• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Peluk Mesra Prabowo~Jokowi – Melukai Hati Publik

fusilat by fusilat
November 8, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika dua tokoh besar bangsa, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, bertarung dalam dua kali pemilihan presiden, Indonesia seakan terbelah menjadi dua kutub ekstrem. Dari warung kopi hingga ruang seminar, dari media sosial hingga meja makan keluarga, perdebatan tentang siapa yang layak memimpin negeri ini begitu panas. Kata-kata kasar, tudingan tajam, hingga caci maki politik menjadi santapan harian rakyat. Pertarungan itu bukan sekadar soal visi dan misi, melainkan juga tentang identitas dan loyalitas.

Namun, drama besar itu berubah total ketika Jokowi keluar sebagai pemenang dan kemudian mengangkat Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Rakyat yang semula terlibat dalam pertempuran ide dan emosi mendadak terdiam—tertegun, tercekat, nyaris tak percaya. Mereka yang sempat bermusuhan karena perbedaan pilihan politik merasa seperti disodori kenyataan pahit: ternyata permusuhan yang mereka pikir sakral hanyalah strategi para elit. Yang di atas berpelukan, yang di bawah berkelahi.

Para pendukung Prabowo yang dulu bersusah payah membela idolanya hingga rela kehilangan sahabat, bahkan keluarga, kini merasa dikhianati. Tidak ada penghargaan, tidak ada “reward” bagi kesetiaan mereka—hanya narasi usang bernama rekonsiliasi demi persatuan bangsa. Tapi rakyat bertanya: “Emang siapa yang berpecah belah?” Kami tetap Indonesia. Kami tetap merah putih. Kami hanya berbeda pandangan tentang siapa yang pantas memimpin negeri, bukan tentang cinta tanah air.

Ironisnya, waktu berjalan dan sejarah politik berputar. Kini, ketika terbongkar bahwa Jokowi ternyata bukan sosok suci seperti yang digambarkan—dengan berbagai kontroversi, termasuk dugaan ijazah palsu dan kebijakan penuh manipulasi—para pendukung Prabowo justru merasa bahwa pilihan mereka dulu adalah yang benar. Namun yang terjadi malah sebaliknya: Prabowo kini membela mati-matian sosok yang dulu ia serang habis-habisan. Ia membungkus loyalitas politiknya dalam nama “kesetiaan,” padahal yang tampak hanyalah keblingeran kekuasaan.

Inilah wajah politik Indonesia yang sesungguhnya: di atas panggung mereka berseteru, di belakang layar mereka bersekutu. Sementara rakyat dijadikan figuran, alat legitimasi dalam drama yang terus berulang. Politik bukan lagi soal gagasan dan idealisme, tapi soal siapa yang mampu menipu dengan senyum paling meyakinkan.

Dan ketika keblinger dijadikan strategi, maka kebenaran pun kehilangan tempatnya. Rakyat yang dulu marah karena merasa ditipu, kini hanya bisa tertawa getir: bukan karena tak lagi peduli, tapi karena sudah paham bahwa dalam politik, lawan hari ini bisa jadi kawan besok—dan kebenaran bisa digadaikan atas nama “persatuan.”

Pada akhirnya, yang tersisa hanyalah luka dan kesadaran pahit: bahwa yang benar bukan selalu dimenangkan, dan yang salah sering kali diberi panggung. Di situlah letak keblinger sejati bangsa ini—bukan pada rakyat yang setia, tapi pada para pemimpin yang mempermainkan kesetiaan itu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MIKUL DUWUR MENDEM JERO

Next Post

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia, Disalatkan di Masjid Asy Syarif

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia, Disalatkan di Masjid Asy Syarif

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia, Disalatkan di Masjid Asy Syarif

Antasari Azhar: Sosok yang Membayar Mahal Kejujuran – Bahkan Besan SBY Pun Dipenjarakannya

Antasari Azhar: Sosok yang Membayar Mahal Kejujuran - Bahkan Besan SBY Pun Dipenjarakannya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist