• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Setya Novanto Ketiban Durian

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 3, 2025
in Feature, Law
0
Setya Novanto Ketiban Durian
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Konon durian adalah buah paling enak di dunia. Bahkan bisa disebut buah surga. Sementara Mahkamah Agung (MA) disebut sebagai surganya koruptor, dan kuburannya keadilan.

Kini, surganya koruptor itu meruntuhkan durian yang mengenai Setya Novanto sekaligus mengubur keadilan sedalam-dalamnya.

Diberitakan, MA mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) Setya Novanto, terpidana 15 tahun penjara dalam kasus korupsi e-KTP di Kementerian Dalam Negeri yang merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun. Masa hukuman bekas Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar itu dikorting 2,5 tahun sehingga menjadi 12,5 tahun.

Tidak itu saja. MA juga mengorting pencabutan hak politik Setnov dari semula 5 tahun menjadi 2,5 tahun terhitung sejak tanggal ia bebas kelak.

Setnov pun ibarat ketiban durian runtuh. Ketiban durian bukannya pingsan, melainkan penuh kebahagiaan. Semula ia akan bebas pada 2033, karena divonis pada 2018. Kini ia akan bebas pada 2030 akhir. Bahkan bisa lebih cepat lagi, karena setelah menjalani 2/3 masa hukuman, ia bisa bebas bersyarat. Setnov akan bebas pada 2028. Ia pun bisa ikut cawe-cawe pada Pemilu 2029.

Belum lagi kalau ia dapat remisi setiap 17 Agustus dan Idul Fitri. Bisa-bisa Setnov bebas pada 2026 dan pada Pemilu 2029 ia sudah bisa ikut berlaga sebagai calon anggota legislatif.

Dus, ketika selama ini ada stigma MA adalah surganya koruptor, hari ini kian terbukti.

Ketika selama ini ada stigma MA kuburannya keadilan, hari ini juga kian terbukti. Betapa banyak koruptor yang sudah mendapatkan kortingan hukuman dari MA, baik melalui putusan kasasi maupun PK.

Tahun 2019-2020 saja, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat ada 20 koruptor yang hukumannya disunat MA.

Sebab itulah pemberantasan korupsi di Indonesia tak kunjung berhasil, karena MA gagal menciptakan detterent effect (efek jera) dan shock therapy (tetapi kejut) yang merupakan tujuan dari pemidanaan.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, rata-rata hukuman koruptor di Indonesia cuma 3,5 tahun. Ini belum termasuk remisi di setiap hari kemerdekaan dan hari raya.

Tak heran jika kemudian muncul residivis koruptor. Pun, tak sedikit koruptor yang baru bebas dari penjara dalam suatu kasus, langsung ditangkap lagi sebagai tersangka kasus lainnya. Contohnya Nurhadi, bekas Sekretaris MA, yang Ahad (29/6/2025) dini hari lalu bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dalam kasus gratifikasi, langsung ditangkap KPK lagi sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus pengurusan perkara atau mafia peradilan di lingkungan MA.

Mengapa MA seolah berpihak kepada koruptor? Salah satunya karena MA sendiri tidak bersih. Di sini jenis mencari jenis.

Sebut saja dua hakim agung MA yang terlibat korupsi, yakni Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh. Selain Nurhadi, bekas Sekretaris MA lainnya juga terlibat korupsi, yakni Hasbi Hasan.

Alhasil, jenis mencari jenis. Koruptor berpihak pada koruptor. Keadilan pun dimakamkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fachrul Razi Akan Temui SBY, Bahas Isu Pemakzulan Gibran

Next Post

“Pedang Samurai” yang Hilang: Siapa Penjaga Gagalnya Diversifikasi Pangan?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
“Pedang Samurai” yang Hilang: Siapa Penjaga Gagalnya Diversifikasi Pangan?

"Pedang Samurai" yang Hilang: Siapa Penjaga Gagalnya Diversifikasi Pangan?

Jokowi Ajarkan Moral Kemunafikan Kepada Gibran? – Learning By Doing

Bila Akal Sehat Bicara: Gibran Layak Dimakzulkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...