• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PALESTINA DI UJUNG TANDUK: TWO STATE SOLUTION ATAU KEHILANGAN KEDAULATAN

fusilat by fusilat
September 28, 2025
in Feature, World
0
Share on FacebookShare on Twitter

*Oleh: Malika Dwi Ana

Palestina kini bagaikan dua pulau terpencil di lautan pendudukan: Tepi Barat dan Gaza, ibarat Banten dan Bandung, terpisah jauh, dan tak pernah benar-benar satu. Fatah menguasai Tepi Barat, Hamas bertahan di Gaza—dua faksi yang ideologinya bagaikan minyak dan air, mustahil menyatu. Namun, perpecahan ini bukan sekadar drama internal; ia adalah celah yang sengaja dilebarkan oleh kekuatan global untuk memotong-motong Palestina hingga tak bersisa. Dengan skema licik bertajuk two-state solution dan manuver terbaru seperti proposal Tony Blair, Gaza kini diambang menjadi koloni internasional, sementara Tepi Barat terancam lenyap ke pelukan Yordania sebagai pengungsi. Di balik semua ini, cita-cita Israel Raya berbasis doktrin agama “Tanah Perjanjian” mengintai, dan siap menelan Palestina dalam perang suci yang disamarkan sebagai diplomasi.

Gaza: Dari Benteng Perlawanan ke Koloni Transisi

Bayangkan Gaza, yang sudah remuk oleh serangan Israel—65.000 nyawa melayang sejak Oktober 2023—kini diincar untuk diambil alih lewat skema Tony Blair. Proposal Gaza International Transitional Authority (GITA), yang didukung AS, Uni Emirat, dan sekutu Teluk, menempatkan Blair sebagai “penguasa sementara” di Gaza hingga lima tahun. Tujuannya? Bukan membebaskan Gaza, tapi “menstabilkannya” dengan cara menghapus Hamas, yang dicap teroris oleh Barat sejak lama. Pasukan multinasional berlabel PBB akan jadi penjaga, sementara polisi sipil “netral” dibentuk untuk menjinakkan perlawanan. Ini bukan rekonstruksi; tapi ini kolonialisme berwajah modern, di mana Blair Institute—yang pernah melontarkan ide “Trump Riviera” untuk menjadikan Gaza resor mewah—berperan sebagai pengelola reruntuhan.

Hamas, yang bagi sebagian rakyat Palestina adalah simbol perlawanan, kini dikucilkan sebagai separatis yang “membahayakan perdamaian.” Cap teroris ini bukan sekadar label; ia adalah alat untuk melegitimasi pengusiran dan aneksasi. Dengan Gaza di bawah kendali internasional, Israel tak perlu lagi repot-repot menyerang secara terbuka. Mereka cukup menunggu transisi selesai, lalu mencaplok Gaza sebagai bagian dari wilayah mereka dengan dalih keamanan. Two-state solution yang digadang-gadang sebagai jalan damai justru menjadi jembatan bagi Israel untuk mencaplok Gaza secara legal. Gaza bukan lagi Palestina; ia adalah laboratorium kolonialisme abad 21.

Tepi Barat: Menuju Pengusiran ke Yordania

Jika Gaza hilang, yang tersisa hanyalah Tepi Barat—dan itu pun sudah compang-camping. Wilayah ini bukan lagi “sebagian dikuasai Yordania” sejak Israel merebutnya pada 1967, meski Yordania pernah melakukan aneksasi pada 1950 dan memberi kewarganegaraan pada pengungsi Palestina. Kini, narasi berbahaya “Yordania sebagai tanah air alternatif” digaungkan oleh sayap kanan Israel. Mereka ingin warga Palestina di Tepi Barat didorong ke Yordania, bukan sebagai warga penuh, melainkan sebagai pengungsi yang jadi beban demografis. Yordania, dengan 60% populasinya keturunan Palestina, sudah tegas menolak: Raja Abdullah II bersumpah tak akan menerima satu pun pengungsi lagi, demi menjaga identitas nasionalnya. Tapi tekanan tak berhenti—pemukiman ilegal Israel terus merangsek, blokade menggila, dan warga Palestina di Tepi Barat perlahan didesak hingga tak punya tempat lagi.

Ini bukan kebetulan. Ini adalah strategi sistematis untuk memotong Palestina hingga tinggal nama. Dengan Gaza diambil alih otoritas internasional dan Tepi Barat tergerus pemukiman, Palestina sebagai entitas politik semakin mustahil. Two-state solution bukanlah solusi; ia adalah alat untuk memecah belah dan melemahkan. Dunia yang mengakui Palestina sebagai negara—seperti Denmark baru-baru ini—justru merestui skenario yang mengamputasi Gaza dan mendorong Tepi Barat ke jurang pengungsian.

Israel Raya: Perang Agama di Balik Topeng Diplomasi

Di balik semua ini, ada agenda yang lebih gelap: Israel Raya, sebuah visi ekspansionis yang berakar pada doktrin agama. “Tanah Perjanjian” dalam Kitab Kejadian (15:18-21) menjanjikan wilayah dari Sungai Nil hingga Efrat—meliputi Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, Suriah, bahkan sebagian Irak dan Arab Saudi. Israel yang awalnya diaspora yang menyebar ke seluruh dunia, kini menginginkan membuat negara tersendiri dengan dalih doktrin agama yang bertajuk tanah yang dijanjikan. Ini bukan sekadar ambisi teritorial; ini perang suci yang dibungkus narasi mesianik. Netanyahu sendiri tak malu-malu mengakui visinya dalam wawancara baru-baru ini, setuju dengan peta “Tanah Perjanjian” yang mencakup Damaskus. Menteri seperti Smotrich dan Ben-Gvir memperkuat doktrin ini: Palestina adalah “ancaman demografis” yang harus dihapus, demi mewujudkan Israel Raya sebagai tanda akhir zaman.

Perang ini bukan lagi soal politik atau keamanan; ini adalah konflik agama yang memanfaatkan narasi “tanah suci” untuk membenarkan genosida. Islam, Kristen, Yahudi—semua jadi korban doktrin mesianik ini, tapi Palestina yang menanggung derita terbesar. Dengan Hamas dicap teroris, Gaza diambil alih, dan Tepi Barat didorong ke Yordania, Israel Raya bukan lagi mimpi—ia sedang dibangun di atas puing-puing kehancuran Palestina.

Palestina: Tinggal Nama di Peta?

Two-state solution adalah ilusi berbisa. Ia bukan jalan menuju kemerdekaan, melainkan jebakan yang memuluskan aneksasi. Proposal Blair, cap teroris pada Hamas, dan dorongan pengungsian ke Yordania adalah bagian dari skenario yang dirancang untuk menghapus Palestina dari peta. PBB, yang seharusnya menjadi penjaga keadilan, malah menjadi alat dalam permainan ini. Dunia diam, membisu, tuli, atau pura-pura tak melihat, sementara Palestina dikubur hidup-hidup.

Pertanyaannya, sampai kapan kita membiarkan agama jadi dalih untuk penjajahan? Sampai kapan rakyat Palestina harus membayar harga dari solusi yang justru menghianati mereka? Ini bukan sekadar konflik teritorial; ini adalah pemakaman kedaulatan sebuah bangsa, dibungkus dengan janji-janji perdamaian yang kosong. Waktunya dunia membuka mata: TWO-STATE SOLUTION BUKAN SOLUSI, MELAINKAN VONIS MATI BAGI PALESTINA!(MDA)

*Ujung Maghrib, 28092025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yang Hilang Akhirnya Pulang: Kisah Willy Abdullah Fujiwara di Jepang (2)

Next Post

Meritokrasi yang Ternoda: Egosentrisme dan Egoisme Intelektualis Residu 2019–2024

fusilat

fusilat

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post

Meritokrasi yang Ternoda: Egosentrisme dan Egoisme Intelektualis Residu 2019–2024

Hukuman Mati bagi Presiden: Kajian Ilmiah atas Kasus Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...