• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Partai Politik Pilar Demokrasi atau Parasit NKRI

fusilat by fusilat
February 16, 2022
in Feature
0
Partai Politik Pilar Demokrasi atau Parasit NKRI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Sadarudin el Bakrie*

Para pimpinan dan kader partai politik di Republik ini mengklaim partai politik sebagai pilar demokrasi. Benar jika itu ditinjau dari pendekatan teori ilmu politik. Dalam teori ilmu politik  ditegaskan bahwa partai politik sebagai pilar demokrasi mempunyai empat fungsi; fungsi Pendidikan politik, fungsi menejemen konflik, fungsi Pengkaderan dan fungsi rekruitmen kepemimpinan Nasional. Pertanyaannya, benarkah partai politik di republik ini  menjadi pilar demokrasi ataukah menjadi parasit yang membahayakan  Negara Kesatuan Republik Indonesia?

Fungsi Pendidikan Politik

Fungsi pendidikan politik, seharusnya partai politik berfungsi memberikan pendidikan politik kepada rakyat Indonesia pemegang hak pilih dan dipilih dalam pemilihan umum  agar memahami tentang politik beserta aktifitss politik yang baik yang sesuai dengan nilai – nilai moral, akhlak yang baik dan norma berpolitik yang diterima secara moral berakhlak dalam negara Demokrasi.

Sedihnya partai politik di Indonesia justru memberikan pendidikan  politik  yang sangat buruk  bagi rakyat Indonesia dengan menebar dan menyuburkan money politik,  mengembangkan mental kleptokrat kepada rakyat  Indonesia dan pola perilaku buruk lainnya.

Fungsi Menejemen Konflik

Fungsi menejemen konflik dalam  partai politik  haruslah dimulai dari bagaimana memenej konflik dii internal partai politik itu sendiri,  dimana tarik menarik kepentingan baik individual dan kelompok dalam internal partai politik itu sendiri haruslah diselesaikan sesuai dengan aturan main yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai sebagai konstitusi tertinggi partai. Tapi fakta konflik dalam partai itu seringkali  bermuara pada pembentukan partai politik baru sebagai akibat  kegagalan partai dalam menangani tarik menarik kepentingan diantara kader partai  itu sendiri.

Kegagalan dalam intetnal partai politik dalam memenej konflik sendiri sebenarnya membuat partai politik itu tidak siap mejadi partaibberkuasa dan tidak kompeten dalam memenej konflik pada tingkat nasional yang lebih luas dan lebih rumit. Dimana tarik menarik kepentingan diantara  Suku Ras Agama dan Antar golongan yang dikenal dengan SARA mendominasi konflik secara nasional.

Dalam regime Orde Baru pemerintah selalu menangani konflik SARA  dengan tegas sesuai dengan nilai – nilai Pancasila, UUD 1945 dan aturan perundangan lainnya secara relatif adil dan berkeadilan. Sehingga eskalasi konflik terkendali. Dan  masyarakat bersama pemerintah Indonesia saat itu  tetap bersatu fokus pada pembangunan nasional. Meski diwarnai oleh korupsi dan kolusi dan nepotisme, hasilnya  dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat  sangat nampak dibandingkan saat regime orde baru berkuasa pada tahun 1967. Dimana saat itu rakyat didera oleh kemiskinan absolut yang mengerihkan.

Regime saat ini sedang tidak memenej konflik justru memelihara konflik dan menciptakan konflik yang tidak perlu yang sangat membahayakan keamanan nasional  integritas dan kesatuan  bangsa Indonesia. Cara – cara regime ini  untuk mempertahankan legitimasi dan melanggengkan kekuasaan  dengan cara -cara absurd dan bodoh,  yaitu dengan munculnya buzzer yang bermuara  pada tumbuhnya eskalasi konflik yang tak terkendali dan mengarah pada pembusukan bangsa dan negara akibat dilecehkannya nilai -nilai keadilan secara keseluruhan. Menciptakan perpecahan dan nengancam integritas dan keamanan  nasiona menumbuh suburkan Islamophobia   menciptakan ketidakadilan, mengkooptasi TNI AD dan Polri untuk kepentingan penguasa dengan berlindung dibalik program pembangunan dan pertumbuhan  ekonomi. Bahkan polisi menganggap kalimat dzikir “hasbunallahu wa nikmal wakil nikmal maulah wa nikmannasir” dianggap sebagai ajakan perang melawan negara. Ini kan islamophobia absurd yang bermuara pada eskalasi konflik yang sebenarnya tidak perlu.

Fungsi Pengkaderan

Partai politik seharusnya berfungsi sebagai organisasi kader yang mempersiapksn kader  – kader partai jujur, kompeten dan profesional untuk dipersiapkan  sebagai kader kepemimpinan nasional. Faktanya partai politik di Indonesia tidak pernah melaksanakan proses pengkaderan yang baik dan benar. Ini dibuktikan cara partai politik merekrut legislator, gubernur dan bupati walikota yang mengabaikan  merit system, mengedepankan nilai nilai plutokratisme, mengutamakan perkoncoan dan nepotisme.

Fungsi Rekruitmen dalam Kepemimpinan  Nasional.

Akibat kegagalan fungsi pengkaderan dalam partai politik.  Negara mendapatkan kader – kader busuk  kleptokrat bermental garong yang bekerja untuk kepentingan perutnya sendiri dan kelompoknya bersama kekuatan arogansi oligarki nasional.  Negara dipaksa merekrut pimpinan nasional  atas dasar  siapa yang punya uang untuk disetor pada partai politik yang mencalonkanya sebagai menteri, gubernur, bupati dan walikota, bahkan Presiden,  meski otaknya didengkul. 

Akibatnya kita mendapatkan pemimpin nasional bermental kleptokrat  proxy/ kurcaci kekuatan arogansi oligarki dan ini dibuktikan dengan disahkannya RUU omnibus law menjadi UU dan  ditangkapnya ratusan legislator pada segala tingkatan, puluhan menteri  ratusan gubernur dan bupati dan walikota sejak KPK didirikan 2003 lalu. Karena KPK dianggap terlalu  agresif menangkapi ribuan garong APBN  kini KPK dibuntungi kewenangannya oleh para legislator bersama eksekutif kleptokrat. Sekarang KPK tak lebih dari macan ompong yang tak lagi punya “gigi” dan “cakr” tak bisa “melukai” apalagi membunuh,hanya bisa membuat para koruptor geli menggelinyang.

*Sadarudin el Bakrie : Pengamat Ekonomi Politik,  Alumni Fakultas Ekonomi Univerditas Negeri Jember

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aturan Baru JHT: Mohon Maaf, Kayak Ponzi (Investasi Palsu)

Next Post

Andi Arief mempertanyakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Balik Penambang Andesit

fusilat

fusilat

Related Posts

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?
Birokrasi

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit
Economy

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia
Feature

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
Next Post
Andi Arief mempertanyakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Balik Penambang Andesit

Andi Arief mempertanyakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Balik Penambang Andesit

Media Eropa Menyebut Aspal Sirkuit Mandalika Trek Tidak Sesuai Spesifikasi

Media Eropa Menyebut Aspal Sirkuit Mandalika Trek Tidak Sesuai Spesifikasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Banjir yang Memantik Api Semangat Warga Jakarta

Banjir yang Memantik Api Semangat Warga Jakarta

January 25, 2026
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Perencanaan Tanpa Ilmu, Ambisi Tanpa Ekologi

January 25, 2026
Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Banjir yang Memantik Api Semangat Warga Jakarta

Banjir yang Memantik Api Semangat Warga Jakarta

January 25, 2026
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist