Program kerja kabinet Jokowi terancam gagal karena para menterinya sibuk lobby – lobby membangun koalisi untuk copras capres.
Jakarta-Fusilatnews.–Dikutip dari program Satu Meja The Forum di Kompas TV, Rabu (3/5/). lantaran sejumlah menterinya di Kabinet Indonesia Maju yang juga merangkap petinggi partai politik disibukkan dengan persiapan dan konsolidasi menjelang Pemilu dan Pilpres 2024.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) diragukaln bisa menuntaskan seluruh program kerjanya hingga akhir masa jabatannya pada Oktober 2024
yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga menjabat Ketua Umum Partai Gerindra, diusung menjadi salah satu bakal calon presiden.
Keraguan itu disampaikan oleh Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera Pipin Sopian. Menurut Pipin, seharusnya sejak awal Presiden Jokowi menegaskan aturannya dan mendesak supaya para menterinya tidak merangkap jabatan sebagai pimpinan partai.
“Kami memahami kalau mengurus rakyat itu harus fokus, karena persoalanya sangat besar jadi kerjanya ini bukan remeh-temeh,” kata Pipin,
Menurut Pipin saat ini sejumlah menteri di kabinet yang juga merangkap sebagai ketua umum partai politik terlihat lebih sibuk melakukan konsolidasi dan menggalang dukungan menjelang Pemilu dan Pilpres.
Maka dari itu, Pipin menilai wajar jika masyarakat beranggapan para menteri Jokowi tidak mengutamakan tugasnya di kabinet menjelang Pemilu dan Pilpres.
Sebaiknya para menteri melepaskan jabatan struktural di partai politik dan membiarkan urusan capres dan cawapres diserahkan kepada masing-masing pengurus partai.
“Ini harus ada perbaikan konsistensi antara ucapan, perbuatan dan kebijakan harus selaras. Kalau sejak awal sudah tegas tidak ada rangkap jabatan, tidak ada seperti ini,” ujar Pipin.
“Ke depan harus diperbaiki kalau mau jadi menteri lepas ketua umum partainya, biar yang bicara capres ini para ketum partai. Menterinya bekerja untuk rakyat,” sambung Pipin.
Sebagaimana kita ketahui enam pimpinan partai politik pendukung pemerintah diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara, Selasa (2/5/) malam.
Sebanyak tiga dari enam pimpinan partai yang dipanggil ada yang merangkap jabatan sebagai menteri. Mereka adalah Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan, Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian, dan Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan.























