Jakarta – Fusilatnews – Menyussul keputusan Menteri Keuangan RI 191/PMK.010/2022 tentang Perubahan Kedua atas PMK 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau berupa sigaret, cerutu, rokok daun atau klobot, dan tembakau iris. Mulai 1 Januari 2023 harga rokok eceran perbatang melonjak .
Meski demikian ada beberapa brand rokok yang tidak mengalami kenaikan karena ada beberapa yang masih menggunakan patokan harga tahun 2022.
Berikut ini harga rokok ecaran per batang
. Jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM)
– Golongan I dijual paling rendah Rp 2.055 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 1.905 per batang
– Golongan II dijual paling rendah Rp 1.255 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 1.140 per batang
2. Jenis Sigaret Putih Mesin (SPM)
– Golongan I dijual paling rendah Rp 2.165 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 2.005 per batang
– Golongan II dijual paling rendah Rp 1.295 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 1.135 per batang
3. Jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT)
– Golongan I dijual paling rendah Rp 1.800 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 1.635 per batang
– Golongan II dijual paling rendah Rp 720 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 600 per batang
– Golongan III dijual paling rendah Rp 605 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 505 per batang
4. Jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)
Harga jual ecerannya paling rendah Rp 2.055 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 1.905 per batang
5. Jenis Sigarete Kelembak Kemenyan (KLM)
-Golongan I dijual paling rendah Rp 860 per batang, naik dibandingkan 2022 sebesar Rp 780 per batang
-Golongan II dijual paling rendah Rp 200 per batang, masih sama dengan 2022
6. Jenis Tembakau Iris (TIS)
Harga jual paling rendah Rp 55-Rp 180 per batang, masih sama dengan 2022
7. Jenis Rokok Daun atau Klobot (KLB)
Harga jual eceran paling rendah Rp 290 per batang, masih sama dengan 2022
8. Jenis Cerutu (CRT)
Harga jual eceran paling rendah Rp 495-Rp 5.500 per batang, tidak berubah dari 2022
Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pelarangan penjualan rokok batangan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Selain mengeluarkan kebijakan pelarangan penjualan rokok batangan, Presiden juga mengeluarkan perubahan peraturan mengenai,
1. Penambahan luas prosentase gambar dan tulisan peringatan kesehatan pada kemasan produk tembakau;
2. Ketentuan rokok elektronik; 3. Pelarangan iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau di media teknologi informasi;
4. Pelarangan penjualan rokok batangan;
5. Pengawasan iklan, promosi, sponsorship produk tembakau di media penyiaran, media dalam dan luar ruang, dan media teknologi informasi;
6. Penegakan dan penindakan; dan
7. Media teknologi informasi serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). (FID/ST)


























