• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Paradoks Gaji dan Harga Diri: Pelajaran dari Beijing

Ali Syarief by Ali Syarief
February 20, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Paradoks Gaji dan Harga Diri: Pelajaran dari Beijing
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang silam, saya memiliki partner mengajar dalam kelas Cross-Cultural Studies di Beijing. Ia seorang akademisi sekaligus presenter budaya Tiongkok yang sering diundang ke Amerika Serikat, Prof. Huang. Suatu hari, dalam obrolan santai, di Beijing, saya bertanya kepadanya, “Mr. Huang, kamu kan laku banget sebagai Presenter China Culture di USA, mengapa kau pulang ke Beijing?” Dengan santai, ia menjawab, “Mr. Ali, sekarang penghasilan dengan pekerjaan yang sama jauh lebih besar di Beijing daripada di USA.”

Jawaban itu mengguncang pemahaman saya tentang migrasi tenaga kerja dan nilai ekonomi sebuah bangsa terhadap warganya sendiri. Di Tiongkok, perkembangan ekonomi yang pesat telah menciptakan kondisi di mana warganya lebih dihargai di dalam negeri dibanding di luar negeri. Sementara itu, di Indonesia, realitasnya justru sebaliknya: para pekerja Indonesia mencari penghidupan yang lebih baik di luar negeri, meskipun sebagai tenaga kerja kasar sekalipun, karena penghasilannya bisa berkali lipat dibandingkan di tanah air. Ironisnya, di sisi lain, pekerja asing, terutama dari Tiongkok, yang datang ke Indonesia justru mendapatkan gaji yang jauh lebih tinggi dibandingkan pekerja lokal untuk posisi yang serupa.

Fenomena ini mengungkapkan dua persoalan utama: pertama, rendahnya daya saing dan penghargaan terhadap tenaga kerja dalam negeri, dan kedua, kebijakan ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada kesejahteraan pekerja lokal. Jika tenaga kerja Indonesia dihargai lebih tinggi di luar negeri, sementara tenaga kerja asing mendapatkan kompensasi lebih tinggi di Indonesia, ada yang tidak beres dalam sistem ekonomi kita.

Daya Saing dan Kompetensi

Di Tiongkok, sejak reformasi ekonomi yang dimulai pada era Deng Xiaoping, pemerintah berinvestasi besar-besaran dalam pendidikan, teknologi, dan infrastruktur ekonomi. Akibatnya, tenaga kerja mereka tidak hanya berkembang dalam jumlah, tetapi juga dalam kualitas. Perusahaan-perusahaan besar dunia pun bersedia membayar mahal untuk profesional dan tenaga ahli asal Tiongkok. Sebaliknya, tenaga kerja Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal keterampilan dan daya saing global, sehingga seringkali hanya mendapatkan posisi sebagai buruh kasar di luar negeri.

Kebijakan dan Perlindungan Pekerja Lokal

Persoalan lain yang harus dikritisi adalah bagaimana kebijakan ketenagakerjaan kita memperlakukan tenaga kerja asing dan lokal. Jika di negara lain tenaga kerja asing seringkali dipekerjakan dengan gaji standar atau bahkan lebih rendah daripada warga lokal, di Indonesia justru tenaga kerja asing mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya ketimpangan yang merugikan pekerja dalam negeri. Selain itu, lemahnya perlindungan tenaga kerja membuat banyak profesional Indonesia memilih bekerja di luar negeri demi kesejahteraan yang lebih baik.

Jalan Keluar: Meningkatkan Kesejahteraan Tenaga Kerja Lokal

Kondisi ini harus segera diatasi jika Indonesia ingin menjadi negara yang berdaulat secara ekonomi. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Investasi dalam Pendidikan dan Keterampilan: Pemerintah harus lebih serius dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar memiliki daya saing global.
  2. Kebijakan Pengupahan yang Adil: Regulasi harus dibuat agar tenaga kerja lokal mendapatkan gaji yang setara dengan tenaga kerja asing, terutama di sektor-sektor yang sama.
  3. Insentif bagi Profesional dalam Negeri: Memberikan insentif bagi profesional Indonesia agar mereka tidak tergoda untuk bekerja di luar negeri.
  4. Pengawasan terhadap Rekrutmen Tenaga Kerja Asing: Memastikan bahwa keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia benar-benar karena kebutuhan tenaga ahli, bukan karena kebijakan yang menguntungkan pihak asing semata.

Kisah Mr. Huang membuka mata saya tentang bagaimana sebuah negara bisa membangun kesejahteraan tenaga kerjanya melalui kebijakan yang tepat. Indonesia harus belajar dari Tiongkok agar tenaga kerjanya tidak hanya dihargai di luar negeri, tetapi juga di tanah air sendiri. Jika tidak, paradoks ini akan terus berulang, dan kita akan selalu menjadi bangsa yang mengusir putra-putri terbaiknya ke negeri orang, sementara membayar mahal tenaga kerja asing di tanah air sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Bung Karno” Ditahan KPK!

Next Post

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Langsung Bekerja: Pecat Kepala SMAN 6 Depok karena Study Tour

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Next Post
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Langsung Bekerja: Pecat Kepala SMAN 6 Depok karena Study Tour

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Langsung Bekerja: Pecat Kepala SMAN 6 Depok karena Study Tour

Polisi Tutup Jalan Merdeka Barat dengan Beton – Melawan Demo

Polisi Tutup Jalan Merdeka Barat dengan Beton - Melawan Demo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...