Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Pihak-pihak internal PDI Perjuangan mengakui, jika terjadi pergantian posisi sekretaris jenderal, Utut Adianto adalah calon terkuat.
Namun, mereka juga khawatir ada calon lain yang merupakan selundupan dari Istana, yakni Andi Wijayanto yang tak kalah kuat dari Utut. Jika itu terjadi, maka benar bahwa PDIP telah dibajak pihak Istana.
Adapun desakan agar Hasto Kristiyanto mundur atau diganti dari posisi sekjen menguat setelah mantan anggota DPR RI itu diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/6/2024).
Hasto diperiksa sebagai saksi kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang melibatkan Harun Masiku sebagai tersangka yang kemudian kabur entah ke mana sejak awal 2020 hingga saat ini.
Diketahui, Andi Wijayanto adalah Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) yang dilantik Presiden Joko Widodo pada 21 Februari 2022. Namun, menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Andi yang sudah lama dikenal dekat dengan PDIP mengundurkan diri dari kursi Gubernur Lemhanas dengan dalih ingin lebih fokus bekerja di Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP).
Benar saja, Rabu (11/10/2023), Andi dilantik menjadi Deputi Politik 5.0 TPN GP oleh Ketua TPN GP Arsjad Rasjid. Di sisi lain, Andi ingin menjaga netralitas Lemhanas dari politik praktis sehingga kemudian mundur.
Pada Pilpres 2024, Andi merupakan sosok penting di balik kemenangan Jokowi-Jusuf Kalla. Sebab itu, ia dapat “hadiah” kursi Sekretaris Kabinet.
Namun, saat menjadi Sekretaris Kabinet, Andi dicurigai kalangan internal PDIP sebagai Brutus atau pengkhianat. Andi dituding kerap mendistorsi informasi yang disampaikan PDIP kepada Jokowi, bahkan hendak menjauhkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dari Jokowi.
Atas desakan PDIP, Andi pun dicopot Jokowi dari kabinet dan digantikan kader PDIP Pramono Anung. Setelah lima tahun berada di luar pemerintahan, akhirnya Andi kembali ke lingkaran Istana dan diangkat menjadi Gubernur Lemhanas.
Andi pun dikenal sangat dekat dengan Jokowi. Sebab itulah, kedekatan kembali Andi dengan PDIP dicurigai kalangan internal sebagai selundupan pihak Istana.
Kini, ketika berembus isu pergantian sekjen, Andi disebut sebagai calon kuat pengganti Hasto, sebagai kepanjangan tangan Jokowi untuk menguasai atau membajak PDIP.
Apalagi sudah lama Jokowi dicurigai hendak mengambil alih kepemimpinan PDIP dari tangan Megawati. Tudingan ini pun pernah dilontarkan Hasto.
Sementara Utut Adianto adalah Wakil Sekjen PDIP sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPR RI. Kalangan internal menjagokan bekas pecatur dunia ini, di samping nama lainnya, yakni Ahmad Basarah yang juga Wasekjen PDIP.
Ihwal mundur atau digantinya Hasto Kristiyanto dari posisi Sekjen PDIP, Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof Dr Mudzakkir berpendapat, itu semua tergantung Hasto sendiri.
“Mau tetap bertahan atau mundur, itu keputusan dan etik Hasto sebagai pimpinan partai. Hingga hari ini Hasto statusnya sebagai saksi,” katanya saat dihubungi Fusilatnews.com baru-baru ini.
Adapun Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengklaim wacana penggantian Hasto Kristiyanto belum pernah dibicarakan di internal PDIP. “Memang tidak ada isu pergantian Sekjen PDIP,” katanya seperti dikutip sebuah media, Senin (24/6/2024).


























