Awalnya Golkar dan PKB menggagas koalisi besar mengusung Ganjar – Prabowo, karena PDIP dianggap terlalu pelit dalam membagi portofolio kekuasaan, Koalisi besar minus PDIP akan mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal capres.
Jakarta-Fusilatnews.–Gagasan koalisi besar yang berawal mendukung Ganjar Pranowo kemudian ke Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres). Ini bisa dilihat dari pernyataan Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid bahwa yang memberi sinyal bakal koalisi besar tidak akan mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres. Gagasan pembentukan koalisi besar pada awalnya untuk mendukung Ganjar. Tapi alotnya negosiasi koalisi bersama PDI-P, tampaknya membuat partai-partai itu berpikir ulang, dan berbalik mendukung Prabowo,
Pernyataan Nusron dipengaruhi oleh realitas politik terkait sikap PDIP yang pelit membagi poftofolio kekuasaan mendorong Golkar dan PKB menarik dukungannya kepada Ganjar
Kebuntuan komunikasi itu karena partai-partai politik masih melihat PDIP berupaya mendominasi penetapan bagi – bagi kursi kementerian dalam kabinet Ganjar.
Usai pertemuan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ( Cak Imin ) pada Rabu ( 3/5) Ketua
DPP Partai Golkar Nusron Wahid memastikan partainya tidak mendukung capres dari PDIP, Ganjar Pranowo, untuk Pilpres 2024.























