Baswedan Pilpres 2024

Jika Anies Dipenjarakan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

MBG dan Risiko “Offside” dari Ruh Regulasi (Ketika Control Environment Menentukan Nasib Program Publik)

June 7, 2026

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist