• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pemimpin Pendusta; Abe di Tembak – Jokowi di Agungkan

Ali Syarief by Ali Syarief
April 16, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Pemimpin Pendusta; Abe di Tembak – Jokowi di Agungkan
Share on FacebookShare on Twitter

 

Bukan hanya di Indonesia, dunia telah mencatat banyak pemimpin yang jatuh dari singgasananya bukan karena kekalahan dalam perang atau krisis ekonomi, tetapi karena satu hal yang paling sederhana namun fatal: kebohongan.

Di Jepang, kasus kebohongan politik yang berujung kehancuran reputasi dialami oleh Perdana Menteri Shinzo Abe. Abe, yang dikenal sebagai arsitek “Abenomics”, sempat diagungkan sebagai penyelamat ekonomi Jepang. Namun pamornya hancur saat publik mengetahui keterlibatannya dalam skandal Moritomo Gakuen—sebuah kasus manipulasi harga lahan milik negara untuk sekolah swasta yang memiliki kedekatan dengan keluarganya. Abe sempat menyangkal keras adanya hubungan antara dirinya dan kasus itu. Namun dokumen resmi yang dimanipulasi oleh Kementerian Keuangan untuk menutupi keterlibatan istrinya kemudian terbongkar. Salah seorang pejabat bahkan bunuh diri karena merasa malu telah diperintah memalsukan dokumen negara demi melindungi nama sang perdana menteri.

Apa yang dilakukan publik Jepang? Mereka turun ke jalan. Media mengepung dengan kritik. Parlemen menggugat. Sistem di Jepang, dengan segala kelemahannya, masih memiliki ruang untuk akuntabilitas. Tidak ada pengkultusan. Tidak ada “Abeisme.” Bahkan para pendukungnya pun terpecah dan sebagian angkat kaki.

Berbanding terbalik dengan yang terjadi di Indonesia.

Presiden Joko Widodo, meski berkali-kali ketahuan berdusta—soal netralitas, dinasti politik, penempatan jabatan publik, hingga janji-janji besar yang berubah jadi pepesan kosong dan kini mencuat lagi soal ijazah palsunya—justru terus diagung-agungkan oleh sebagian rakyat. Media arus utama bungkam atau bahkan turut melanggengkan citranya. Lembaga-lembaga survei melambungkannya sebagai “pemimpin paling sukses”. Dan parahnya, kebohongannya dianggap sebagai strategi politik yang cerdas.

Inilah anomali demokrasi di negeri ini: rakyat menertawakan kebohongan, bukan karena mereka bodoh, tapi karena sudah lelah berharap. Karena negara—yang seharusnya melindungi dan mencerdaskan—justru menjadi mesin pengabur fakta.

Kita menyaksikan bagaimana Jokowi berkata “saya tidak cawe-cawe urusan Pilpres”, tapi kemudian terang-terangan berkampanye diam-diam, memobilisasi kekuatan negara, bahkan mempermalukan Konstitusi dengan putusan MK yang membuka jalan bagi anaknya. Kita menyaksikan bagaimana ia mengaku netral, tapi nyaris semua aparatur negara bergerak seirama mendukung paslon tertentu yang merupakan bagian dari trah politiknya.

Jika di Jepang, rakyat memaksa pemimpinnya mundur karena kebohongan dan konflik kepentingan, maka di Indonesia, rakyat justru dihibur dengan slogan dan dibutakan dengan infrastruktur. Kita diajak menyembah pembangunan, sembari diminta menutup mata atas luka hukum, rusaknya etika, dan kematian demokrasi.

Inilah bahayanya jika kebohongan seorang pemimpin dibungkus dengan pencitraan dan disembah oleh pengikut fanatik. Maka benar adanya ucapan seorang filsuf:

“Ketika rakyat mencintai pemimpin yang berdusta, mereka bukan lagi rakyat yang merdeka, melainkan budak yang bersorak.”
– Anonim

Dan dalam Islam, pemimpin yang berdusta adalah pemimpin yang mengundang laknat. Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Tidak ada seorang hamba yang Allah amanahkan kepadanya untuk memimpin rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu mereka, melainkan Allah haramkan surga atasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa mengerikan ancaman itu. Tapi justru di negeri ini, dusta tidak membuat seorang pemimpin kehilangan wibawa. Ia malah dielu-elukan, dijadikan simbol “kesederhanaan” dan “kerja nyata”—meski nyatanya banyak rakyat justru makin sengsara, dan negara makin dikuasai segelintir elite.

Saatnya kita berhenti mengagungkan pemimpin pendusta. Karena pemimpin sejati tidak memanipulasi rakyat untuk memperpanjang kekuasaan. Pemimpin sejati berjalan bersama kebenaran—sekalipun itu membuatnya kehilangan jabatan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bila Terjadi di Jepang – Jokowi Sudah Gantung Diri atau Di Gantung

Next Post

Harga Gabah: Berkah atau Muslihat?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
REBUTAN GABAH

Harga Gabah: Berkah atau Muslihat?

Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Dalih Sosok Manusia Pendusta; "Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...