• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Parcok Itu Overlaping – Apakabar Reformasi POLRI

Polisi, Kekuasaan, dan Republik yang Terjebak

Ali Syarief by Ali Syarief
December 20, 2025
in Birokrasi, Feature, Layanan Publik
0
Prof Jimly Tanggapi Tudingan Mahfud, MKMK Bisa Dibeli, Tidak Beradab
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di republik ini, demokrasi kerap kalah cepat dari patroli. Pemilu boleh lima tahun sekali, tapi arah kekuasaan bisa berubah dalam satu laporan intelijen. Di tengah janji reformasi yang tak kunjung rampung, polisi justru tampil sebagai institusi paling sigap—bukan dalam menegakkan hukum, melainkan dalam menentukan siapa yang layak menang.

“Pak Presiden menangkap aspirasi rakyat supaya percepatan reformasi Polri didahulukan dari semuanya.”

Kalimat itu terdengar mulia. Bahkan heroik. Reformasi Polri seolah diletakkan sebagai kunci pembuka segala kebuntuan republik. Tapi justru di situlah masalah bermula: ketika institusi yang paling kuat kewenangannya diposisikan sebagai pintu utama perubahan, bukan sebagai objek paling rawan disalahgunakan.

“Begitu pentingnya polisi, dengan segala kewenangan yang ada.”

Pernyataan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan alarm. Polisi hari ini bukan hanya alat penegak hukum. Ia telah menjelma menjadi aktor politik, penentu arah kekuasaan, bahkan—dalam praktik tertentu—penulis ulang hasil demokrasi.

“Mau bikin apa aja dia bisa. Mau memenangkan orang jadi gubernur bisa.”

Ini bukan hiperbola. Ini pengakuan telanjang. Dalam banyak peristiwa elektoral, bayang-bayang aparat lebih terasa daripada suara rakyat. Demokrasi menjadi prosedural, sementara hasilnya ditentukan oleh siapa yang punya akses pada kewenangan koersif.

Tak heran jika muncul istilah yang kini beredar luas di ruang publik:

“Ada parcok—partai coklat.”

Istilah ini lahir bukan dari imajinasi liar, melainkan dari pengalaman kolektif. Ketika polisi tak lagi berdiri netral, tapi berfungsi seperti partai politik tanpa logo, tanpa manifesto, namun bersenjata kewenangan.

“Mau jadi orang, mau jadi presiden, asal ada warkop, jadi bisa jadi apa aja.”

Kalimat ini satir sekaligus tragis. Negara hukum direduksi menjadi negara lobi. Keadilan dipindahkan dari ruang sidang ke meja kopi. Yang menentukan bukan konstitusi, tapi kedekatan. Bukan etik, tapi relasi.

Ironisnya, reformasi yang dijanjikan justru dimulai dari tempat yang paling membutuhkan pembatasan, bukan percepatan kekuasaan.

“Seluruh bangsa ini harus direformasi—masyarakat, perguruan tinggi juga direformasi.”

Benar. Tapi mengapa yang dipercepat justru polisi, sementara reformasi hukum, politik, dan pendidikan dibiarkan berjalan terseok? Mengapa institusi dengan rekam jejak problematik diberi ruang lebih luas, alih-alih diawasi lebih ketat?

Dalam republik yang sehat, polisi adalah alat negara, bukan penentu negara. Ia melayani demokrasi, bukan mengarahkannya. Ia menegakkan hukum, bukan menafsirkannya sesuai selera kekuasaan.

Ketika reformasi Polri dijadikan proyek utama tanpa kritik mendasar, yang lahir bukan pembaruan, melainkan deformasi.

Bukan polisi yang direformasi, tetapi demokrasi yang dipersempit.

Dan di situlah republik ini berdiri gamang:
di antara hukum yang seharusnya tegak,
dan kekuasaan yang terlalu sering merasa nyaman di balik seragam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

OPEN DUMPING: MASALAH YANG DISANGKAL, TAPI TAK PERNAH DIHENTIKAN

Next Post

Aktifis Diminta Minta Maaf kepada Jokowi: Negara Hukum atau Negara Sungkan?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional
daerah

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal
Layanan Publik

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026
Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Next Post

Aktifis Diminta Minta Maaf kepada Jokowi: Negara Hukum atau Negara Sungkan?

Dari Dwi Fungsi ABRI Menuju Sindrom Multifungsi TNI–Polri: Solusi atau Ancaman Demokrasi

Dari Dwi Fungsi ABRI Menuju Sindrom Multifungsi TNI–Polri: Solusi atau Ancaman Demokrasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist