• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Paradigma Dr. Terawan : Mengusir Sakit Menjadi Bugar dan Sehat

fusilat by fusilat
August 2, 2022
in Feature
0
Waspada Kasus Hepatitis Misterius, Sudah Terdeteksi 228 Kasus di 20 Negara

Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Share on FacebookShare on Twitter

Mengubah Paradigma : Mengusir Sakit Menjadi Bugar dan Sehat

Oleh Dr.  Syarief Makhya*)

Mewacanakan supaya rumah sakit bisa sepi, balai pengobatan atau klinik pengobatan sepi, atau dokter yang praktek tidak laku sepertinya tidak pernah ada yang munculkan di media atau dalam forum-forum seminar. Bisa jadi, kalau ada yang memunculkan isu tersebut dianggap tidak wajar atau tidak masuk akal, karena kehadiran rumah sakit atau dokter selama ini dianggap penting, urgen dan sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan pasar.

Saat ini keberadaan rumah sakit, balai pengobatan, dan dokter yang melakukan praktek di sore atau malam hari semakin banyak. Untuk berobat, melakukan perawatan kesehatan, atau pemeriksaan kesehatan sekarang banyak pilihan, dari yang gratis, biaya sendiri, pakai BPJS, mau menggunakan fasilitas kesehatan yang termahal atau dokter yang mahal sampai pelayanan kesehatan di puskesmas tersedia.

Jumlah yang sakit juga cenderung kian hari jumlahnya bukannya menurun, tetapi cenderung naik, sehingga tak heran kalau rumah sakit atau balai pengobatan tidak pernah sepi. Apakah fenomena tersebut bagus? Tentu saja meningkatnya jumlah yang sakit, pertanda buruknya kondisi kesehatan di Indonesia.

Dr. dr. Terawan Agus Putranto, mantan Mentri Kesehatan, baru-baru ini membuat pernyataan yang viral di media sosial yaitu manusia sudah kehilangan pola pikir logis yaitu kalau sakit harus minta obat, ke dokter atau masuk rumah sakit. Menurutnya, orang yag butuh pertolongan darurat adalah orang yang butuh hemostasis darurat yaitu menghentikan pendarahan, orang yang patah tulang tangan /kaki dan Ibu hamil yang akan melahirkan.

Apa akibatnya, untuk biaya kesehatan bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan terpaksa harus jual rumah, pinjam uang atau diobati sampai mati. Hasil riset yang saya lakukan (1985), ketika orang yang sakit tidak mampu bayar biaya pelayanan, pilihannya ada dua yaitu pasrah atau mencari pengobatan alternatif.

Pernyataan Dr. Terawan tersebut saatnya kita merubah mindset tentang sakit, bahwa sakit harus bisa diantisipasi dengan cara menjaga kesehatan, terus beraktivitas dan kunci bisa sehat ada dalam diri sendiri; visi nya menjadikan manusia sehat.

Dengan kata lain, bagaimana agar rumah sakit, balai pengobatan, puskesmas dan dokter yang melakukan praktek menjadi sepi atau berkurang drastis jumlahnya. Visi ini sebenarnya identik dengan Visi Departemen Kesehatan yaitu Menciptakan Manusia yang Sehat, Produktif, Mandiri Dan Berkeadian.

Kapitalisme Kesehatan

Dalam realitasnya untuk mewujudkan manusia sehat akan sulit diimplementasikan karena kebijakan kesehatan yang tujuannya untuk melakukan pencegahan sangat lemah. Seolah-olah untuk mencegah orang supaya tidak sakit tidak bisa diintervensi oleh kebijakan pemerintah; pemerintah tidak berupaya untuk menekan jumlah orang sakit. Akibatnya, jumlah rumah sakit semakin bertambah dengan bangunan yang mewah seperti hotel. Rumah sakit sekarang tidak lagi menyeramkan, difasilitasi dengan tekonologi kesehatan yang serba mutahir dan canggih, pelayanan cepat, bersih, dan nyaman, bahkan ada rumah sakit yang sudah menerapkan standar pelayanan internasional dan mengadaptasi sistem pelayanan kesehatan global.

Fasilitas rumah sakit dengan fasilitas seperti itu tentu saja identik dengan biaya yang semakin mahal. Sudah muncul di masyarakat kategorisasi rumah sakit yang mahal, dan muncul persepsi di masyarakat kalau rumah sakit yang mewah dan tersedia dokter-dokter spesialis yang terkenal, maka sudah diasumsikan kalau dirawat akan cenderung lebih nyaman, dan ada kepercayaan diri akan bisa disembuhkan.

Fenomena rumah sakit mewah dan perawatan kesehatan dengan biaya sangat mahal berdampak pada yang lain yaitu di dunia akademik, baik perguruan tinggi negri atau swasta membuka proram studi fakultas kedokteran yang sangat eksklusif, biaya sangat mahal dan proses seleksi sangat ketat. Dibuka nya program studi kedokteran karena segmen lapang kerja untuk kebutuhan dokter masih dibutuhkan tidak hanya untuk kebutuhan pemerataan, tetapinya karena tuntutan pasar.

Rumah sakit, balai pengobatan, dan dokter-dokter spesialis numpuk di daerah perkotaan; akan sulit ditemukan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan dokter spesialis buka atau praktek di daerah-daerah terpencil, bahkan di tengah pusat kabupaten juga jarang kita temukan.

Alasannya jelas, akses finasial masyarakat masih sangat rendah untuk bisa memperoleh jasa pelayanan atau dokter-dokter spesialis yang memasang tarif dan kualitas obat yang tidak terjangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sementara kita juga bisa melihat jual-beli obat begitu mudah tidak hanya dipasar biasa tetapi penjualan obat di apotek dan toko-toko obat begitu mudah, tanpa resep dari dokter juga asal menyebut nama obat atau menunjukkan fotocopy an obat bisa dilayani; tidak terkontrol dan begitu mudahnya praktek beli obat di Indonesia.

Fenomena kapitalisme kesehatan seperti digambarkan di atas, tidak bisa diintervensi melalui kebijakan pemerintah, bahkan organisasi profesi ! pemerintah.

Oleh karena itu, dalam menghadapi realitas demikian, pernyataan Dr. Terawan agar masyarakat menjaga kesehatan dan tidak selalu memiliki pandangan bahwa berobat ke dokter atau ke rumah sakit identik dengan penyembuhan. Manusia sudah kehilangan pola pikir logis, sakit harus minum obat, ke dokter, dan minum obat.

Menjadikan rumah sakit dan dokter sepi harus menjadi visi besar untuk dan mewujudkan Indonesia Sehat di masa yang akan datang. Dalam perspektif kebijakan publik, pemerintah saatnya melakukan banyak tindakan untuk melakukan pencegahan penyakit dan tidak menempatkatkan rumah sakit sebagai bagian dari industri bisnis.

*) Dosen FISIP Universitas Lampung

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

C I A Berhasi Bunuh Pemimpin Puncak al Qedah Aiman al Zawahiri

Next Post

Beasiswa LPDP untuk Anak Bangsa dan Cara Mendapatkannya

fusilat

fusilat

Related Posts

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?
Feature

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Next Post
Beasiswa LPDP untuk Anak Bangsa dan Cara Mendapatkannya

Beasiswa LPDP untuk Anak Bangsa dan Cara Mendapatkannya

Memantau Peran “State Auxialiary Bodies” pada Penegakan Hukum Kasus Brigadir J

Fakta Baru Brigadir J Ditembak, Ada Cerita dan Fotonya, Tapi “Disembunyikan” Komnas HAM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist