• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

“Pedang Samurai” yang Hilang: Siapa Penjaga Gagalnya Diversifikasi Pangan?

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 3, 2025
in Economy, Feature
0
“Pedang Samurai” yang Hilang: Siapa Penjaga Gagalnya Diversifikasi Pangan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Samurai—atau dalam bahasa Jepang disebut bushi atau buke—bukanlah sekadar pedang yang melayang di medan laga. Ia adalah simbol kehormatan, keteguhan, dan tanggung jawab. Ironisnya, banyak orang salah mengira bahwa “samurai” itu sendiri adalah nama pedang, padahal pedang yang digunakan oleh para samurai disebut katana.

Memahami filosofi samurai penting bukan hanya untuk mengenal sejarah Jepang, tapi juga untuk menangkap esensi nilai-nilai kejuangan, loyalitas, dan dedikasi yang nyaris punah dari kultur birokrasi kita. Para samurai adalah pasukan elit kerajaan, penjaga martabat dan stabilitas negeri. Mereka bukan hanya prajurit, melainkan pengemban misi suci dalam menjaga idealisme dan kehormatan bangsanya.

Lalu, apa hubungan nilai-nilai samurai ini dengan program diversifikasi pangan di negeri kita? Jawabannya: sangat erat.

Selama ini, program-program pemerintah sering kali lahir dan mati seiring pergantian rezim. Setiap pejabat baru ingin meninggalkan “jejak sejarahnya sendiri”—meski kadang hanya sebatas mengganti bungkus atau slogan. Akibatnya, keberlanjutan dan konsistensi menjadi barang langka.

Salah satu contoh yang paling kentara adalah program diversifikasi pangan. Sudah lebih dari enam dekade digaungkan, namun realisasinya tak kunjung menyentuh akar masalah. Program ini sering terasa hanya sebatas formalitas. Berjalan tanpa jiwa. Muncul, lalu menghilang lagi seperti angin lalu.

Kita perlu bertanya: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab menjaga keberlangsungan dan keseriusan program ini? Siapa yang mestinya menjadi “pembawa pedang samurai” yang mengawal dan menegakkan misi besar ini?

Dua dekade silam, kita punya Dewan Ketahanan Pangan yang dibentuk lewat Perpres 83/2006. Di sana ditegaskan bahwa Presiden, Gubernur, dan Bupati/Walikota adalah Ketua Dewan Ketahanan Pangan di tingkatnya masing-masing. Namun, dalam praktiknya, tidak ada figur kuat yang benar-benar tampil sebagai “penjaga pedang samurai” program diversifikasi pangan.

Apakah ketua formal itu yang seharusnya memegang pedang? Ataukah bisa diberikan kepada figur lain—Wapres, menteri, sekda, atau bahkan tokoh profesional dari kampus, LSM, dan kalangan pelaku usaha?

Yang menyedihkan, diskusi semacam ini bahkan belum pernah serius digelar. Terlebih setelah Dewan Ketahanan Pangan dibubarkan oleh Presiden Jokowi, dan perannya dialihkan (atau tepatnya: diambil alih) oleh Badan Pangan Nasional yang hingga kini belum menunjukkan taji yang meyakinkan.

Kita terlalu sering menyaksikan program dijalankan hanya dengan semangat “gugur kewajiban”. Tidak ada kreativitas, tidak ada inovasi. Semua berjalan kaku, teknokratis, dan minim keberanian mengambil keputusan strategis.

Padahal, diversifikasi pangan adalah program lintas sektor yang memerlukan sinergi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang kuat. Perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga advokasinya harus disiapkan secara sistemik, holistik dan komprehensif.

Seseorang harus berani memegang pedang samurai itu.
Ia harus cerdas, berani, jujur, dan memiliki integritas. Ia harus menjaga agar program tidak menjadi proyek basa-basi birokrasi, tetapi betul-betul menjadi gerakan nyata yang mengubah paradigma dan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi dan memproduksi pangan.

Tanpa pemegang pedang yang benar, program ini hanya akan terus menjadi cerita gagal yang diulang-ulang dalam bahasa laporan tahunan.

Semoga ke depan, ada figur yang tampil sebagai samurai sejati—bukan hanya membawa pedang sebagai simbol, tapi juga menebas segala bentuk kemalasan, ketidakseriusan, dan kepalsuan dalam tubuh program diversifikasi pangan kita.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Setya Novanto Ketiban Durian

Next Post

Bila Akal Sehat Bicara: Gibran Layak Dimakzulkan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Jokowi Ajarkan Moral Kemunafikan Kepada Gibran? – Learning By Doing

Bila Akal Sehat Bicara: Gibran Layak Dimakzulkan

Mengenal Karlina Supelli: Perempuan yang Memeluk Langit, Menyentuh Nurani

Mengenal Karlina Supelli: Perempuan yang Memeluk Langit, Menyentuh Nurani

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...